Glass Skin, Tren Baru Dalam Dunia Kecantikan

glass, skin, korea, selatan, kecantikan, bening, kaca, pelembap, toner, serum, bening, kaca, komitmen, hidrasi, toner, fungsi, makeup, serbuk, pori-pori, brand, produk, hal, tekstur, kulit, kualitas, kategori, tren Model-model Gambattista Valli (sumber: allure.com)

Ketika berbicara tentang romansa, gaun-gaun buatan Giambattista Valli yang berlapis-lapis dengan koleksi-koleksi couture tulle dan bunga-bunga selalu menarik perhatian. Perancang Italia itu termasuk penggemar Blake Lively, Kendall Jenner, dan Lupita Nyong’o. Ia selalu berusaha memperjuangkan kecantikan feminin, dan sering kali menampilkan wajah-wajah segar dengan bibir merah alami.

Kali ini, Valli terinspirasi oleh produser musik dan musisi Paris, Coucou Chloe. Tidak seperti gadis-gadis Valli pada musim-musim lalu, model untuk acara couture-nya pada musim gugur 2018 menunjukkan semangat yang berbeda.

Menurut makeup artist yang menangani model Valli, Garland, mengatakan bahwa tampilan para model lebih cenderung ke masyarakat masa kini, kuat, tangguh, dan bergaya urban. Seluruhnya tentang kepercayaan diri untuk menjadi diri sendiri.

Penampilan model dimulai dengan kulit yang bersinar segar, terlihat basah, seolah-olah model-model baru saja selesai mandi. Untuk memastikan menampilkan kulit terbaik para model, sebelumnya, para model mendapatkan pelayanan khusus facial dari Orveda, lini perawatan kulit bio-fermentasi vegan yang menggunakan bahan aktif. Tim Orveda membersihkan dan melembapkan kulit, dan diakhiri dengan Eye Unveiler 422 untuk memerangi kelelahan mata.

Garland berpendapat bahwa hal itu semua adalah tentang kulit bersinar, sehingga tampak lebih menarik. Ia mengaplikasikan foundation (dasar makeup) yang ringan dan concealer di mana di area wajah yang membutuhkan untuk memberikan hasil akhir kulit yang sempurna. Ia kemudian menambahkan bayangan menggunakan eyeshadow/bronzer berwarna coklat krem ​​di seluruh kelopak dan juga diaplikasikan ke seluruh wajah untuk membuatnya benar-benar terlihat basah.

Baca juga:  Mengapa Saat Menginjak Usia Dewasa Susah Menemukan Teman?

Beberapa model tato tangan sport memiliki inisial desainer favorit mereka, yaitu GBV (Giambattista Valli). Dengan menggunakan warna biru dari M.A.C. Pro Longwear Fluideline Gel Liner, para penata rias membuat tato di pergelangan tangan dan jari-jari.

Untuk rambutnya, Orlando Pita, penata rambut, membuat semuanya tampak sederhana. Orang-orang dipakaikan jaring-jaring, dan membuat bagian tengahnya tampak bergelombang. Ia juga menciptakan tampilan rambut seperti potongan bob tebal yang ditarik ke belakang dengan ikat kepala hitam di atasnya.

glass, skin, korea, selatan, kecantikan, bening, kaca, pelembap, toner, serum, bening, kaca, komitmen, hidrasi, toner, fungsi, makeup, serbuk, pori-pori, brand, produk, hal, tekstur, kulit, kualitas, kategori, tren

Model-model Gambattista Valli (sumber: allure.com)

Hal yang menarik dari tampilan model-model GBV di atas adalah kulit mereka yang tampak natural, sehat, dan berkilau (atau tampak basah alami). Tampilan seperti itu disebut dengan glass skin. Tren itu disebut-sebut bermula dari negara Korea Selatan.

Menurut pendiri situs Peach & Lily, Alicia Yoon, ‘glass skin’ sendiri adalah kulit yang bening. Kulit seperti itu dinilai sebagai tanda kemudaan kulit dan masuk dalam satu dari sekian banyak kategori kualitas kulit yang diinginkan di Korea Selatan.

Glass skin juga digunakan untuk menyebut kondisi kulit yang sangat halus, mulus tanpa noda, sehat berkilau bak pantulan kaca. Menurut Christine Chang, founder Glow Recipe, glass skin merupakan kondisi kulit terlihat bening, tampak tidak berpori dan bercahaya. Pada intinya, glass skin adalah kulit yang (tampak) transparan dan bening.

Pendiri situs Peach & Lily, Yoon mengatakan bahwa glass skin bukan sesuatu yang bisa didapatkan dalam semalam. Perawatan kulit yang konsisten dapat memberikan kulit yang halus, Anda kulit yang halus, tampak muda, dan segar.

Baca juga:  Tanpa Curling Iron, Berikut Cara Membuat Rambut Ikal Bagian Bawah Secara Alami

Ia juga menambahkan bahwa kombinasi kulit halus dan bening akan sulit didapat jika hanya mengandalkan produk-produk kecantikan. Dalam mendapatkan kulit sebening kaca memerlukan komitmen.

Bagi wanita yang ingin mendapatkan glass skin, Yoon menyarankan untuk melakukan dua hal. Pertama, Anda perlu eksfoliator untuk mengangkat kulit mati, sehingga akan didapat kulit dengan tekstur halus dan tidak tampak kusam.

Selain eksfoliator, Anda juga membutuhkan serum. Serum digunakan untuk memberikan hidrasi ke kulit, dan membantu tampilan kulit sebening kaca. Serum merupakan salah satu produk perawatan wajah yang dilengkapi dengan kandungan bahan-bahan aktif, sehingga dianggap mampu bekerja hingga lapisan kulit terdalam. Serum bisa digunakan pada pagi dan malam hari. Tetapi, sebagian besar orang mungkin akan mengaplikasikan serum pada malam hari, sebelum mereka tidur.

Mungkin dua langkah yang dipaparkan Yoon itu tampak mudah, tetapi menerapkannya mungkin saja sulit. Oleh karena itu, diperlukan komitmen untuk rutin melakukannya. Dikarenakan kulit sebening kaca tidak bisa didapatkan hanya dalam waktu singkat.

glass, skin, korea, selatan, kecantikan, bening, kaca, pelembap, toner, serum, bening, kaca, komitmen, hidrasi, toner, fungsi, makeup, serbuk, pori-pori, brand, produk, hal, tekstur, kulit, kualitas, kategori, tren

Aplikasi krim perawatan wajah

Di samping membutuhkan komitmen, produk eksfoliator, dan serum, ada pula yang berpendapat mengenai apa saja yang perlu dilakukan untuk mendapatkan tampilan glass skin.

Hal pertama adalah Anda perlu melakukannya dengan perlahan. Misalnya, pada saat membersihkan kulit dengan cleanser, jangan lakukan dengan terburu-buru. Oleskan produk pembersih ke seluruh wajah, lalu beri pijatan yang lembut pada kulit agar produk bekerja dengan lebih baik. Di Korea, tahap ini adalah langkah untuk menghidrasi dan memberi nutrisi pada kulit, sehingga kulit pun menjadi siap untuk menerima langkah perawatan kulit berikutnya.

Baca juga:  Rangkaian Produk Bedak Jafra untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat

Produk yang bersifat melembapkan tidak hanya serum saja, tetapi juga toner. Bagi beberapa orang, toner menjadi langkah akhir saat membersihkan kulit sebelum mengaplikasikan make up. Namun, produk toner yang ada mungkin saja ada yang bisa membuat kulit kering demi tujuan menutup pori-pori wajah.

Untuk menghindari kulit menjadi kering, sebaiknya Anda memilih toner yang melembapkan. Cara mengetahui toner berpotensi membuat kulit kering atau tidak yaitu setelah mengaplikasikan toner, coba gerakkan mulut. Jika terasa kaku, maka Anda layak beralih ke produk toner yang melembapkan (hydrating toner).

Selanjutnya adalah menghindari memakai makeup dalam bentuk serbuk. Bagi yang memiliki kulit berminyak, tekstur make up serbuk memang sangat menolong karena mampu menyerap minyak wajah berlebih. Namun, hal ini dinilai malah bisa membuat kulit tidak terhidrasi dengan baik. Jika masih ingin menggunakan make up bertekstur serbuk, Anda dapat membubuhkan face mist setelah selesai mengaplikasikan makeup.

Di pasaran, sudah ada beberapa brand ada yang menghadirkan produk dengan klaim bisa mewujudkan wajah tampak bening dan berkilau dalam waktu singkat, meskipun hasilnya tidak permanen. Misalnya saja masker mengandung kolagen, pelembap dengan partikel cahaya atau pelembab dengan fungsi hidrasi sangat tinggi.

Untuk mendapatkan produk mana yang terbaik untuk kondisi kulit, sebaiknya Anda mencari review, atau langsung berkonsultasi dengan dokter kulit. Hal ini karena kondisi kulit masing-masing orang berbeda.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: