Gejala & Terapi Untuk Luka Di Kulit Kepala Akibat Ketombe (Dermatitis Seboroik)

gejala, terapi, dermatitis, seboroik, kulit, kepala, ketombe, shampo, cuci, rambut, memerlukan, waktu, cukup, lama, alkohol, hindari, pakaian, bahan, lembut, minyak, zaitun, sabun, anti, jamur, salep, menggaruk, gatal Ilustrasi: kulit kepala gatal akibat ketombe (nowe.org)

atau biasa disebut dandruff merupakan serpihan kepala berwarna putih atau keabu-abuan yang mengelupas dan menempel pada atau terlihat di bahu Anda. Meskipun ketombe tidak menular atau jarang menjadi yang serius, kondisi tersebut bisa menjadi pemicu ketidakpercayaan diri seseorang.

Apabila sudah ada ketombe, biasanya Anda cenderung untuk menggaruk, sehingga bisa menyebabkan luka di akibat ketombe. Di dalam dunia medis, keadaan tersebut dinamakan seboroik.

Dermatitis seboroik adalah kondisi kulit yang bersisik, merah dan memiliki banyak ketombe. Walaupun paling banyak menyerang kulit kepala, dermatitis seboroik juga dapat menyerang bagian tubuh lain yang kaya akan kelenjar minyak, seperti wajah, dada bagian atas dan punggung.

Perlu diketahui bahwa kondisi ini tidak berpengaruh pada status secara keseluruhan dan bukan tanda bahwa seseorang memiliki kualitas kebersihan yang rendah. Berikut adalah kumpulan gejala dermatitis seboroik yang sering dikeluhkan:

  • Terdapat serpihan kulit atau ketombe pada kulit kepala, rambut, alis, janggut dan atau kumis
  • Bercak pada kulit berminyak yang ditutupi dengan serpihan putih / kuning / kerak pada daerah kepala, telinga, wajah, dada, ketiak, skrotum atau bagian lain dari tubuh
  • Kulit merah
  • Kulit kelopak mata merah atau mengeras (blepharitis)
  • atau timbul sensasi menyengat.

Untuk mengobatinya, bisa dilakukan dengan terapi. Terapi untuk dermatitis seboroik memang memerlukan kesabaran, karena gejala akan terus datang dan pergi, perlu pengulangan serta membutuhkan waktu yang cukup lama. Berikut adalah beberapa langkah (terapi) yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah:

  • Cuci rambut dengan shampo anti ketombe yang mengandung pyrithione zinc atau selenium setiap hari. Secara bergantian, gunakan pula shampoo anti jamur yang mengandung ketokonazol dengan frekuensi 2 kali seminggu. Jenis shampo lain yang dapat digunakan setiap hari adalah yang mengandung tar dan salicylic acid.
  • Anda bisa mengombinasikan beberapa produk shampo, karena penggunaan satu macam produk dalam jangka waktu yang lama dapat mengurangi efektivitas terapi.
  • Biarkan sampo beberapa saat ketika mencuci rambut untuk memberikan waktu bekerjanya zat yang terkandung di dalamnya. Paparkan produk pada wajah, telinga dan dada apabila daerah kulit ini juga menunjukkan adanya kondisi dermatitis seboroik.
  • Oleskan minyak zaitun pada kulit yang terkena, termasuk kulit kepala. Tunggu selama satu jam sebelum dibasuh dengan air, dan dicuci dengan shampo/sabun.
  • Bersihkan kulit secara rutin, pastikan tidak ada elemen shampo/sabun yang tertinggal. Hindari penggunaan sabun yang bersifat iritatif dan oleskan pelembap setelah mandi.
  • Oleskan salep kortikoteroid ringan atau anti jamur.
  • Hindari segala macam produk yang mengandung alkohol.
  • Gunakan pakaian dengan bahan lembut seperti katun.
  • Jangan pelihara janggut atau kumis.
  • Hindari tindakan menggaruk kulit agar terhindar dari iritasi dan infeksi. Bila gatal, oleskan salep hidrokortison atau losion calamine.
  • Bersihkan kelopak mata dengan shampo bayi bila mulai kemerahan atau bersisik. Kompres hangat untuk membantu penyembuhan.

Apabila dengan rangkaian di atas, kondisi tidak kunjung membaik, Anda disarankan untuk konsultasi dengan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin agar mendapatkan maksimal.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: