Gejala dan Tanda-tanda Tiroid Bermasalah Yang Harus Diketahui Wanita

Ilustrasi: gangguan pada kelenjar tiroid (sumber: honestdocs.id)Ilustrasi: gangguan pada kelenjar tiroid (sumber: honestdocs.id)

Sebelum kami menjelaskan mengenai gejala dan tanda-tanda tiroid bermasalah yang harus diketahui wanita, tidak ada salahnya untuk menjelaskan apa itu kelenjar tiroid. Bagi yang belum tahu, kelenjar tiroid adalah kelenjar kecil yang terletak di bagian pangkal leher, tepatnya di bawah jakun dan di atas tulang dada. Tugas kelenjar tiroid adalah untuk menghasilkan hormon. Melalui hormon yang dihasilkannya, kelenjar tiroid berfungsi untuk hampir semua proses metabolisme dalam tubuh manusia. Selain itu, kelenjar tiroid juga mengatur energi tubuh, suhu tubuh, dan pertumbuhan jaringan tubuh. Hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid ini juga mempengaruhi kinerja organ dalam tubuh lainnya seperti jantung, sistem pencernaan, otot, dan sistem saraf.

Jenis Penyakit Tiroid

Hipertiroid

Dilihat dari gejala, penyakit hipertiroid terbagi menjadi dua, yaitu gejala umum dan gejala spesifik. Gejala umum dari kondisi yaitu tidak tahan terhadap udara panas, mudah lelah, leher membesar, penurunan berat badan, sering lapar, sering buang air besar. Sedangkan gejala spesifik hipertiroid adalah sebagai berikut. 

Gejala Spesifik Hipertiroid

  • Sistem pencernaan: Anda mengalami nafsu makan yang besar, cepat haus, sering muntah, sulit menelan, dan pembesaran limpa.
  • Sistem reproduksi: gangguan siklus haid, penurunan libido, hingga kemandulan.
  • Kulit: mengeluarkan keringat berlebihan, kulit lembab, dan rambut sering rontok.
  • Psikis dan saraf: labil, cepat emosi, mudah tersinggung, sulit tidur, dan tangan gemetar.
  • Jantung: jantung sering berdebar-debar, gangguan detak jantung, hipertensi, dan gagal jantung.
  • Sistem otot dan tulang: Anda akan mudah lelah, nyeri tulang, dan osteoporosis.

Pada kondisi ini, biasanya juga ditemukan gejala lain, seperti pembengkakan di tulang kering kaki, bola mata yang menonjol, penurunan penglihatan, penglihatan ganda dan luka di kornea mata.

Ilustrasi: pemeriksaan kelenjar tiroid (sumber: honestdocs.id)

Ilustrasi: pemeriksaan kelenjar tiroid (sumber: honestdocs.id)

Hipotiroid

Gejala penyakit hipotiroid sering diakibatkan karena terlalu sedikit hormon yang dihasilkan. Gejala penyakit ini bisa bervariasi, tergantung pada tingkat keparahannya. Namun jangan khawatir, karena umumnya gejala penyakit ini cenderung berkembang perlahan, sering kali selama beberapa tahun. Mungkin pada awalnya Anda tidak menyadari gejala dan tanda hipotiroid, misalnya seperti kelelahan dan kenaikan berat badan. Namun, semakin lama kondisi ini akan membuat proses metabolisme Anda terus melambat dan menurun. Jika ini terjadi, Anda akan semakin merasakan gejala yang lebih serius.

Gejala hipotiroid secara umum yaitu kelelahan, lebih sensitif terhadap udara dingin, sembelit, kulit kering, wajah membengkak, suara serak, otot melemah, kadar kolesterol meningkat, nyeri otot, kekakuan, sendi membengkak atau kaku, periode menstruasi tidak teratur dan terasa lebih berat, rambut menipis, denyut jantung melambat, depresi, hingga gangguan ingatan. Tentu saja gejala-gejala ini akan semakin parah jika tidak diobati. Stimulasi kelenjar untuk melepaskan lebih banyak hormon dapat menyebabkan kelenjar tiroid membengkak. Selain itu, Anda juga akan menjadi pelupa, lambat dalam berpikir, atau merasa stres.

Hipotiroid yang berkelanjutan, atau dikenal sebagai myxedema, jarang terjadi. Tetapi dalam beberapa kasus, kondisi ini dapat mengancam jiwa hingga kematian. Gejalanya termasuk tekanan darah rendah, penurunan pernapasan, penurunan suhu tubuh, lambat dalam merespon dan bahkan koma. Dalam kasus yang ekstrem, myxedema bisa berakibat fatal.

Tanda-tanda & gejala Penyakit Tiroid

Ilustrasi: gangguan pada kelenjar tiroid (sumber: honestdocs.id)

Ilustrasi: gangguan pada kelenjar tiroid (sumber: honestdocs.id)

Waspadai tanda-tanda dan gejala umum dari penyakit tiroid. Simak ulasan berikut ini untuk mengetahui tanda-tanda penyakit dari hormon di leher ini.

  • Gugup dan tremor (gemetar). Gejala gugup dan tremor bisa menandakan fungsi berlebih kelenjar tiroid yang juga dikenal sebagai hipertiroid. 
  • Penglihatan kabur dan tidak fokus. Penyakit tiroid dapat mempengaruhi fungsi mental Anda yang mengakibatkan penglihatan kabur dan tidak fokus. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh hipertiroid (peningkatan kadar hormon tiroid) dan hipotiroid (penurunan kadar hormon tiroid). Di sisi lain, kondisi ini bisa menyebabkan berkurangnya kemampuan Anda untuk konsentrasi sehingga menjadi tidak fokus.
  • Perubahan siklus haid. Wanita yang memiliki penyakit tiroid akan mengalami pendarahan menstruasi yang berlebihan atau berkepanjangan. 
  • Detak jantung cepat. Peningkatan detak jantung (takikardia) dan jantung berdebar dapat dikaitkan dengan gejala hipertiroid.
  • Sakit dan nyeri. nyeri otot dan nyeri dapat menyertai berbagai jenis kompilasi penyakit tiroid.
  • Berat badan naik. Berat badan akan naik saat aktivitas kelenjar tiroid lebih rendah dari batas normal.
  • Peningkatan kadar kolesterol. Peningkatan kadar kolesterol dapat terjadi pada wanita dengan kondisi hipotiroid.
  • Merasa kedinginan. Terakhir, wanita yang memiliki penyakit tiroid akan merasa kedinginan terus-menerus. Hal ini disebabkan oleh kelenjar tiroid yang kurang berfungsi sehingga selalu merasa kedinginan. 

Harap dicatat bahwa kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala lain yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, silahkan berkonsultasi dengan dokter Anda.

Penyebab Penyakit Tiroid

Ilustrasi: gangguan pada kelenjar tiroid (sumber: baca.co.id)

Ilustrasi: gangguan pada kelenjar tiroid (sumber: baca.co.id)

Penyakit kompilasi tiroid dapat disebabkan karena produksi hormon tiroid yang tidak memadai. Jika itu terjadi, maka akan mengakibatkan ketidakseimbangan reaksi kimia dalam tubuh Anda. Penyebab lainnya adalah penyakit autoimun, pengobatan untuk hipertiroid, terapi radiasi, operasi tiroid dan obat-obatan tertentu yang justru malah semakin memperparah penyakit tiroid. 

Gangguan tiroid juga dapat disebabkan oleh infeksi, misalnya seperti virus atau bakteri, yang bekerja dengan cara yang sama seperti antibodi sehingga menyebabkan peradangan pada kelenjar. Obat-obatan seperti interferon dan amiodarone, diketahui menyebabkan kerusakan sel-sel tiroid dan menyebabkan masalah tiroid.

Faktor Risiko Penyakit Tiroid

  • Wanita yang berusia lebih dari 60 tahun
  • Wanita dengan penyakit autoimun
  • Wanita yang memiliki riwayat keluarga penyakit tiroid
  • Wanita yang melalui perawatan dengan yodium radioaktif atau obat anti-tiroid
  • Wanita yang terbiasa menerima radiasi pada leher atau dada bagian atas
  • Wanita yang telah menjalani operasi tiroid (partial tiroidektomi)
  • Wanita yang sedang hamil atau melahirkan bayi dalam kurun waktu enam bulan terakhir.

Demikian penjelasan kami mengenai gejala dan tanda-tanda tiroid bermasalah yang harus diketahui wanita. Info di atas telah kami rangkum dari berbagai sumber. Jika Anda memiliki pertanyaan spesifik mengenai tiroid yang tidak kami jelaskan di atas, Anda bisa langsung menghubungi dokter yang ahli di bidangnya. Semoga bermanfaat. 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: