Gejala & Pengobatan Pneumonia Pada Bayi Dan Anak-Anak

pneumonia, radang, paru-paru, bayi, usia, bulan, gejala, tanda, penyebab, kuman, pengobatan, pola, hidup, sehat, udara, kotor, rentan, bayi, sesak, diare, risiko, dokter, konsultasi Ilustrasi: ibu dan bayi sehat

Mungkin menyenangkan bagi orang tua mendengarkan suara mendengkur halus ketika sedang tidur. Tetapi, perlu diwaspadai, bisa jadi itu merupakan pertanda dari pneumonia/bronkopnemunomia atau radang paru-paru.

pneumonia seringkali menyerang bayi dan -anak. Berita baiknya adalah itu dapat disembuhkan secara cepat dengan sederhana dan konsumsi sesuai dosis dan anjuran, tetapi bisa saja ada yang disertai dengan diare, bisa membuat penderita membutuhkan penanganan lebih lanjut. Apabila bayi Anda mengalami infeksi pada dada secara berulang, segera konsultasikan dengan dokter.

Apa Itu Pneumonia?

Bronkopneumonia atau sering disebut pneumonia pada anak-anak merupakan peradangan yang mengenai parenkim (jaringan) paru, pada bagian terjauh dari bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius, dan alveoli, serta menimbulkan konsolidasi (saling menempel) jaringan paru dan pertukaran gas setempat.

Terjadinya pneumonia bergantung pada banyaknya kuman, tingkat kemudahan dan luasnya daerah paru yang terkena serta daya tahan tubuh. Adapun yang merupakan faktor predisposisi antara lain kebiasaan merokok oleh orang sekitarnya, pasca infeksi virus, keadaan imunodefisiensi, kelainan atau kelemahan struktur organ dada serta penurunan kesadaran.

& Tanda

Ilustrasi: gejala pneumonia, suhu badan bayi meningkat (sumber: orami.co.id)

Gejala klinis yang dapat ditemukan dapat ringan, fulminan (berat), bahkan fatal. Adanya demam, batuk non-produktif (tidak berdahak) atau produktif (berdahak) dengan sputum purulen (kekuningan), nyeri dada pleuritik (dipengaruhi oleh pernapasan), menggigil, rigor, serta napas yang pendek adalah gambaran yang sering ditemukan. Selain itu dapat juga ditemukan pasien dengan keluhan nyeri kepala, mual, muntah, diare, myalgia (nyeri otot), arthralgia (nyeri sendi) serta fatigue (kecapaian).

Menurut dr. Darmawan Budi Setyanto,SpA(K), mengatakan bahwa gejala pneumonia dianggap hampir sama dengan selesma (pilek), dan tidak ada efek dramatis seperti meninggal atau cacat, sehingga orang sering mengabaikan penyakit ini. Padahal, penyakit pneumonia berbahaya karena dapat menyebabkan kematian pada anak akibat paru-paru tidak dapat mendapatkan oksigen bagi tubuh.

Kondisi awal yang dianggap biasa itulah yang kurang menjadi perhatian bagi orangtua. Menurut WHO, pneumonia merupakan kematian tunggal pada anak terbesar di seluruh dunia. Setidaknya hampir dua juta balita atau sekitar 20 persen kematian balita di seluruh dunia. Angka ini lebih tinggi dibanding kematian akibat AIDS, malaria, dan campak jika digabungkan.

Tanda-tanda yang sering timbul adalah takipnea, yang merupakan kondisi pernapasan cepat dan dangkal karena ketidakseimbangan antara karbondioksida dan oksigen di dalam tubuh. Tanda lainnya adalah takikardi, yang merupakan kondisi di mana detak jantung melebihi 100 kali per menit. Dalam keadaan normal, jantung berdetak sebanyak 60 hingga 100 kali per menit.

Penyebab Pneumonia

Ilustrasi: bayi menangis akibat tak enak badan

 

Pneumonia disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, penyebab terseringnya adalah (S.pneumonia, H.influenza, S.aureus, P.aeruginosa, M.tuberculosis, M.kansasii, dsb), namun dapat juga disebabkan oleh jamur (P.carinii, C.neoformans, H.capsulatum, C.immitis, A.fumigatus, dsb), protozoa (toksoplasma) serta virus (CMV, herpes simpleks).

Kuman penyebab biasanya berbeda di antara satu daerah dengan daerah lainnya, juga berkaitan dengan interaksi faktor-faktor terjadinya infeksi, cara terjadinya infeksi serta perubahan keadaan pasien seperti gangguan sistem imun, adanya penyakit kronik, polusi lingkungan dan juga penggunaan antibiotik yang tidak tepat.

Menurut dr. Budi, SpA(K), pneumonia bisa mencapai paru-paru melalui beberapa rute. Pertama, kuman di udara kotor terhirup melalui hidung dan tenggorokan sampai ke paru dan terjadi infeksi. Kedua, menyebar melalui darah.

Bayi baru lahir merupakan kelompok paling rawan yang rentan tertular pneumonia dari ibunya melalui jalan lahirnya saat proses persalinan. Selain bayi, anak-anak dengan sistem imunitas yang rendah juga termasuk kelompok yang rawan terkena pneumonia. Balita yang tidak menerima ASI eksklusif, akan kekurangan zat seng. Begitu juga dengan penderita AIDS atau campak, juga memiliki risiko pneumonia tinggi. Anak-anak yang tinggal di pemukiman yang kumuh, miskin, padat, jorok, dan kotor, juga termasuk kelompok yang beresiko lebih tinggi terkena pneumonia.

Pengobatan Yang Dapat Dilakukan

Ilustrasi: pengobatan pneumonia dengan memberikan antibiotik (sumber: theconversation.com)

Orangtua sebenarnya tidak perlu membawa anaknya yang sakit pneumonia ke dokter atau rumah sakit. Tidak semua anak dengan pneumonia perlu dirawat di rumah sakit. Jika masih tergolong ringan, anak bisa dirawat oleh keluarganya di rumah, yaitu cukup dengan pemberian obat antibiotik pilihan dengan dosis tepat dan teratur, dalam 1-2 minggu anak bisa sembuh total, tergantung imunitasnya.

Jika pengobatannya tidak optimal, maka efek jangka panjangnya adalah terjadinya kerusakan organ-organ di paru-paru. Namun, jika gejalanya memburuk maka orangtua harus segera membawa anak kembali ke rumah sakit. Tetapi, anak di bawah 2 tahun yang terkena pneumonia harus dirujuk ke rumah sakit karena berisiko tinggi untuk berkembang menjadi penyakit berat, bahkan kematian.

Namun, secara umum, ada beberapa pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengobati pneumonia, yaitu:

  • Antibiotik, umumnya diberikan lewat injeksi.
  • Bila dicurigai disebabkan oleh infeksi virus (terutama pada anak-anak di bawah 2 tahun) maka peningkatan imun tubuh harus ditingkatkan seperti asupan susu, istirahat.
  • Bila sangat sesak, dapat dirawat di rumah sakit, dan diberikan oksigen, serta infus bila sulit masuk cairan (bayi sulit menyusu).
  • Banyak kasus anak baru sembuh ketika dilakukan uap/nebulizer pada anak.
  • Status gizi juga harus diperhatikan, pemberian vitamin, makan serta minum yang cukup.

Pneumonia atau bronkopneumonia dapat disembuhkan apabila mendapatkan pengobatan yang adekuat. Untuk mendapat pengobatan yang tepat dan adekuat, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Selain itu, Anda juga perlu menghindari paparan asap rokok, asap knalpot kendaraan/polusi, debu dan juga selalu menerapkan pola hidup bagi bayi Anda.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: