Gejala Kehamilan yang Bikin Ibu Hamil Malu

Ilustrasi: ibu hamilIlustrasi: ibu hamil

Perubahan fisik pada wanita hamil sebenarnya merupakan hal yang biasa. Namun, tidak bagi sebagian ibu yang baru saja mengalami kehamilan. Beberapa wanita bahkan malu dengan bentuk fisiknya yang mulai melebar dengan perut buncit. Masih ada banyak gejala kehamilan lainnya yang bisa membuat ibu hamil merasa malu.

Menurut Obstetrician and Gynecologist, Michele M. Hakakha, MD, banyak hal terjadi pada tubuh wanita ketika ia hamil, dan kebanyakan mengejutkan, sehingga tak jarang membuat wanita merasa malu. Beberapa hal yang sering terjadi secara mengejutkan, seperti pertumbuhan rambut di bagian perut, bersendawa berlebihan, sembelit, keputihan, dan wasir. Selain itu, masih ada beberapa gejala kehamilan yang membuat wanita hamil malu.

Sering Buang Gas

Hampir semua wanita hamil akan merasa sering buang gas. Ini karena kehamilan dapat meningkatkan hormon yang memperlambat sistem pencernaan. Tak jarang pula kebanyakan wanita hamil sering buang gas tanpa sadar. Inilah yang membuat mereka merasa malu, apalagi jika sedang menghadiri acara keluarga.

Dikatakan Hakakha, olahraga membantu meningkatkan motilitas saluran GI, memungkinkan makanan lebih cepat dicerna. Selain itu, untuk mengatasi buang gas berlebihan, Anda bisa untuk tidak duduk dalam waktu yang lama. Duduk terlalu lama menyebabkan makanan dalam perut terfermentasi dengan cepat, sehingga gas yang dihasilkan semakin banyak. Cara lain, yaitu dengan menghindari beberapa jenis makanan yang dapat meningkatkan kadar gas dalam perut, seperti minuman berkarbonasi, kacang-kacangan, brokoli, kembang kol, dan buah kering.

Baca juga:  Cara Simpel & Ampuh Singkirkan Jerawat di Pantat
Ilustrasi: ibu hamil kentut (sumber: howstuffworks.com)

Ilustrasi: ibu hamil kentut (sumber: howstuffworks.com)

Stres Inkontinensia Urine

Gejala kehamilan lainnya yang membuat sebagian besar wanita hamil merasa malu, yaitu stress inkontinensia urin. Ini adalah gejala ketika ibu hamil tidak sengaja mengeluarkan urin saat mereka bersin, batuk, atau tertawa. Gangguan ini disebabkan oleh proses kehamilan itu sendiri yang secara signifikan berpengaruh pada fungsi saluran kemih bagian bawah, dan berat uterus yang tidak hanya memberikan tekanan terhadap kandung kemih, tapi juga mengganggu kandung kemih.[1]

Banyak dokter merekomendasikan wanita hamil menggunakan panty liner untuk mengatasi kebocoran selama beberapa bulan terakhir kehamilan, ketika inkontinensia stres lebih mungkin terjadi. Sering ke kamar mandi juga dapat membantu.

Tumbuh Rambut di Wajah

Pada saat kehamilan, hormon yang mengontrol pertumbuhan rambut dapat menjadi semakin meningkat. Ini membuat rambut tumbuh di tempat-tempat yang tidak diinginkan, termasuk wajah atau perut. Meskipun begitu, pertumbuhan rambut yang tidak terkontrol juga membuat penampilan rambut di kepala menjadi lebih indah dan lebat.

Baca juga:  Cara Facial di Rumah dengan Produk Viva yang Super Hemat

Dilansir dari Web MD, waxing atau tweezing adalah metode paling aman untuk menghilangkan rambut di bagian yang tidak diinginkan selama kehamilan. Metode lainnya, seperti penggunaan krim wajah atau menggunakan laser, tidak dianjurkan untuk wanita hamil. “Selama kehamilan, perawatan laser pada wajah dapat memengaruhi pigmen kulit, dan itu dapat menyebabkan jaringan parut,” kata Kim Hoover, MD, seorang profesor kebidanan dan ginekologi University of Alabama di Birmingham.

Wasir (Hemorrhoid)

Ilustrasi: gejala wasir saat hamil (sumber: romper.com)

Ilustrasi: gejala wasir saat hamil (sumber: romper.com)

Wasir memang sering dijumpai pada wanita hamil, dan ini merupakan keadaan fisiologis menyertai kehamilan. Kehamilan akan meningkatkan risiko hemorrhoids pada wanita, dan lebih dari 50% wanita hamil mengalami kasus tersebut. Risiko wasir pada wanita hamil akan mengalami peningkatan 20% hingga 30% setelah kehamilan kedua atau lebih. [2]

Untuk mengatasinya, ibu hamil yang terkena wasir bisa melakukan pengobatan secara konservatif atau melakukan terapi. Dikatakan Hakakha, ibu hamil sering mengalami wasir diiringi dengan sembelit saat buang air besar. Seperti diketahui, sembelit adalah salah satu keluhan paling umum dalam kehamilan. Untuk mencegah wasir pada ibu hamil, Anda bisa mengonsumsi air yang banyak dan mengonsumsi makanan berserat, seperti sayur dan buah.

Baca juga:  Cara Menghilangkan Bopeng di Wajah Menurut Pengalaman Beberapa Orang

Jerawat

Jerawat yang tak terkontrol juga salah satu gejala kehamilan yang lumrah. Meskipun begitu, banyak wanita yang merasa malu, karena wajahnya tidak semulus sebelum hamil. Jerawat disebabkan oleh hormon pada ibu hamil yang meningkat. Jerawat ini akan timbul pada trimester pertama  hingga trimester 4.

Untuk mengatasinya, Anda tidak bisa menggunakan produk obat jerawat secara sembarangan. Anda harus berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter, mengenai jenis krim atau obat jerawat yang aman untuk ibu hamil. Sebagian besar krim maupun obat jerawat untuk ibu hamil, biasanya berbahan dasar herbal atau memiliki dosis rendah.

Itulah beberapa gejala kehamilan yang sering membuat ibu hamil merasa malu. Meskipun begitu, Anda sebenarnya tidak perlu merasa malu, karena itu semua adalah hal yang wajar. Anda bisa berkonsultasi secara bebas dengan dokter kandungan Anda untuk mengatasi semua gejala tersebut.

[1] Kusumawati, Widya & Yunda Dwi Jayanti. 2018. Efek Senam Hamil Terhadap Stre Inkontinensia Urin (SIU) pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tiron. Jurnal Ilmu Kesehatan Akbid Dharma Husada Kediri.

[2] Carolina, Leliana, Kurdi Syamsuri & Efman Manawan. 2014. Hermoid dalam Kehamilan. Jurnal Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Palembang.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: