Gejala dan Cara Mencegah COVID-19 pada Anak

Ilustrasi: anak-anak memakai masker (unsplash: Kelly Sikkema)Ilustrasi: anak-anak memakai masker (unsplash: Kelly Sikkema)

Tak hanya menyerang orang dewasa dan lansia, coronavirus juga bisa menginfeksi anak. Dengan gejala yang hampir sama dengan influenza, membuat beberapa orang kebingungan untuk membedakannya, khususnya pada anak. Supaya anak-anak tidak mudah terpapar virus ini, dianjurkan untuk melakukan pencegahan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Gejala COVID-19 pada Anak

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan Severe Acute Respiratory Syndrome-Coronavirus-2 (SARS-CoV-2) dan terbukti menyebabkan penyakit dengan potensi kerusakan organ vital, di antaranya paru-paru, jantung, hati, dan ginjal.[1] Infeksinya menimbulkan risiko yang cukup besar bagi pasien dengan risiko pneumonia tinggi.

Kasus COVID-19 pada anak-anak biasanya memiliki gejala yang ringan seperti batuk, demam, dan kelelahan. Selain itu, juga disertai hidung tersumbat dan sakit kepala. Namun, dilansir dari HuffPost, COVID-19 yang sudah berkembang menjadi COVID-19 varian delta menyebabkan gejala yang cukup kronis pada sebagian anak. Gejalanya tidak hanya berupa kelelahan, tetapi juga sesak napas dan kabut otak (brain fog).

Masih dari sumber yang sama, sebagian besar keluhan paling umum dari anak-anak yang terinfeksi COVID-19 adalah kelelahan. Rasa lelah pada anak dengan coronavirus tentu berbeda dengan anak normal. Pasien COVID-19 anak biasanya mudah lelah dan lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur. Perasaan lelah yang dirasakan hampir sama dengan orang yang sakit influenza berat.

Baca juga:  Apa Itu Attachment Style dan Bagaimana Memengaruhi Kisah Cinta Anda?

Selain kelelahan, pada beberapa kasus, ditemukan anak yang kesulitan bernapas. Seorang spesialis paru anak dari CS Mott Children’s Hospital bernama Caret Muleng menerangkan, sesak napas tidak hanya diderita anak yang terinfeksi COVID-19 dengan riwayat gangguan pernapasan, tetapi juga beberapa anak yang terinfeksi COVID-19 varian delta.

Ilustrasi: tes COVID-19 pada anak (sumber: npr.org)

Ilustrasi: tes COVID-19 pada anak (sumber: npr.org)

Pada kondisi tertentu atau jika anak-aak sudah mengalami masa kronis akibat coronavirus, gejala tersebut bisa berkembang. Tingkat kelelahan yang parah dan tanpa henti juga bisa muncul. Selain itu, terdapat gejala lain yang mungkin dirasakan, seperti pusing dan jantung berdebar.

Ditemukan juga gejala COVID-19 yang cukup jarang pada beberapa pasien anak, yakni mengalami kabut otak atau brain fog. Ini adalah kondisi ketika anak mengalami kesulitan berpikir dan konsentrasi. Brain fog biasanya memicu pikun atau tiba-tiba lupa dengan apa yang akan dan sedang dilakukan.

Baca juga:  Rhinoplasty, Tren Operasi Kosmetik Untuk Perbaiki Penampilan Hidung

Menurut American Academy of Pediatrics, hal ini terbilang cukup berbahaya, karena pada anak-anak dan remaja, gejala seperti ini bisa berkembang menjadi gangguan mental ADHD (Attention Deficit/Hyperactivity) tanpa hiperaktif. Sementara mudah mengidentifikasi anak yang mengalami ADHD dengan hiperaktif, ADHD seperti ini terbilang sulit diketahui.

Gejala COVID-19 lainnya pada anak yang mungkin dapat muncul adalah kehilangan penciuman dan rasa. Ini mudah sekali diketahui, karena anak-anak sangat sensitif terhadap rasa dan aroma. Gejalanya dapat memengaruhi selera makan anak. Beberapa anak yang memiliki nafsu makan tinggi, menjadi tidak nafsu makan sama sekali saat terserang gejala seperti ini.

Gejala COVID-19 pada anak-anak umumnya tidak berlangsung lama dan minimal 14 hari. Namun, pada beberapa kasus kronis, bisa menjadi berkepanjangan hingga tiga bulan untuk dapat dinyatakan benar-benar sembuh. Pengobatan yang intensif memang sangat diperlukan pada pasien, sementara mencegahnya lebih mudah daripada mengobati.

Cara Mencegah Gejala Covid-19 pada Anak

  • Ajari anak mencuci tangan dengan benar. Dilansir dari ALODOKTER, cara paling sederhana untuk mencegah gejala coronavirus pada anak adalah mengajari mereka cuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama 20 detik. Pastikan si kecil mampu membasuh seluruh bagian tangan, termasuk punggung tangan, sela-sela jari, dan ujung kuku.
  • Biasakan anak menggunakan masker. Masker termasuk salah satu APD (Alat Perlindungan Diri) yang cukup ampuh untuk menghindari gejala penyakit menular, termasuk COVID-19. Pilihlah masker yang pas untuk ukuran mulut dan hidung anak. Pastikan si kecil bisa memakainya dengan benar.
  • Berikan makanan yang bergizi dan bervitamin untuk anak. Makanan sangat penting bagi anak, selain untuk menunjang tumbuh kembangnya, juga sebagai booster untuk meningkatkan daya imun. Semakin kuat daya imunnya, si kecil tidak akan mudah tertular virus dan penyakit.
Baca juga:  Anak Suka Pilih-Pilih Makanan? Ini Penyebab dan Bahayanya

Selain cara di atas, Anda juga harus memastikan bahwa anak Anda rajin berolahraga. Olahraga sangat penting untuk melatih daya tahan tubuh. Minimal, anak berlari di sekitar rumah selama 15 menit setiap hari. Ini juga bisa sebagai salah satu booster untuk meningkatkan daya imunnya.

[1] Nurhidayah, Ikeu, Mega Tamara, Dyah Setyorini. 2021. Karakteristik Covid-19 pada Anak. Jurnal Ilmu Keperawatan Anak Universitas Padjadjaran, Vol. 4(1): 7-18.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: