Anak Sering Alami Gangguan Tidur? Ini Mungkin Gejala ADHD

Ilustrasi: anak mengalami kesulitan tidur (sumber: sleepopolis.com)Ilustrasi: anak mengalami kesulitan tidur (sumber: sleepopolis.com)

Pastinya sebagian dari Anda sudah tidak asing lagi mendengar ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), ini merupakan salah satu gejala atau gangguan mental yang biasanya terjadi pada usia balita hingga anak-anak. Umumnya, gangguan ini diderita oleh balita berusia 2 tahun hingga anak-anak dengan usia 12 tahun. ADHD sendiri sering dihubungkan dengan gangguan tidur yang sering terjadi pada anak-anak. Beberapa anak bahkan bisa mengidap ADHD secara permanen atau berkepanjangan jika tidak dilakukan penanganan dari ahli medis atau therapist.

Bagi Anda yang belum familiar dengan ADHD, ini adalah salah satu gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak-anak. ADHD dapat menyebabkan aktivitas anak menjadi tidak lazim dan cenderung berlebihan. Dilansir dari halodoc, ada beberapa gejala ADHD pada anak-anak yang bisa diketahui, yaitu perilaku hiperaktif, impulsif, dan kurang perhatian. Anak-anak dengan ADHD juga sering meminta perhatian orang dengan melakukan hal-hal ‘aneh’, seperti membuang-buang makanan atau berlarian dan loncat kesana-kemari dengan tidak jelas. Masih ada beberapa gejala yang timbul akibat ADHD pada anak-anak, seperti berikut.

Gejala Anak dengan ADHD

  • Sulit memulai suatu pekerjaan. Anak-anak dengan ADHD memiliki gangguan terhadap perkembangan peningkatan aktivitas motoriknya. Ini membuat mereka tidak bisa fokus pada satu hal dan cenderung susah untuk melakukan sebuah pekerjaan dengan baik. Mereka juga sulit memulai sebuah pekerjaan, karena kelambatan dalam mengatur motorik mereka.
  • Sulit mengontrol emosi. Gejala ADHD yang paling umum dan dapat dilihat dengan jelas, yaitu cara mereka mengendalikan emosi. Anak-anak dengan ADHD memiliki emosi yang labil dan tidak seperti anak pada umumnya, mereka juga terlalu berlebihan dalam beremosi. Mereka akan lebih sering terpancing dengan hal-hal kecil. Mereka akan cepat marah, sedih, atau gembira dalam waktu singkat. Emosi seperti ini dapat diredakan dengan cepat dengan cara mengalihkan perhatian mereka.
  • Perhatian mudah teralihkan. Anak-anak dengan ADHD memiliki tingkat fokus yang kurang dan lebih dinamis dalam berpikir. Mereka akan mudah bosan dengan satu hal, dan cenderung teralihkan dengan hal lain di sekitarnya. Dengan begini, mereka tidak bisa berkonsentrasi dengan baik. Ini membuat banyak anak dengan ADHD menjadi tertinggal dalam hal belajar dan prestasi, dan mereka sering butuh cara belajar yang khusus.
Baca juga:  Tanda-Tanda Bayi Memiliki Alergi Terhadap MPASI & Cara Mengatasinya

Gangguan Tidur pada Anak ADHD

Jika Anda menemukan beberapa gejala tersebut pada anak Anda, ada baiknya Anda segera berkonsultasi kepada psikiater anak. Gejala ADHD juga dikaitkan dengan gangguan tidur, seperti susah tidur, kaki gelisah saat tidur, dan masih banyak lagi. Meskipun begitu, tidak setiap anak dengan ADHD memiliki masalah tidur, tetapi itu bisa terjadi.

Ilustrasi: anak mengalami kesulitan tidur

Ilustrasi: anak mengalami kesulitan tidur

Dalam sebuah penelitian, sekitar lima dari 10 orang tua yang memiliki anak dengan ADHD mengatakan bahwa anak mereka sering mengalami susah tidur. Orang tua tersebut juga melaporkan bahwa anak mereka merasa lelah ketika mereka bangun, mengalami mimpi buruk, atau memiliki masalah tidur lainnya seperti sleep apnea atau sindrom kaki gelisah. Studi lain yang melibatkan anak-anak dengan ADHD menemukan beberapa anak dengan ADHD kesulitan bangun dan sering merasa mengantuk di siang hari.

Baca juga:  Takaran Susu SGM 1 Plus untuk Anak Usia 1-3 Tahun

Gangguan tidur lainnya pada anak dengan ADHD, yaitu mendengkur saat tidur. Seperti yang kita ketahui, kebanyakan orang memang mendengkur, bahkan bayi pun bisa mendengkur saat tidur. Meskipun begitu, pada studi yang dilakukan dengan peserta anak-anak berusia lima hingga tujuh tahun, menjelaskan bahwa mendengkur lebih sering terjadi pada anak-anak dengan ADHD ringan daripada anak-anak lain. Dalam analisis lain, anak-anak dengan ADHD dapat mendengkur dua kali lipat dibanding anak-anak tanpa ADHD. Anak-anak dengan ADHD yang mendengkur cenderung mendapat skor lebih buruk pada tes konsentrasi, kemampuan bahasa, dan kecerdasan.

Sleep apnea pun dapat terjadi pada anak-anak dengan ADHD. Gejala sleep apnea secara umum, ketika anak-anak mulai berhenti bernapas saat tidur dan kembali bernapas lagi dalam waktu singkat. Sleep apnea dapat terjadi sepanjang malam ketika mereka tidur. Tentunya ini sangat berbahaya bagi kesehatan jika dibiarkan begitu saja.

Anak-anak yang memiliki sleep apnea akan merasa kelelahan di siang hari. Karena itu, mereka memiliki masalah sulit berkonsentrasi dan lebih mudah tersinggung dengan hal-hal kecil. Sleep apnea pada anak-anak ADHD dapat diobati dengan konsultasi terlebih dahulu ke dokter anak atau dokter THT.

Baca juga:  Jangan Asal Beri Makanan Baru! Ini Bahaya Madu untuk Bayi

Anak-anak dengan ADHD juga sering mengalami sindrom kaki gelisah atau restless leg syndrome (RLS). Kondisi ini ditandai dengan adanya gerakan kecil pada bagian kaki saat tidur. Biasanya, anak-anak dengan ADHD yang mengalami RLS akan merasakan sensasi berjalan kaki atau merangkak ketika tidur. Karena adanya sensasi seperti itu, mereka tak jarang menggerakkan kaki seperti orang berjalan. Sindrom kaki gelisah dapat menyebabkan rasa kantuk berlebihan di siang hari, tak jarang RLS membuat anak-anak dengan ADHD menjadi mudah tertidur di siang hari.

Gangguan tidur pada anak ADHD tentunya tidak hanya bisa diatasi dengan cara medis saja. Anda bisa membantu anak-anak untuk mengatasi masalah tidur mereka. Buatlah kondisi kamar tidur anak yang nyaman dan jauh dari suara bising. Ada baiknya juga Anda selalu mematikan lampu ketika anak akan tidur. Cahaya lampu kamar dapat mengganggu produksi melatonin alami tubuh, sehingga membuat anak dengan ADHD sulit tidur.

Selain itu, ada baiknya juga Anda menghindari penggunaan obat tidur, jika anak Anda mengalami ADHD. Ini akan membuat mereka merasa ketergantungan dan semakin sulit tidur tanpa obat tidur. Jangan lupa untuk berkonsultasi kepada dokter anak atau psikiater anak secara rutin agar proses pengobatan ADHD dapat lebih cepat.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: