Jangan Tertipu dengan yang Palsu, Ini Sederet Manfaat dari Garam Himalaya

Garam Himalaya - www.lazada.co.idGaram Himalaya - www.lazada.co.id

Sejak beberapa tahun silam, keberadaan garam himalaya memang telah menyedot perhatian publik, termasuk masyarakat di Indonesia. Garam berwarna pink ini sudah mulai banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia yang menganggap ada banyak manfaat terkandung di dalamnya. Dibandingkan garam dapur biasa, garam himalaya asli memang dijual dengan harga yang relatif mahal di pasaran. Selain itu, garam himalaya pun agak lebih sulit dicari ketimbang garam biasa. Oleh sebab itu, jangan sampai terkecoh dengan garam himalaya palsu saat sedang berbelanja di pasaran.

Garam Himalaya (Himalayan salt) atau yang juga sering disebut pink rock salt kabarnya berasal dari lapisan garam endapan dari lautan purba 250 juta tahun yang lalu dan kemudian lapisan laut terangkat saat Himalaya terbentuk. Garam tersebut didapatkan dari hasil tambang di daerah sekitar Himalaya, namun kebanyakan berasal dari Pakistan. Tepatnya, di tambang garam terbesar kedua di dunia, yang terletak di Khewra, Pakistan.

Manfaat Garam Himalaya - shopee.co.id

Manfaat Garam Himalaya – shopee.co.id

Manfaat Garam Himalaya

  • Garam himalaya mengandung mineral dan elemen yang sama dengan tubuh, sehingga relatif mudah diserap sel tubuh Anda. Bahkan kabarnya, mandi dengan garam himalaya dapat membantu Anda menyerap lebih banyak mineral dibanding memakannya.
  • Dapat dimanfaatkan sebagai terapi kecantikan. Di sejumlah tempat layanan kecantikan, garam himalaya sering digunakan sebagai scrub pembersih kulit.
  • Mengandung banyak mineral yang baik untuk tubuh. Garam dapur dan garam himalaya sama-sama tinggi kandungan natrium klorida. Tetapi konon, garam himalaya mengandung 84 mineral yang berbeda, seperti kalium, kalsium, magnesium, sulfur, dan zat besi. Sayangnya, mineral lain yang terkandung dalam garam himalaya hanya 2 persen atau konsentrasinya kecil.
  • Garam himalaya sering disebut-sebut lebih alami dibanding garam dapur. Pasalnya, garam dapur kerap diberi tambahan zat-zat lainnya untuk mencegah penggumpalan, misalnya natrium aluminosilikat atau magnesium karbonat. Sementara itu, proses penyulingan garam himalaya tak memakai zat aditif apapun.
  • Menambah cita rasa dalam makanan. Kandungan mineral yang beragam dalam garam himalaya membuat masakan terasa lebih berbeda. Selain itu, memberi sejumput garam himalaya dalam masakan kabarnya dapat mempersingkat waktu memasak. Pasalnya, garam dikenal dapat menyebarkan panas dengan lebih merata.
  • Melawan bakteri. Garam dikenal sebagai bahan yang bersifat anti-mikroba. Selain baik untuk mengawetkan makanan, antimikroba yang ada dalam garam himalaya pun diklaim dapat membantu tubuh melawan infeksi.
Baca juga:  Varian Produk Bedak Inez Untuk Jenis Kulit Kering

Garam himalaya berwarna merah muda dan diklaim memiliki berbagai manfaat kesehatan. Sayangnya, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut hingga saat ini.[1] Selain itu, bagaimanapun juga konsumsi garam secara berlebihan juga kurang baik untuk kesehatan Anda. Garam himalaya sebaiknya hanya dikonsumsi sebanyak 6 gram (2.400 mg sodium) atau setara dengan 1 sendok teh untuk orang dewasa. Sedangkan pada anak-anak, kebutuhan garam per hari lebih sedikit dibanding orang dewasa. Anda perlu mengatur secara bijak, berapa banyak garam himalaya yang perlu Anda konsumsi sehari-hari.

Ciri Garam Himalaya Asli - www.mcgill.ca

Ciri Garam Himalaya Asli – www.mcgill.ca

Ciri Garam Himalaya Asli & Palsu

Dilansir dari Hoaxes, garam himalaya memperoleh warna kemerahan dari jejak mineral di dalam garam, seperti magnesium, kalium, dan kalsium. Garam himalaya palsu biasanya tidak berwarna kemerahan. Kemudian, garam merah muda Himalaya secara kimiawi mirip dengan garam biasa, mengandung hingga 98% natrium klorida. Lantaran memiliki kandungan hingga 98% natrium klorida, menandakan bahwa hanya sekitar 2% yang terdiri dari berbagai mineral ini.

Baca juga:  Harganya Terjangkau, Toner Wardah Acne Tightening Dikhususkan Kulit Berminyak Dan Berjerawat

Garam Himalaya umumnya berwujud kristal berukuran lebih besar dari garam konvensional, sehingga secara teknis per sendok teh mengandung lebih sedikit natrium. Garam himalaya juga mempunyai rasa lebih asin, oleh sebab itu Anda dapat menggunakan lebih sedikit garam dalam masakan untuk mencapai rasa yang sama dengan garam konvensional.

Namun, garam himalaya juga tersedia dalam ukuran butiran yang lebih kecil menyerupai garam biasa. Pertimbangkan ini saat membumbui makanan dan mengukur asupan natrium. American Heart Association (AHA) menyarankan bahwa lebih dari 75 persen asupan natrium sudah ada dalam makanan olahan. Garam meja tidak menambah kandungan natrium dalam makanan.

[1]Hanindita, M. 2019. Mommyclopedia 567 Fakta Tentang MPASI. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: