Awas, Gangguan Mental Bisa Sebabkan Penyakit Jantung

Ilustrasi: gangguan kesehatan mental (pexels: Andrew Neel)Ilustrasi: gangguan kesehatan mental (pexels: Andrew Neel)

Ada beberapa cara umum untuk menangkal penyakit jantung, seperti olahraga teratur, diet sehat, dan minum suplemen. Namun, Anda juga perlu waspada bahwa penyakit jantung bisa muncul akibat adanya gangguan pada mental atau pikiran Anda. Beberapa jenis gangguan pikiran yang bisa menimbulkan gejala penyakit jantung, di antaranya stres, depresi, dan trauma.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, para peneliti telah menemukan hubungan antara kesehatan mental yang buruk dan risiko penyakit jantung. Dalam studi ini dijelaskan, individu dengan gangguan mental memiliki risiko penyakit jantung tinggi, karena gangguan kesehatan mental bisa memengaruhi perilaku Anda yang menjadi buruk.

Masih dari sumber yang sama, orang dengan kesehatan mental rendah diketahui cenderung melupakan gaya hidup sehat dan memilih pola hidup tidak sehat, seperti tidak berolahraga dan suka minum alkohol. Selain itu, gejala gangguan mental seperti stres dan depresi yang mampu mengubah fisik dapat menimbulkan gejala penyakit kardiovaskular dan berikut penjelasannya.

Stres

Ilustrasi: stres (pexels: David Garrison)

Ilustrasi: stres (pexels: David Garrison)

Stres jangka panjang diketahui dapat meningkatkan tekanan darah, memengaruhi aliran darah ke jantung, menurunkan kemampuan jantung memompa darah, dan memicu gejala aritmia jantung. Selain itu, stres konon dapat mengaktifkan sistem pembekuan darah dan respons inflamasinya yang membuat kesehatan jantung menurun.

Baca juga:  Tak Hanya Orang Dewasa, Anak Bisa Memiliki Suicidal Thoughts

Jika stres seperti ini tidak diatasi, maka gangguan mental tersebut akan meningkat menjadi stres kronis. Stres kronis inilah yang konon paling berbahaya untuk kesehatan jantung Anda. Penyakit mental ini tidak hanya menyebabkan gejala penyakit jantung seperti yang sudah disebutkan, tetapi juga bisa berisiko terhadap gagal jantung dan kematian.

Penelitian menunjukkan bahwa stres memberi kontribusi 50% hingga 70% terhadap penyakit kronis selain penyakit kardiovaskular, antara lain hipertensi, kanker, penyakit kulit, infeksi, penyakit metabolik, dan gangguan hormon.[1] Sebaiknya Anda segera meredakan stres Anda dengan cara meditasi, pergi ke psikiater, dan minum obat sebagai terapi, sehingga Anda terhindar dari penyakit mematikan tersebut.

Trauma

Ilustrasi: trauma

Ilustrasi: trauma

Hampir semua manusia pernah mengalami trauma, tetapi dengan tingkat keparahan yang berbeda. Jika trauma Anda terlalu parah dan bersifat permanen, sebaiknya Anda waspada dan segera mencari solusi untuk meredakan gejalanya. Hal ini karena trauma bisa memicu gangguan kesehatan jantung.

Baca juga:  Tak Cuma Enak, Ini Manfaat Lain Tape Singkong untuk Kecantikan & Kesehatan

Salah satu penyebab trauma kronis adalah pengalaman masa kecil, seperti pelecehan fisik, seksual, dan emosional. Tak hanya itu, pengalaman masa kanak-kanak yang merugikan bisa menjadi penyebab seseorang mengalami trauma yang sulit dihilangkan. Trauma seperti ini dapat meningkatkan risiko perilaku yang merusak kesehatan, seperti merokok, menggunakan narkoba, dan praktik bunuh diri.

Sebuah tinjauan online yang diterbitkan The Journal of the American Medical Association (JAMA) Cardiology pada 2020 menemukan, orang dewasa yang mengalami empat atau lebih peristiwa traumatis masa kanak-kanak memiliki risiko dua kali lipat penyakit jantung. Tak hanya itu, orang tersebut memiliki risiko dua kali lipat mengalami kematian dini dibandingkan orang normal tanpa pengalaman traumatis.

Trauma kronis yang bisa menyebabkan penyakit jantung memang sulit disembuhkan, karena biasanya bersifat permanen. Sebagai solusi, umumnya dokter akan menyarankan tindakan medis seperti mengonsumsi obat-obatan tertentu, rutin bermeditasi, dan menjaga pola hidup sehat. Hal ini memang tidak mengobati rasa trauma Anda, tetapi membantu meringankan dan menghentikan gejalanya.

Depresi

Ilustrasi: depresi (pexels: Polina Zimmerman)

Ilustrasi: depresi (pexels: Polina Zimmerman)

Tak hanya stres dan trauma, depresi ikut berperan serta dalam mengontrol kesehatan jantung Anda. Diketahui depresi adalah gangguan mental yang berkembang dari stres kronis dan ini mampu menimbulkan gangguan kardiovaskular seperti arteri koroner yang bisa berimbas pada jantung koroner.

Baca juga:  Apakah Benar Minum Kopi Bisa Mencegah Diabetes Tipe 2?

Tak hanya itu, depresi diklaim sebagai momok para pasien penyakit jantung. Jika mereka mengalami penyakit jantung akibat depresi dan depresinya tidak disembuhkan, maka tingkat depresi yang dirasakannya bisa meningkat hingga tiga kali lipat. Bisa dibilang, penyakit jantung dan depresi adalah lingkaran setan.

Depresi pula yang menjadi faktor penyebab serangan jantung berikutnya pada orang yang sudah memiliki gejala depresi dan penyakit kardiovaskular. Sebaiknya, jika Anda mulai mengalami gejala depresi, seperti lelah mental dan kesulitan fokus dengan berbagai hal, cobalah untuk menenangkan diri Anda dengan bermeditasi. Selain itu, Anda harus segera memeriksakan diri ke psikiater untuk mendapatkan obat sebagai bahan terapi.

[1] Musradinur. 2016. Stres dan Cara Mengatasinya dalam Perspektif Psikologi. Jurnal Edukasi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Vol. 2(2): 183-200.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: