Fungsi & Kebutuhan Asam Folat untuk Ibu Hamil

Fungsi Asam Folat untuk Ibu Hamil

Kehamilan menjadi sesuatu yang sangat dinantikan oleh setiap pasangan suami-istri. Tak heran jika setiap ibu yang sedang umumnya akan sangat memperhatikan diri dan janinnya selama 9 bulan mengandung. Seperti yang sudah sering Anda dengar, ibu yang akan atau sedang hamil biasanya dianjurkan untuk mencukupi kebutuhan yang dinamakan asam folat. Lalu apa sebenarnya asam folat untuk ibu hamil? Berikut ulasan lengkapnya.

Manfaat Asam Folat untuk Ibu Hamil

Asam folat atau bentuk sintetis dari vitamin B9 sangat penting bagi Anda yang akan hamil alias program kehamilan (promil) maupun yang sedang hamil. Setidaknya ada beberapa fungsi penting dari asam folat untuk ibu hamil, misalnya saja membantu tabung saraf bayi berkembang pada otak dan sumsum tulang belakangnya, sehingga mencegah terjadinya cacat lahir pada tabung saraf bayi.

Kondisi gangguan tabung saraf dapat menyebabkan bayi mengalami kelainan pada saraf tulang belakang yang disebut spina bifida maupun gangguan pertumbuhan otak yang disebut anencephal. Di samping itu, asam folat juga diyakini bisa mencegah terjadinya bibir sumbing atau kelainan jantung pada bayi.

Asam Folat untuk Ibu Hamil - www.yenisehiryorem.com

Asam Folat untuk Ibu Hamil – www.yenisehiryorem.com

Tak cukup sampai di situ, asam folat juga diklaim bisa membantu mencegah keguguran yang kemungkinan terjadi pada awal masa kehamilan. Pada ibu hamil, asam folat dapat mengobati anemia akibat kekurangan asam folat. Konsumsi asam folat dengan dosis atau takaran yang cukup pun dipercaya bisa mengurangi risiko preeklamsia.

Agar dapat meminimalisir risiko cacat lahir, para ahli biasanya merekomendasikan para ibu hamil untuk mengonsumsi sekitar 400 mikrogram asam folat setiap harinya. Anda bisa memulai mengonsumsi makanan yang mengandung asam folat setidaknya sebulan sebelum Anda merencanakan untuk hamil. Asam folat juga dapat dikonsumsi selama berbulan-bulan (sekitar usia kehamilan 4 sampai 9 bulan) sebanyak 600 mikrogram, dan ketika menyusui kebutuhan asam folat dapat dikurangi menjadi 500 mikrogram.

Makanan yang Mengandung Asam Folat

Di pasaran memang sudah ada banyak susu untuk ibu hamil yang diklaim tinggi kandungan asam folat dan varian rasanya pun biasanya cukup lezat. Namun jika Anda ingin lebih berhemat dan menyukai segala sesuatu yang alami, sebenarnya ada banyak makanan yang memang mengandung asam folat secara alami. Apa saja?

Anda bisa mencukupi asam folat dari beberapa makanan seperti sayur-sayuran hijau layaknya bayam, asparagus, brokoli, kubis, sawi hijau, lobak hijau, hingga selada. Kemudian asam folat juga bisa didapatkan dari buah-buahan seperti avokad, buah bit, jeruk, tomat, pepaya, pisang, cantaloupe, atau melon jingga.

Kedelai dan kacang-kacangan seperti kacang merah, kacang hijau, kacang polong, kacang tanah, kacang lentil yang sudah dimasak, maupun Brussel sprout juga kabarnya kaya akan kandungan asam folat yang baik untuk kesehatan janin Anda. Biji-bijian seperti gandum dan olahan gandum (pasta), jagung atau tepung jagung, dan sereal juga diyakini mengandung asam folat.

Kebutuhan Asam Folat untuk Ibu Hamil

Kebutuhan Asam Folat untuk Ibu Hamil

Selain itu, masih ada banyak makanan lain yang dikenal mengandung asam folat tinggi layaknya ikan salmon, hati sapi, susu dan produk olahannya, daging unggas, makanan laut alias seafood, dan sebagainya. Kebutuhan asam folat setiap individu juga bisa saja berbeda-beda. Beberapa dokter mungkin menganjurkan Anda untuk mengonsumsi obat suplemen yang bisa memenuhi asupan asam folat.

Bagi ibu hamil, asupan asam folat akan disesuaikan dengan usia kehamilan. Dosis asam folat yang biasanya diberikan pada ibu hamil adalah sekitar 400-600 mcg per hari. Di pasaran memang ada beberapa nama atau merek suplemen asam folat seperti Folamil Genio, Folavit, Folda, Ferofort, dan masih banyak lagi. Apabila Anda telah mengonsumsi makanan-makanan yang kaya akan kandungan asam folat namun masih merasa perlu untuk mendapatkan suplemen asam folat tambahan, Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda, sebab tiap produk kemungkinan memiliki dosis atau aturan minum yang berbeda.

Ciri-Ciri Ibu Hamil yang Kekurangan Asam Folat

  • Berat badan tidak bertambah. Selama hamil, peningkatan berat badan adalah hal yang wajar. Biasanya berat badan selama hamil bisa naik lebih dari 14 kg. Tetapi bila Anda tidak kunjung mengalami kenaikan berat badan bahkan setelah melewati trimester pertama kehamilan, diiringi dengan gejala mudah lelah dan pusing, maka bisa jadi Anda kekurangan zat gizi.
  • Sering merasa lelah. Ibu hamil yang kekurangan asam folat biasanya akan mudah merasa lebih lelah.
  • Mudah jatuh sakit. Kekurangan nutrisi tertentu seperti asam folat ternyata bisa mengganggu daya tahan tubuh dan kesehatan ibu hamil. Hal ini pula yang mengakibatkan Anda mudah jatuh sakit.
  • Anemia. Anemia terjadi saat tubuh kekurangan hemoglobin atau sel darah merah. Anemia juga bisa menjadi salah satu gejala dari kekurangan asam folat, sebab kurangnya nutrisi tersebut membuat tubuh Anda tak bisa memproduksi sel darah merah yang dibutuhkan oleh tubuh termasuk janin.
  • Kulit tampak pucat. Anemia akibat kekurangan asam folat juga bisa berdampak pada kulit Anda yang terlihat lebih pucat.
  • Mengalami masalah pencernaan. Orang yang kekurangan asam folat biasanya mengalami masalah pencernaan seperti diare, kehilangan nafsu makan, hingga berat badan berkurang.
  • Rambut rontok dan beruban. Kekurangan asam folat dalam tubuh dapat mempengaruhi nutrisi untuk rambut sehingga mengakibatkan kerontokan dan tumbuhnya uban.

Apabila Anda mengalami tanda-tanda atau gejala di atas, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui solusi dan penanganan yang tepat.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: