Faktor Penghambat dan Cara Meningkatkan Fungsi Eksekutif pada Anak

Ilustrasi: anak-anak bermainIlustrasi: anak-anak bermain

Fungsi eksekutif atau executive function adalah hal yang sangat penting dan harus diajarkan pada anak-anak, karena tidak bisa didapatkan secara langsung ketika mereka menjadi dewasa. Executive function bisa diajarkan secara bertahap untuk mempermudah proses pengembangan mereka. Sebelum mengajarkan fungsi eksekutif pada anak, Anda juga perlu memahami definisi tentang kemampuan ini.

Apa Itu Fungsi Eksekutif Anak?

Secara umum, fungsi eksekutif didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengontrol dan mengelola proses kognitif dan perilaku.[1] Executive function juga dapat dilihat sebagai proses yang dipakai untuk regulasi diri atas pemikiran dan perilaku dalam rangka mencapai tujuan.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, executive function mengacu pada keterampilan yang membantu kita fokus dalam memprioritaskan sebuah hal, bekerja menuju tujuan, mengatur perilaku dan emosi, beradaptasi dengan situasi baru yang tak terduga, dan pemikiran abstrak. Hal ini persis seperti yang dilakukan oleh seorang konduktor utama dalam sebuah orkestra yang memiliki pekerjaan mengawasi dan mengoordinasikan perilaku serta emosi para pemain musik.

Masih dilansir dari sumber yang sama, bertentangan dengan apa yang cenderung kita pikirkan, fungsi eksekutif tidak mengacu pada satu kemampuan dan keterampilan fungsi eksekutif tidak berkembang dalam perkembangan linier. Ada beberapa komponen yang menjadi tolak ukur perkembangan fungsi eksekutif pada anak, di antaranya kemampuan mengontrol impuls, memori kerja (sejenis memori jangka pendek yang melibatkan penyimpanan sementara dan manipulasi informasi), dan fleksibilitas kognitif (kemampuan untuk beralih antara berpikir tentang topik yang berbeda).

Baca juga:  Rhinoplasty, Tren Operasi Kosmetik Untuk Perbaiki Penampilan Hidung
Ilustrasi: orang tua & anak

Ilustrasi: orang tua & anak

Pada masa kanak-kanak, fungsi eksekutif belum bisa dilihat dengan baik, karena fungsi ini mulai berkembang di tahun pertama kehidupan. Keterampilan ini juga belum bisa berkembang dengan baik pada anak jika tidak dipupuk atau diajarkan. Selain itu, perkembangan executive function pada tiap anak tidak sama.

Seperti keterampilan lainnya, ada beberapa anak dengan kondisi normal yang mampu memiliki fungsi eksekutif yang baik sesuai dengan usianya. Namun, beberapa anak bisa mengalami gangguan perkembangan executive function, sehingga mereka tidak memiliki kemampuan tersebut seperti anak lainnya.

Gangguan perkembangan fungsi eksekutif pada anak bisa disebabkan oleh banyak faktor dan muncul sebagai masalah kontrol impuls, tantrum, dan kesulitan mengatur emosinya sendiri. Selain itu, masalah executive function juga bisa berupa sulit bergaul, ceroboh dalam manajemen waktu, kurang fokus, dan mudah lupa. Biasanya hal-hal ini akan muncul ketika mereka menginjak usia remaja.

Baca juga:  Diklaim Aman Digunakan Untuk Bayi, Bedak Egret Dijual Sekitar Harga Rp 15 Ribuan

Salah satu hal yang menyebabkan kemampuan eksekutif anak terhambat adalah faktor lingkungan, termasuk stres anak usia dini, struktur keluarga, dan kesempatan pendidikan. Untungnya, keterampilan yang terhambat ini bisa mudah diatasi dan diperbaiki. Anda bisa meningkatkan executive function dengan cara mendaftarkan anak Anda ke lembaga pendidikan (sekolah), memperbaiki neuropsikologis anak, membantu mereka mengenal dan mengontrol emosinya, dan membantu mereka mendapatkan lingkungan pertemanan atau sosial yang tepat.

Cara Meningkatkan Fungsi Eksekutif Anak

Ilustrasi: anak berolahraga

Ilustrasi: anak berolahraga

Cara lain untuk meningkatkan fungsi eksekutif adalah memanfaatkan intervensi yang menargetkan fungsi eksekutif meningkat secara eksponensial. Mungkin intervensi yang paling umum adalah memakai program terkomputerisasi seperti program pelatihan kognitif Cogmed atau neurofeedback seperti Mightier. Intervensi ramah anak ini terdiri dari beberapa sesi yang bisa dilakukan setiap minggu sampai lima belas minggu. Dalam menjalankan sesinya, anak-anak bisa memilih golongan tes yang disediakan, seperti tes untuk meningkatkan memori kerja dan kontrol impuls.

Baca juga:  Berapa Batas Usia Paling Tua Untuk Hamil dan Melahirkan Anak?

Jika dirasa untuk mendapatkan intervensi berbasis komputer seperti di atas terbilang sulit atau membutuhkan biaya mahal, mungkin Anda bisa mencoba cara lain. Ada beberapa aktifitas fisik yang diketahui mampu meningkatkan fungsi eksekutif pada anak, seperti aerobik dan latihan yoga.

Selain itu, beberapa olahraga dengan sifat terorganisasi juga diklaim ampuh untuk meningkatkan executive function pada anak, di antaranya sepak bola, bola basket, dan seni bela diri. Dalam memainkan olahraga ini, anak-anak diharuskan memegang aturan, memikirkan strategi, beradaptasi secara fleksibel dengan tindakan lawan, dan memantau kinerja atau perilaku mereka sendiri. Sehingga, secara tidak sadar, kemampuan fungsi eksekutif yang ada dalam diri mereka akan terpupuk dan meningkat.

Olahraga seperti ini juga memiliki manfaat lain, seperti melancarkan peredaran darah, meningkatkan daya imun, melenturkan otot, dan meredakan stres. Sehingga, anak-anak akan sehat secara mental dan fisik seiring dengan kemampuan eksekutifnya yang meningkat.

[1] Murti, Heru Astikasari Setya. 2018. Fungsi Eksekutif dan Bahasa: Tinjauan Meta-analisis. PSIKOLOGIKA: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Universitas Satyawacana, Vol. 23(2): 137-150.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: