Fungsi & Efek Minum Asam Folat Sebelum Hamil

Suplemen asam folat (sumber: ctvnews.ca)Suplemen asam folat (sumber: ctvnews.ca)

Asam folat selama ini dikenal sebagai zat yang penting untuk menunjang kesehatan ibu hamil. Namun, beberapa orang masih ada yang bertanya-tanya, apakah asam folat memiliki efek tertentu jika dikonsumsi sebelum hamil? Pasalnya, ada juga yang menyarankan untuk mencukupi asupan asam folat selama promil alias program hamil.

Fungsi Asam Folat untuk Program Hamil

Asam folat sangat penting dari sebelum hamil, tahap awal kehamilan sampai setidaknya 4-6 minggu setelah kelahiran, dan selama menyusui. Folat dapat ditemukan pada sayuran berdaun hijau, buah jeruk, gandum utuh, dan makanan lain. Bayam, hati sapi, asparagus, dan Brussels sprouts adalah makanan sumber folat yang paling tinggi. Di Indonesia, pemerintah telah mewajibkan fortifikasi folat pada semua terigu yang dipasarkan yang bertujuan untuk perbaikan gizi.

Suplemen yang mengandung vitamin dan mineral untuk calon ibu hamil sebaiknya mulai dikonsumsi tiga bulan sebelum hamil. Suplemen ini penting untuk membantu memenuhi nutrisi. Vitamin yang diperlukan dalam persiapan kehamilan biasanya mengandung asam folat, kalsium, zat besi.Asam folat membantu mencegah cacat saraf, kalsium membuat tulang dan gigi lebih kuat bagi ibu dan bayi, selain itu juga untuk mencegah anemia.

Baca juga:  Dari Mana Sumber DHA dan Apa Saja Manfaat DHA yang Belum Diketahui Orang?

Vitamin kehamilan aman dikonsumsi sebelum hamil hingga sepanjang kehamilan, bahkan pada saat menyusui. Pada beberapa perempuan, vitamin prenatal ini menyebabkan mual. Sedangkan pada sejumlah kasus juga ditemui, vitamin ini menyebabkan konstipasi. Untuk mengatasi rasa mual sebaiknya minum vitamin pada malam hari sebelum tidur, minum vitamin bersama makanan ringan, mengunyah permen karet atau makan permen yang bertekstur keras usai minum vitamin.

Sedangkan untuk mengatasi konstipasi, minumlah lebih banyak air, pastikan asupan serat cukup pada pola makan Anda, dan berolahraga yang aman secara rutin. Kekurangan vitamin K dapat menyebabkan pendarahan yang berlebih saat melahirkan. Asupan yodium yang tidak memadai selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau bayi lahir mati dan kekurangan vitamin A bisa menyebabkan rabun senja.[1]

Aturan Minum Asam Folat Sebelum Hamil

Dilansir dari Hellosehat, menurut The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, wanita yang berada pada usia subur dianjurkan untuk mengonsumsi sebanyak 0,4 mg (400 mcg) dosis asam folat per hari untuk mencegah cacat lahir, setidaknya 1 bulan sebelum kehamilan. Sementara itu, di Indonesia berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2018 Anda disarankan mengonsumsi asam folat sebanyak 400 mcg per hari sebelum hamil dan ditambah lagi dengan takaran 200 mcg per hari selama hamil.

Baca juga:  Bisakah Wanita Pascamenopause dengan Kanker Payudara Melewatkan Kemoterapi?

Para wanita yang mengonsumsi asam folat setiap hari sesuai dengan dosis yang dianjurkan setidaknya sebulan sebelum konsepsi (pembuahan) dan selama trimester pertama kehamilan bisa menurunkan risiko bayi mengalami NTD hingga 70%.

Bagi Anda yang sedang menjalani program kehamilan (promil), selain konsumsi asam folat sebenarnya masih ada beberapa vitamin dan mineral lainnya yang juga baik dikonsumsi untuk meningkatkan kesuburan dan peluang kehamilan, misalnya seperti vitamin B, C, D, E, selenium, zinc, zat besi, dan koenzim Q10. Vitamin prenatal seperti vitamin A, kalsium, dan asam lemak omega 3 juga baik untuk dikonsumsi selama program hamil.

Efek Minum Asam Folat Sebelum Hamil

Seperti halnya zat-zat lainnya, konsumsi asam folat pun ternyata tidak boleh berlebihan. Dosis asam folat yang over memang akan luruh bersamaan dengan urine dan feses. Tetapi senyawa vitamin ini disebut-sebut berpotensi membahayakan apabila dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Beberapa efek samping yang umum dari kelebihan asam folat antara lain berpotensi kekurangan zinc, mengalami masalah pencernaan seperti mual, kelelahan, dan sulit tidur atau insomnia.

Baca juga:  Diet Keto & Manfaatnya Bagi Kesehatan

Selain itu, mereka yang konsumsi asam folat berlebih juga bisa saja mengalami ruam pada kulit, mati rasa di lidah atau mulut, mudah marah, hipertensi, perilaku psikotik, kekurangan atau bertambahnya nafsu makan, depresi mental, hingga kurangnya konsentrasi. Jumlah dosis asam folat pun kabarnya bisa mengurangi jumlah vitamin B12 dalam tubuh, sehingga kadang kekurangan vitamin B12 bisa menyebabkan anemia. Mengonsumsi obat tersebut bisa berinteraksi dengan obat lain dan dapat mencegah gangguan kesehatan lainnya.

[1]Deswani, dkk. 2018. Asuhan Keperawatan Prenatal Dengan Pendekatan Neurosains. Malang: Wineka Media, hlm 218.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: