Franchise Rumahan untuk Ibu Rumah Tangga, Modal Rp1 Juta Sudah Bisa Punya Usaha!

Eye Level Learning Center - mix.co.idEye Level Learning Center - mix.co.id

Waralaba adalah jenis usaha yang sudah matang. Dalam arti, sudah memiliki pasar, sistem, dan keuntungan yang jelas. Keuntungan membuka bisnis waralaba adalah proses belajarnya yang singkat, menggunakan nama usaha yang sudah terkenal, mendapat bantuan memulai usaha, dan memiliki dalam kegiatan promosi.[1]

Waralaba (franchising) merupakan salah satu cara bisnis yang tumbuh sangat pesat pada tahun 1990-an. Waralaba menjadi populer karena kemampuannya memberikan kesempatan bagi calon wirausaha baru yang tak punya pengalaman untuk menjalankan suatu usaha dengan tingkat keberhasilan tinggi. Oleh karena itu, waralaba diakui sebagai salah satu cara yang cukup efektif untuk mengembangkan kewirausahaan.

Perkembangan waralaba belakangan ini sangat fenomenal, lebih dari sekadar praktik konvensional yang terjadi pada keagenan kendaraan bermotor, atau restoran makanan cepat saji (fast food). Melalui waralaba, konsumen dapat membeli, misalnya di negara maju, jasa pembantu rumah tangga dari perusahaan pengerah tenaga pembantu kenamaan.

Waralaba adalah suatu cara melakukan kegiatan usaha yang didasarkan pada hubungan yang berkesinambungan antara pemberi waralaba (franchisor) dengan penerima waralaba (franchisee). Hubungan ini meliputi sistem distribusi, di mana seorang penerima waralaba diperkenankan mengelola usahanya sendiri supaya dapat memanfaatkan sistem distribusi milik pemberi waralaba.

Baca juga:  Kaya Manfaat untuk Wajah, Bagaimana Cara Membuat Cuka Apel di Rumah?

Sering dijumpai pula seorang penerima waralaba memperoleh hak eksklusif atau lisensi untuk memasarkan dan mendistribusikan barang dan jasa milik pemberi waralaba, menentukan tata cara penjualan, prestasi standar yang harus dipenuhi, mutu pelayanan, dan ketentuan lain yang harus ditaati bagi penerima waralaba.[2]

Selain anak muda, peluang usaha franchise atau waralaba sebenarnya juga bisa dijalankan oleh Anda yang merupakan ibu rumah tangga, bahkan meski punya anak kecil sekalipun. Ada banyak jenis usaha franchise rumahan yang dapat menghasilkan uang meski dengan modal yang kecil. Berikut contoh franchise rumahan untuk ibu rumah tangga.

Contoh Franchise Rumahan untuk Ibu Rumah Tangga

Teh Racek

Anda yang tinggal di kawasan Malang, Surabaya, dan kota-kota lain di Jawa Timur mungkin sudah tidak asing dengan gerai minuman teh satu itu. Pasalnya, booth Teh Racek tersebar hampir di berbagai penjuru kota. Teh Racek termasuk bisnis minuman yang sukses dan menawarkan program kemitraan dengan modal investasi awal yang cukup ringan, hanya Rp1 juta saja dan Anda akan memperoleh sharing profit sebesar 12% dari total omzet setiap hari.

Baca juga:  Setelah Ombre, Kini Muncul Tren Warna Rambut Baru Motif Kotak-Kotak!

Selain investasi sebesar Rp1 juta, Anda juga perlu membayar sewa lahan dan membawa karyawan. Dengan modal sekian, Anda akan memperoleh fasilitas berupa booth, bahan baku jualan, dan juga peralatan jualan. Nah, jika kebetulan rumah Anda berada di lokasi yang strategis seperti pinggir jalan raya atau dekat kampus misalnya, Anda bahkan bisa membuka gerai Teh Racek di rumah. Cukup menguntungkan bukan?

Teh Racek - (YouTube: Sarastya)

Teh Racek – (YouTube: Sarastya)

Cilok Pop

Selain minuman, berbisnis street food khas Indonesia seperti cilok tampaknya memang tak ada matinya. Anda bisa mencoba franchise rumahan seperti Cilok Pop asal Yogyakarta yang menawarkan paket franchise dengan modal antara Rp4 juta sampai Rp8,8 juta per paket. Dengan dana sekian, Anda dijanjikan bisa balik modal dalam waktu yang cepat, hanya 1-2 bulan saja.

Cilok Pop - www.topwisata.info

Cilok Pop – www.topwisata.info

Eye Level Learning Center

Bagi Anda yang tertarik dengan dunia pendidikan atau ingin mencari pekerjaan sampingan, bisa juga mencoba peluang usaha franchise di bidang pendidikan melalui Eye Level. Dengan modal lisensi sekitar Rp5 juta Anda sudah dapat membuka Eye Level di rumah. Selain sebagai pemilik usaha, ibu rumah tangga pun bisa merangkap sebagai guru di Eye Level. Lembaga pendidikan non formal asal Korea Selatan ini disebut-sebut cocok bagi Anda yang ingin memulai bisnis dengan modal minim. Nantinya pihak manajemen juga akan memberi dukungan berupa training untuk owner dan para guru yang mengajar supaya kualitas pengajarannya sama. Setidaknya ada 3 pilihan model bisnis Eye Level, yakni Home Class, Franchise Regular, dan School Project. Menarik bukan?

Eye Level Learning Center - mix.co.id

Eye Level Learning Center – mix.co.id

[1] Malahayati, Hendry ER. 2010. 99 Bisnis Anak Muda (hlm 106). Agung C, editor. Jakarta: Penebar Plus.

Baca juga:  Susah Cari Cuka Apel? Ini Alternatif Bahan Pengganti yang Bisa Anda Coba

[2] Iwantono, S. 2006. Kiat Sukses Berwirausaha (hlm 197). Jakarta: Grasindo

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: