Keunggulan dan Efek Samping Setelah Lepas IUD

Ilustrasi: prosedur lepas IUD (sumber: businessinsider.com)Ilustrasi: prosedur lepas IUD (sumber: businessinsider.com)

Selain mengonsumsi obat KB secara teratur, bagi wanita yang belum berencana ingin hamil lagi, biasanya akan menggunakan IUD. Alat kontrasepsi tersebut terbilang aman dipakai dan dapat dilepas sewaktu-waktu. Namun, Anda juga perlu mengetahui bahwa setelah melepas IUD, ada kemungkinan Anda akan mengalami efek sampingnya.

Keunggulan Menggunakan IUD

IUD (Intra Uterine Device) merupakan alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam rahim dengan bentuk bermacam-macam dan terdiri dari plastik atau polyethylene. Selain itu, ada juga IUD yang dililit dengan tembaga (Cu), IUD tanpa tembaga, IUD yang dililit dengan tembaga campur perak (Ag), dan IUD dengan batang berisi hormon progesteron. [1]

Alat ini banyak dipilih orang sebagai upaya menyetop kehamilan, karena memiliki sejumlah keunggulan. Dibanding alat kontrasepsi hormon lainnya, pemakaian IUD terbilang praktis karena rentang waktu pemakaian yang cukup lama. Anda tidak perlu mengaktifkan alarm setiap hari seperti ketika mengonsumsi pil KB.

Khusus untuk IUD dengan kandungan hormon progesteron, ini dinilai cocok bagi Anda yang memiliki gangguan pendarahan berlebih saat menstruasi. IUD tersebut akan membantu mengontrol jumlah darah yang keluar saat haid, dengan cara mengurangi pendarahan selama menstruasi.

Baca juga:  Bagaimana Cara Mengetahui Masa Subur Setelah Lepas KB IUD?

Menurut beberapa sumber, penggunaan IUD juga memiliki risiko rendah terhadap infeksi. Meskipun IUD adalah benda padat, namun tidak akan menginfeksi tubuh Anda. IUD juga tidak mengandung bahan kimia berbahaya atau logam yang mudah berkarat. Sehingga, tidak meningkatkan risiko kanker atau tumor.

Keunggulan lain IUD adalah bisa dilepas sewaktu-waktu jika Anda ingin memiliki momongan lagi. Meskipun begitu, dilansir dari mamypoko.com, Anda perlu mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melepas IUD. IUD bisa dilepas jika Anda ingin hamil, ingin menggunakan KB jenis lain, atau mulai memasuki masa menopause. Selain itu, IUD wajib dilepas jika sudah mendekati masa kedaluwarsa. Beberapa produk IUD memang memiliki masa kedaluwarsa, terutama IUD yang mengandung hormon.

IUD (sumber: allure.com)

IUD (sumber: allure.com)

Jika Anda ingin melepas IUD, Anda juga perlu berkonsultasi dengan pihak medis. Konsultasikan apakah Anda ingin mengganti IUD atau melepasnya secara permanen. Secara umum, ada beberapa hal yang perlu Anda pahami jika ingin melepas IUD. Karena, ada efek samping yang mungkin bisa terjadi setelah melepas IUD.

Baca juga:  Peran Pil KB Dalam Kaitannya Dengan Jadwal Haid Bulanan Wanita

Efek Samping Setelah Melepas IUD

Setelah berhasil melepas IUD, biasanya pasien akan mengalami kram dan pendarahan ringan. Efek samping seperti ini tidak berlangsung lama, tetapi terkait dengan kondisi kesehatan Anda. Jika pendarahan berlangsung lama, biasanya dokter akan menyarankan Anda untuk terapi menggunakan obat-obatan.

Dilansir dari skata.info, efek samping yang paling umum terjadi setelah melepas IUD adalah perubahan pola haid. Ini disebabkan oleh zat peradangan yang dikeluarkan oleh IUD. Selain itu, pasien juga bisa mengalami spotting atau flek, durasi menstruasi lebih lama, volume darah haid yang lebih banyak, dan nyeri haid lebih intens. Gejala nyeri atau efek samping yang timbul setelah melepas IUD pada tiap orang akan berbeda, tergantung kondisi kesehatan pasien, secara fisik maupun hormonal.

Jika Anda merasakan gejala yang parah atau efek samping melepas IUD mulai mengganggu dan tidak wajar, sebaiknya Anda segera konsultasi ke dokter. Dokter akan memeriksa kondisi kesehatan tubuh serta rahim Anda. Untuk menghilangkan efek samping yang berlebihan, dokter akan menyarankan Anda untuk menjaga pola makan serta memberikan sejumlah obat yang harus dikonsumsi.

Baca juga:  Ketimbang Menyesal, Simak Hal Ini Sebelum Tunda Kehamilan

Efek samping berupa nyeri juga biasa dirasakan oleh wanita saat proses pelepasan IUD. Ini hampir sama seperti proses pemasangan. Untuk mencegah atau menghindari rasa nyeri berlebihan, biasanya dokter akan memberikan obat penghilang nyeri sebelum Anda melakukan proses melepas IUD.

Sebelum memasang IUD, dokter juga akan memeriksa kesehatan Anda, terutama terkait dengan pantangan memasang IUD. IUD tidak disarankan bagi pasien yang memiliki tekanan darah tinggi, gejala infeksi panggul, peradangan pada dinding rahim atau endometriosis, kanker endometrium atau kanker serviks, dan menopause. Selain itu, IUD juga tidak disarankan jika Anda memiliki alergi terhadap bahan yang ada pada produk, seperti logam, plastik, atau hormon tertentu.

[1] Pitriani, Risa. 2015. Hubungan Pendidikan, Pengetahuan dan Peran Tenaga Kesehatan dengan Penggunaan Kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Muara Fajar Pekanbaru. Jurnal Kesehatan Komunitas STIKes Hang Tuah Pekanbaru, Vol. 3(1): 25-28.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: