Jangan Berlebihan, Ini Efek Samping Keseringan Pakai Cat Kuku

Mengecat kukuMengecat kuku

Apakah Anda suka bergonta-ganti warna cat kuku? Jika iya, sebaiknya Anda mengurangi atau menghilangkan kebiasaan Anda tersebut. Pasalnya, terlalu sering mengganti cat kuku atau sering menggunakan cat kuku tidak baik untuk kesehatan. Ada beberapa efek samping yang dapat membahayakan kesehatan Anda jika Anda terlalu sering menggunakan cat kuku.

Maraknya penggunaan cat kuku di kalangan wanita, memang membuat industri cat kuku semakin berkembang. Mereka tidak hanya mengembangkan produk dari warna saja, tetapi juga ketahanan dan varian produk cat kuku. Banyaknya varian warna serta daya tahan produk yang lama akhirnya bikin banyak orang sering berganti-ganti cat kuku dan menggunakannya setiap waktu. Berikut efek samping jika Anda terlalu sering memakai cat kuku.

Merusak Bentuk Kuku

Berhati-hatilah ketika Anda suka menggunakan cat kuku. Cat kuku yang terlalu sering menempel dapat membuat bentuk kuku menjadi rusak. Kuku manusia sendiri sudah didesain dengan bentuk yang bagus, akan lebih baik jika Anda merawatnya. Penggunaan cat kuku terlalu sering juga dapat membuat tekstur pada permukaan kuku berubah. Bagi Anda yang suka menggunakan cat kuku, akan lebih baik jika Anda memberi jeda terlebih dahulu setelah membersihkan cat kuku. Menurut Harvard Health Publishing,, dalam waktu sebulan, Anda hanya boleh menggunakannya sebanyak dua hingga tiga kali saja.

Mengubah Warna Kuku

Pada umumnya, warna kuku yang baik dan sehat adalah merah muda atau putih kemerahan. Warna kuku seperti ini jarang ada pada kuku yang sering terkena cat kuku. Jika Anda terlalu sering menggunakan cat kuku, kuku asli Anda akan berwarna kuning, bahkan kehitaman. Ini adalah salah satu ciri kuku yang tidak sehat.

Baca juga:  Benarkah Suntik TT Sebelum Menikah Bisa Menunda Kehamilan?

Perubahan warna kuku seperti ini dapat terjadi secara temporer dan permanen. Jika Anda tidak menghilangkan kebiasaan Anda dengan sering menggunakan cat kuku, perubahan warna akan terjadi secara permanen. Sangat disayangkan apabila kuku Anda tidak cantik secara alami. Beberapa wanita bahkan harus melakukan perawatan secara rutin dengan berkonsultasi terlebih dahulu ke dermatologis untuk mengatasinya.

Warna kuku yang cantik

Warna kuku yang cantik

Kuku Mudah Patah

Satu hal yang perlu Anda ketahui, tidak semua produk cat kuku terbuat dari bahan-bahan yang ringan dan aman. Bahkan, tidak sedikit produk cat kuku yang menggunakan bahan keras untuk membuat cat kuku lebih tahan lama. Penggunaan produk cat kuku yang tidak aman seperti ini dapat membuat kuku mengalami penurunan kadar fosfor dan kalsium.

Karena kuku tidak memiliki kandungan fosfor dan kalsium yang cukup baik, maka kuku Anda akan lebih mudah patah. Biasanya, para nail artist akan menawarkan kuku sambungan kepada orang yang memiliki kuku rapuh dan mudah patah, namun masih ingin mewarnai kuku mereka. Menurut dermatologi, ada baiknya Anda tidak melakukan pewarnaan pada kuku jika Anda mengalami hal serupa.

Baca juga:  Referensi Model Jilbab Syar’i yang Cantik & Elegan untuk Menghadiri Pesta

Menghambat Pertumbuhan Kuku

Zat kimia pada beberapa produk pewarna kuku, seperti formalin, dapat menghambat pertumbuhan kuku. Zat kimia ini juga membuat kuku menjadi lebih kering dan tidak ternutrisi dengan baik. Inilah alasan banyak orang mengalami pertumbuhan kuku tidak normal atau sulit, ketika mereka sering mewarnai kuku.

Jika Anda masih ingin mewarnai kuku dengan cat, namun bebas formalin, Anda bisa menggunakan produk berbahan alami. Anda bahkan bisa menggunakan beberapa jenis tumbuhan di sekitar Anda, walaupun hasil dan ketahanannya tidak sebaik cat kuku kimiawi di pasaran.

Alergi dan Radang Paru-Paru

Beberapa produk cat kuku juga memiliki kandungan kimia berbahaya bagi kesehatan, seperti toluene. Fungsi dari toluene pada cat kuku sendiri adalah mempermudah Anda ketika mengaplikasikan cat pada permukaan kuku. Cat kuku dengan kandungan zat tersebut juga tidak akan mudah hilang. Ada kalanya Anda perlu memeriksa, apakah produk pewarna kuku Anda mengandung toluene atau tidak.

Toluene sendiri tidak baik untuk beberapa orang dengan kondisi lemah dan sensitif. Apabila Anda dengan kondisi tubuh seperti itu dan memaksa menggunakan cat kuku dengan kandungan toluene, maka Anda bisa mengalami gejala alergi berupa iritasi pada hidung. Efek samping lainnya dan radang paru-paru.

Mewarnai kuku jari kaki

Mewarnai kuku jari kaki

Bayi Cacat Lahir

Sangat tidak dianjurkan bagi ibu hamil menggunakan cat kuku. Ada baiknya Anda menghentikan kebiasaan menggunakan cat kuku saat hamil. Kandungan formalin dan toluene pada beberapa produk cat kuku dapat berdampak buruk bagi kesehatan janin Anda. Beberapa ibu hamil bahkan mengalami gangguan saat kontraksi, bayi cacat saat dilahirkan, dan keguguran. Para dokter juga tidak menyarankan penggunaan aseton untuk menghilangkan cat kuku. Anda lebih baik menjauhi kedua produk tersebut saat hamil.

Baca juga:  7 Foundation Lokal yang Full Coverage Beserta Harganya

Gangguan pada Saraf

Agar cat kuku dapat menempel dengan sempurna dan tidak retak, para produsen cat kuku juga mencampurkan bahan kimia etil asetat. Ini adalah salah satu bahan kimia yang sering dijumpai pada produk pewarna kuku. Zat kimia tersebut berfungsi untuk mengeraskan kuku, sehingga cat kuku yang sudah kering tidak mudah pecah dan tahan lama.

Etil asetat juga tidak baik untuk kesehatan Anda, apalagi bagi Anda yang sering menggunakan cat kuku. Zat ini dapat mengakibatkan gangguan saraf, tidak hanya pada bagian jari atau kuku saja, tetapi hingga saraf pusat.

Itulah beberapa efek samping penggunaan cat kuku. Jika Anda mengalami efek samping seperti di atas, Anda bisa segera menghubungi dokter atau ahli dermatologi. Mereka akan membantu Anda menemukan solusi yang tepat dan memberi Anda solusi berupa perawatan atau obat. Sebagai pencegahan, ada baiknya Anda menggunakan cat kuku secara wajar dan masih dalam batasnya.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: