Sering Memakai Masker, Ini Efeknya pada Kulit Wajah

Memakai masker saat beraktivitas di luar rumah (sumber: cmajnews.com)Memakai masker saat beraktivitas di luar rumah (sumber: cmajnews.com)

Ketika polusi udara semakin meningkat dan penyebaran virus yang sangat cepat, mau tidak mau orang harus memakai masker selama berada di luar ruangan. Tanpa sadar, mereka juga menggunakan masker selama lebih dari 8 jam setiap harinya. Meskipun baik untuk melindungi kesehatan dari penyakit, namun akan berdampak buruk bagi kesehatan kulit wajah.

Risiko Pemakaian Masker untuk Wajah

Sebagai negara dengan populasi yang cukup tinggi di dunia, membuat Indonesia harus berhadapan pada permasalahan polusi udara yang kian meningkat. Oleh karena itu, perlindungan diri terhadap polusi udara menjadi fokus utama dalam kelangsungan hidup masyarakat, terutama bagi mereka yang harus bekerja di luar ruangan selama seharian penuh.

Untuk melindungi diri dari polusi atau penyakit yang mudah menular karena udara, mau tak mau masyarakat harus menggunakan APD di luar ruangan. APD (Alat Perlindungan Diri) merupakan salah satu upaya untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya. APD yang terbilang praktis untuk dipakai di lingkungan luar adalah masker. Masker akan melindungi tubuh dari polutan, termasuk debu dan partikel halus lainnya, masuk ke dalam sistem pernapasan.[1]

Selain dipakai untuk melindungi tubuh dari bahayanya polusi udara, masker juga dipakai untuk melindungi diri dari berbagai macam penyakit menular akibat virus. Hingga saat ini, sudah ada banyak penyakit menular bermunculan, yang dapat ditularkan melalui udara, seperti flu, common cold, influenza, hingga COVID-19.

Baca juga:  Bagaimana Cara Membuat Jelly Lidah Buaya Sendiri di Rumah?

Sementara ada banyak hal yang membuat masyarakat harus menggunakan masker lebih dari 8 jam, ada risiko berbahaya yang dapat ditimbulkan oleh alat ini. Dilansir dari HuffPost, masker yang dipakai terlalu lama dan sering, ternyata dapat membuat kulit wajah teriritasi. Hal ini disebabkan oleh ruang di dalam masker yang kurang ideal untuk kesehatan kulit.

Area atau bagian kulit wajah yang tertutup masker terlalu lama, biasanya lebih cepat berkeringat dan mengalami peningkatan suhu, dibanding area kulit yang tidak tertutup masker. Suhu yang panas dengan kondisi yang lembap, tentu menjadi tempat yang nyaman untuk bakteri.

Selain menjadi sarang bakteri, bagian pinggir  masker yang terlalu ketat menempel di kulit dapat menyebabkan gesekan. Tak jarang, Anda akan melihat bentuk tali masker atau sekat pada kulit Anda. Gesekan yang terjadi secara terus-menerus, jika tidak dihentikan, tentunya bisa membuat kulit terluka atau mengelupas. Selain itu, masih banyak efek samping yang timbul jika Anda memakai masker terlalu lama.

Wanita memakai masker (sumber: wkbn.com)

Wanita memakai masker (sumber: wkbn.com)

Masalah Kulit Wajah yang Timbul Akibat Masker

  • Salah satu iritasi masker wajah yang paling umum adalah jerawat, atau maskne. Jerawat terjadi ketika tekanan dari masker membuat minyak mengendap dan menyumbat pori-pori wajah. Untuk menghilangkan maskne, Anda perlu mengaplikasikan obat jerawat atau skincare dengan bahan asam salisilat atau benzoil peroksida. Selain itu, Anda juga harus rajin menggunakan toner tanpa alkohol agar jerawat cepat mengelupas.
  • Kulit kering. Kulit kering dapat terjadi jika masker terbuat dari bahan yang dapat menyerap minyak di kulit Anda. Semakin sering Anda memakai masker, maka semakin banyak minyak yang hilang dari kulit Anda. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengoleskan pelembap sebelum dan setelah memakai masker.
  • Tekanan karet masker pada pori-pori wajah dapat menyebabkan folikulitis, yaitu suatu kondisi yang terjadi ketika folikel rambut menjadi meradang dan terinfeksi akibat bakteri yang berkumpul di permukaan kulit wajah. Untuk mengatasinya, Anda harus sesering mungkin mencuci muka dengan sabun wajah yang ber-pH rendah.
  • Dermatitis kontak. Salah satu penyebab dermatitis kontak adalah potongan logam pada masker yang bergesekan dan menyentuh kulit hidung Anda. Untuk mengatasinya, Anda harus pergi ke dokter dan meminta obat topikal khusus untuk dermatitis kontak.
  • Seringkali orang mengalami memar di bagian hidung dan pipi akibat ikatan masker yang terlalu ketat dan benang atau kain masker yang bergesekan di kulit. Memar terjadi karena dinding pembuluh darah di area wajah rusak atau pecah. Untuk mengatasinya, Anda perlu menggunakan obat anti-inflamasi khusus kulit yang dijual di apotek.
  • Ini adalah infeksi bakteri pada kulit yang timbul dengan kerak berwarna madu seperti madu, dan paling sering disebabkan oleh gesekan pada masker pada kulit secara berlebihan. Untuk mengobatinya diperlukan salep antibakteri untuk membuka luka dan diimbangi dengan antibiotik oral.
Baca juga:  Bersifat Waterproof & Smudgeproof, Bedak Bounce 88 Dijual Di Atas Harga Rp 100 Ribuan

Itulah beberapa risiko yang bisa terjadi jika Anda menggunakan masker terlalu lama. Ada baiknya Anda mempertimbangkan durasi penggunaan masker untuk menghindari risiko-risiko di atas.

[1] Muthia, Amalia & Aldi Hendrawan. 2017. Perancangan Masker sebagai Alat Pelindung Diri bagi Pengendara Sepeda Motor Wanita. Jurnal ATRAT, Vol. 5(3): 208-219.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: