Dikenal Kaya Manfaat, Adakah Efek Samping dari Minum Teh Hijau Kepala Jenggot?

Ilustrasi: minuman tehIlustrasi: minuman teh

Teh hijau atau dalam Bahasa Inggris disebut green tea merupakan salah satu minuman yang dikenal menyehatkan. Teh hijau kaya akan antioksidan yang baik untuk dikonsumsi setiap hari. Di pasaran Indonesia pun begitu banyak merek teh hijau yang dapat ditemukan, misalnya saja Teh Hijau Cap Kepala Jenggot (Djenggot). Namun demikian, adakah efek samping yang mungkin terjadi setelah minum teh hijau?

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai efek samping dari konsumsi teh hijau, ada baiknya jika mengulas tentang manfaat yang diperoleh dari minum teh hijau secara rutin.

Manfaat Teh Hijau

Khasiat teh hijau untuk kesehatan sudah tidak diragukan lagi. Berbagai penelitian menunjukkan teh hijau terbukti mampu mencegah dan menyembuhkan beberapa penyakit, mulai dari kanker, osteoporosis, ginjal, diabetes, karies gigi, hingga menurunkan berat badan.

Teh hijau mengandung antioksidan yang mampu melawan radikal bebas atau disebut juga radikal oksidan. Radikal bebas merupakan produk samping tubuh manusia dan menyebabkan kerusakan pada sel-sel dan jaringan. Antioksidan menetralkan radikal bebas sehingga tidak menyebabkan bahaya. Radikal bebas merupakan salah satu penyebab penyakit dan penuaan kulit.

Kunci utama khasiat teh berada pada komponen bioaktifnya, yaitu polifenolyang secara optimal terkandung dalam daun teh muda dan utuh. Senyawa polifenol dapat berperan sebagai penangkap radikal bebas hidroksil (OH) sehingga tidak mengoksidasi lemak, protein, dan DNA dalam sel.

Ilustrasi: daun green tea/teh hijau kering

Ilustrasi: daun green tea/teh hijau kering

Selain senyawa kimia tersebut, terdapat senyawa bioaktif yang disebut L-teanin. L-teanin (y-chylamino-L-glutamic acid) adalah sebuah asam amino yang unik pada tanaman teh dan merupakan komponen yang bertanggung jawab terhadap rasa eksotis. Senyawa bioaktif ini terdapat dalam jumlah bebas (nonprotein) dan merupakan komponen asam amino utama dalam teh dengan jumlah lebih dari 50% dari total asam amino bebas. L-teanin bermanfaat untuk mengurangi stres dan meningkatkan daya ingat seseorang karena mengandung efek relaksasi.

Baca juga:  Review & Pengalaman Pengguna Setelah Pakai Serum Gold Whitening Hanasui

Peneliti dari Universitas Murcia di Spanyol dan John Innes Center di Norwich Inggris, menemukan suatu senyawa yang disebut dengan EGCG dalam teh hijau mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dengan mengikatnya ke enzim spesifik. EGCG di dalam teh hijau ada dalam konsentrasi yang relatif tinggi, mengandung enzim dihidrofolatreductase (DHFR), yang sudah dikenal, dan menjadi target bahan obat antikanker.

Teh hijau memiliki kandungan EGCG lima kali lebih banyak dibandingkan dengan teh biasa. Kandungan itu diketahui dapat menghambat beberapa jenis sel kanker. EGCG kemungkinan hanya satu dari sejumlah mekanisme antikanker dalam teh hijau. Struktur EGCG sama dengan struktur obat kanker yang dikenal, yaitu methotrexate. Kemampuan EGCG membunuh sel kanker samaseperti methotrexate.[1]

Tentang Teh Hijau Cap Kepala Djenggot

Teh Hijau Cap Kepala Djenggot adalah teh hijau yang diklaim terbuat dari daun teh pilihan tanpa penambahan zat lain dari luar. Warna Teh Hijau Cap Kepala Djenggot kabarnya tak akan berubah walaupun sudah mengalami proses oksidasi. Aroma Teh Hijau Cap Kepala Djenggot yang nikmat menjadikan minuman ini cocok untuk menemani waktu relaksasi Anda. Selain mempunyai rasa yang khas, Teh Hijau Cap Kepala Djenggot juga disebut memiliki khasiat yang baik bagi tubuh dapat membantu program diet.

Baca juga:  Yang Perlu Diketahui Tentang Uban
Teh Hijau cap Kepala Djenggot (sumber: tamankata.web.id)

Teh Hijau cap Kepala Djenggot (sumber: tamankata.web.id)

Teh Hijau Cap Kepala Djenggot tersedia dalam kemasan loose pack ekonomis isi 50 gram dengan harga Rp6.000. Selain itu, ada juga Teh Hijau Celup Cap Kepala Djenggot kemasan box isi 25 teabag dengan harga Rp13.800 di Indomaret atau Rp14.500 per kotak di Alfamart.

Efek Samping Teh Hijau Kepala Jenggot

Teh hijau mengandung kafein, namun efek dari 10-15 mg kafein yang terkandung dalam setiap cangkirnya (7-10% dari kandungan kafein dalam kopi) sangat kecil sehingga kebanyakan orang tidak terpengaruh. Namun, jika Anda termasuk golongan minoritas yang sangat sensitif terhadap kafein, secangkir atau dua cangkir teh hijau adalah takaran yang tepat untuk menghindari efek samping dari secangkir teh hijau.[2]

Seperti kafein yang terkandung dalam kopi, meski kadarnya dalam teh hijau lebih sedikit tetap saja kafein bisa menimbulkan efek samping. Bagi orang-orang yang mengonsumsi teh hijau secara berlebihan mungkin akan mengalami efek seperti sakit kepala, masalah perut, masalah tidur, defisiensi zat besi, kontraksi otot, diare, muntah, mulas, gangguan kadar gula darah, hingga menghambat penyerapan kalsium dalam tubuh atau osteoporosis. Oleh sebab itu, sebaiknya konsumsi teh hijau dalam batas wajar.

Baca juga:  Minum Obat Pencahar Dulcolax untuk Ibu Hamil, Aman atau Tidak?

[1]Soraya, N. 2008. Sehat dan Cantik Dengan Teh Hijau (hlm 35-37). Jakarta: Penebar Plus.

[2]Weinberg, BA dkk. 2010. The Miracle of Caffeine: Manfaat Tak Terduga Kafein Berdasarkan Penelitian Paling Mutakhir (hlm 80). Terjemahan oleh: Warastuti. Rani SE dkk, editor. Bandung: Penerbit Qanita.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: