Diklaim Aman, Laser Hair Removal Ternyata Memiliki Efek Samping

Ilustrasi: prosedur laser hair removal (sumber: estemedicalgroup.uk)Ilustrasi: prosedur laser hair removal (sumber: estemedicalgroup.uk)

Saat ini, penggunaan laser untuk menghilangkan rambut atau yang sering disebut sebagai epilasi (laser hair removal) telah semakin berkembang dan menjadi pilihan utama bagi banyak wanita dengan keluhan rambut berlebih. Kendati diklaim aman, ternyata baru-baru ini para peneliti menemukan efek samping yang bisa terjadi jika penggunaannya kurang tepat.

Dasar-Dasar Laser Hair Removal

Sebelum meninjau risikonya, penting untuk memahami dasar-dasar penghilangan bulu dengan laser dan bagaimana prosesnya bekerja. Terdapat tiga tipe laser yang memberikan hasil baik untuk epilasi atau menghilangkan rambut, yaitu laser alexandrite (755 nm), laser diode (800 nm dan 810 nm), serta laser Nd-YAG (1064 nm).[1] Meskipun begitu, ketiganya memiliki dasar-dasar yang sama.

“Laser hair removal menggunakan sinar cahaya terkonsentrasi untuk menargetkan pigmen di folikel rambut. Panas dari laser menghancurkan sel induk folikel yang mencegah pertumbuhan rambut,” kata Dr. Alpana Mohta, dokter kulit bersertifikat dan anggota dewan BetterGoods.org dalam HuffPost. “Tergantung pada ketebalan, ukuran, dan kedalaman folikel rambut Anda, dokter kulit akan memilih pengaturan yang berbeda dari panjang gelombang, energi, dan frekuensi sinar sesuai kulit Anda.”

Perbedaan warna kulit, jenis kulit, dan warna rambut sangat memengaruhi prosedur laser hair removal. Laser berfokus pada pigmen rambut, sehingga orang dengan pigmen rambut sedikit, seperti pirang, putih, dan abu-abu tidak disarankan menggunakan prosedur ini. Pencabutan rambut setelah laser hair removal juga diperlukan jika rambut masih ada yang tumbuh. Ini adalah salah satu alasan mengapa beberapa sesi treatment diperlukan selama perawatan.

Baca juga:  Macam-Macam Susu Formula Hidrolisat untuk Bayi Alergi Susu Sapi

“Rambut akan rontok selama beberapa minggu, dan jika laser hair removal dilakukan dengan benar, rambut mengalami pengurangan pertumbuhan hingga 20% dalam 4 hingga 8 minggu setelah perawatan.” jelas Dr. Jaimie DeRosa, ahli bedah plastik wajah dan pendiri DeRosa.

Laser hair removal dapat dilakukan di bagian tubuh manapun, tetapi Anda harus berhati-hati jika ingin menggunakannya di area mata, karena kulit area mata sangat sensitif, termasuk alis. Anda mungkin akan mengalami sedikit rasa sakit ketika melakukan laser hair removal. Bagi mereka yang pernah di-wax, prosedur ini kemungkinan tidak akan terlalu menyakitkan.

“Laser bukanlah mainan, dan mengaplikasikannya di tempat yang salah dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan,” kata Dr. Michael Rich, seorang dokter kulit dan pendiri Enrich Clinic. “Selain itu, ada efek samping yang perlu Anda waspadai, terutama jika Anda memiliki kondisi kulit tertentu.”

Baca juga:  Program Diet Lengkap, Adakah Efek Samping dari Nu Skin ageLOC TR90?

Efek Samping Laser Hair Removal

Ilustrasi: prosedur laser hair removal (sumber: simplicitylaser.com)

Ilustrasi: prosedur laser hair removal (sumber: simplicitylaser.com)

  • Pembengkakan ringan dan kemerahan sementara pasca-prosedur.
  • Hipopigmentasi (pencerahan kulit) atau hiperpigmentasi (penggelapan kulit).
  • Wabah luka dingin atau herpes, jika Anda rentan terhadap treatment laser.
  • Luka bakar, melepuh atau jaringan parut.

Di sisi lain, orang dengan kulit lebih gelap juga perlu khawatir. Pigmen di kulit yang gelap dapat membuat sinar laser mudah masuk dan tertarik ke pori-pori kulit. Jika praktisi laser hair removal tidak berpengalaman, ini bisa memperburuk kondisi kulit dan berisiko luka bakar yang menyakitkan.

“Individu dengan kulit yang lebih gelap harus dirawat dengan laser gelombang yang lebih panjang karena melanin tinggi di kulit,” jelas Dr. Sanusi Umar, dokter kulit di Los Angeles. “Menggunakan laser gelombang yang lebih pendek pada orang-orang berkulit gelap akan mengakibatkan luka bakar.”

Salah satu risiko laser lainnya adalah cahaya yang terang dapat menyebabkan kerusakan mata. Karena itu, setiap klinik kecantikan harus menyediakan kacamata pengaman. Jika Anda tidak ditawari pelindung mata, mungkin pikirkan kembali kunjungan Anda.

Tips Memilih Penyedia Laser Hair Removal

“Ulasan online adalah hal yang bagus untuk dipertimbangkan, karena Anda bisa mendapatkan laporan langsung tentang pengalaman orang-orang saat melakukan laser hair removal di klinik pilihan,” kata Mohta. “Sebagian besar klinik kecantikan yang menawarkan laser hair removal juga menyediakan konsultasi gratis, jadi manfaatkan ini untuk mengajukan pertanyaan dan mengenal klinik tersebut.”

Baca juga:  Lama Absen? Ini Tips Memulai Kembali Olahraga

Buatlah daftar pertanyaan untuk ditanyakan sebelumnya untuk menenangkan pikiran Anda. Tanyakan apakah mereka menggunakan peralatan yang disetujui FDA. Mohta juga merekomendasikan untuk bertanya kepada mereka tentang pengalaman mereka bekerja dengan warna kulit, warna rambut, dan jenis kulit yang berbeda (tiap kulit menyerap cahaya secara berbeda).

Pastikan Anda merasa percaya diri menanyakan apapun yang Anda butuhkan sebelum memulai prosedur. Seorang praktisi yang berpengetahuan harus dapat meredakan kekhawatiran Anda. Sebagian besar fasilitas akan menawarkan konsultasi awal gratis dan mereka akan melakukan uji tempel untuk melihat bagaimana kulit Anda akan bereaksi sebelum melakukan seluruh sesi, jadi Anda akan tahu apa yang akan terjadi saat melakukan laser hair removal.

[1] Wiryo, Indra Teguh. 2017. Terapi Laser Untuk Menghilangkan Rambut (Laporan Ilmiah). Program Pendidikan Dokter Spesialis I Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran UNUD/RSUP Sanglah Denpasar.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: