Manfaat dan Efek Samping Filler Hidung

Filler hidung (sumber: bclaserandskincare.com)Filler hidung (sumber: bclaserandskincare.com)

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengubah struktur wajah, termasuk bentuk hidung. Seperti yang kita ketahui, dengan hidung yang mungil dan mancung, tampilan wajah akan terlihat lebih ideal. Nah, salah satu cara untuk mengubah struktur hidung yang sedang populer di kalangan kaum Hawa adalah filler. Meskipun terbilang aman, ternyata ada juga efek sampingnya.

Manfaat Filler Hidung

Filler hidung menjadi salah satu prosedur alternatif yang sangat populer untuk mengubah bentuk hidung. Filler dapat dipilih oleh pasien yang ingin melakukan tindakan kosmetik dengan downtime singkat namun memberi hasil yang mirip dengan tindakan bedah. Ini menjadi alasan filler merupakan prosedur paling umum yang dikerjakan dalam prosedur kosmetik.

Secara teori, filler adalah prosedur kosmetik yang dilakukan dengan cara injeksi material terapeutik untuk augmentasi jaringan lunak yang berperan dalam membentuk volume dan kontur wajah agar tampak lebih indah. Filler yang ideal harus bersifat tidak alergik, tidak karsinogenik, tidak teratogenik, biokampatibel, tidak bermigrasi, terjangkau dan dapat diproduksi kembali. serta awet.

Selain dipakai untuk mengubah bentuk hidung, filler juga digunakan untuk mengurangi lipatan atau garis halus di area hidung. Suntik filler dapat membuat tampilan hidung menjadi lebih segar dan awet muda, khususnya bagi Anda yang berusia di atas 30 tahun. Biasanya, dokter kecantikan akan merekomendasikan filler untuk membuat tampilan wajah awet muda.

Baca juga:  Model Jilbab & Busana Syari Serta Pilihan Warnanya Ala Risty Tagor
Filler hidung (sumber: pokemonrun.sg)

Filler hidung (sumber: pokemonrun.sg)

Menurut penelitian, tampilan dan bentuk hidung yang di-filler bisa berubah karena zat atau cairan yang disuntikkan di hidung. Cairan yang dipakai untuk filler secara umum adalah asam hialuronat. Asam hialuronat merupakan material filler yang aman untuk mengembalikan volume dengan potensial imunogenik yang rendah dan memiliki efek yang berlangsung cukup lama ataupun memberi volume filler yang lebih banyak.

Selain itu, asam hialuronat tidak toksik menurut berbagai penelitian toksisitas pada hewan dengan berbagai spesies dan paparan yang berbeda. Filler asam hialuronat memiliki lebih banyak kegunaan bila dibandingkan dengan filler kolagen, serta selain untuk lipatan nasolabial dapat digunakan sebagai augmentasi pada hidung.[1]

Melihat banyaknya manfaat serta keunggulan filler hidung, tentu membuat banyak orang semakin ingin melakukannya. Namun, sebelum melakukan filler hidung, sebaiknya Anda mengetahui efek samping yang bisa terjadi kapan saja. Efek samping filler hidung memang tidak dirasakan oleh semua pasien, namun pada kasus tertentu, ada faktor yang menyebabkan terjadinya efek samping setelah filler.

Baca juga:  Purbasari Matte 87 Zamrud, Tone Merah Keunguan Dengan Glitter Halus Jadikan Tampilan Lebih Menawan

Efek Samping Filler Hidung

Filler hidung secara umum direkomendasikan untuk pasien yang ingin memperbaiki bentuk dan struktur hidungnya karena tidak siap operasi plastik dengan hasil permanen, khawatir dengan risiko pembedahan, ingin mengubah sedikit bagian hidung namun belum menemukan bentuk yang pas, dan kondisi medis tertentu yang tidak memungkinkan melakukan pembedahan.  Dengan kata lain, filler hidung tidak bisa dilakukan oleh sembarang pasien.

Filler hidung

Filler hidung

Filler hidung juga tidak boleh dilakukan oleh sembarang orang, termasuk salon yang tidak memiliki sertifikasi tertentu dalam prosedur kecantikan. Anda harus mencari tahu klinik atau salon yang ingin Anda kunjungi untuk suntik filler sebelum melakukannya. Di tangan orang yang kurang profesional, bisa saja hasilnya tak karuan.

Secara umum, efek samping yang disebabkan filler karena prosedur yang kurang tepat adalah infeksi. Dilansir dari klikdokter, infeksi adalah efek samping dari prosedur filler hidung yang wajib Anda waspadai. Injeksi saat melakukan filler mengakibatkan adanya luka kecil di titik yang disuntik. Infeksi bisa terjadi jika jarum atau alat yang dipakai untuk filler kurang bersih dan tidak sesuai prosedur.

Baca juga:  Pentingnya Menghindari Alkohol Sebelum Program Kehamilan untuk Suami-Istri

Gejala infeksi pada suntik filler biasanya ditandai dengan ruam atau kemerahan yang tak kunjung hilang, pembengkakan di titik yang disuntik, rasa nyeri dan kaku yang tak kunjung hilang, dan adanya cairan yang keluar dari luka suntikan. Untuk menghindarinya, pastikan alat sudah disterilkan.

Selain dapat membuat infeksi, filler hidung juga bisa mengubah warna kulit di sekitar hidung. Warna kebiruan pada kulit dapat muncul jika asam hialuronat yang disuntikkan terlalu dekat dengan lapisan kulit paling atas pada hidung. Hal ini karena asam hialuronat dapat memantulkan cahaya pada spektrum tertentu. Efek samping ini juga sering disebut dengan efek tyndall.

[Update: Almasshabur]

[1] Indira, Elis. 2017. Satu Kasus Injeksi Filler Asam Hialuronat pada Lipatan Nasolabial (Bedah Kasus). Program Pendidikan Dokter Spesialis I Bagian/Smf Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran UNUD/RSUP Sanglah Denpasar.

 

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: