Fakta Menarik, Embrio IVF (Program Bayi Tabung) Bisa Didonasikan

Ilustrasi: embrio IVF (sumber: timesofisrael)Ilustrasi: embrio IVF (sumber: timesofisrael)

IVF (In Vitro Fertilization) adalah sebuah proses bayi tabung, yakni sel telur akan dibuahi sperma di luar tubuh menggunakan peralatan khusus.[1] Umumnya, alasan pasangan suami istri memilih IVF karena sudah melakukan segala cara untuk mendapatkan momongan, tetapi tidak berhasil. Meski demikian, tidak semua pasangan yang melakukan IVF akan mendapatkan anak. Untungnya, untuk mengatasi kegagalan IVF, pasangan suami istri bisa mendapatkan donasi embrio dari orang tua yang berhasil menjalani IVF dan memiliki kelebihan embrio.

Embrio Bisa Disumbangkan

Dilansir dari Harvard Health Publishing, merupakan proses yang kompleks karena membutuhkan prosedur medis dan bantuan emosional, IVF menjadi pilihan beberapa orang yang ingin mendapatkan momongan. Namun, karena beberapa faktor, tidak semuanya berhasil melakukan metode tersebut.

Kebanyakan pasangan yang ingin melakukan IVF sering fokus pada bayi yang mereka dambakan. Tak hanya itu, beberapa berharap IVF akan berhasil hanya dalam satu siklus. Padahal, untuk melakukan prosedur bayi tabung, bisa lebih dari satu siklus. Pasalnya, tidak semua wanita memiliki kondisi yang prima dengan rahim yang kuat untuk menerima embrio yang sudah hidup untuk dilahirkan secara normal atau operasi.

Baca juga:  Peran Pil KB Dalam Kaitannya Dengan Jadwal Haid Bulanan Wanita

Namun, bagi pasangan yang beruntung saat menjalani IVF, mereka biasanya akan dianugerahi lebih dari satu embrio. Hal ini membuat tingkat keberhasilan bayi tabung semakin tinggi. Namun, pasangan yang seperti ini akan dihadapkan pada keputusan yang sulit, apakah mereka akan menerima semua embrio untuk dilahirkan atau hanya memilih salah satunya. Jika pasangan diberi 3-4 embrio dan mereka hanya mampu membesarkan 1-2 anak, lalu bagaimana dengan sisanya? Untungnya, sudah ada cara khusus untuk menangani kasus seperti ini dan tentunya menggunakan prosedur medis yang aman.

Ilustrasi: embrio IVF (sumber: medicalnewstoday)
Ilustrasi: embrio IVF (sumber: medicalnewstoday)

Anda bisa menyumbangkan atau mendonasikan kelebihan embrio tersebut kepada pasangan suami istri yang sedang menjalani IVF, tetapi berisiko gagal atau sudah gagal dalam bentuk embrio. Selain itu, Anda juga bisa menyumbangkannya dalam bentuk bayi setelah Anda lahirkan kepada pasangan suami istri yang sangat mengharapkan momongan.

Embrio yang disumbangkan tentunya harus dipisahkan dengan embrio lainnya dalam tabung khusus. Nantinya, ini akan diberikan kepada pihak yang membutuhkan setelah dicek kesehatan dan daya hidupnya. Untuk disumbangkan, embrio juga harus memenuhi beberapa kriteria, yakni tidak boleh mengalami gangguan selama di dalam tabung dan tidak cacat.

Baca juga:  Transplantasi Kandungan: Solusi Bagi Pria dan Wanita Yang Ingin Hamil

Jika semua persyaratan sudah dipenuhi, orang tua yang ingin mendapatkan donasi embrio harus dicek kesehatannya, terutama untuk wanita. Seorang calon ibu dengan anak hasil IVF harus memiliki tubuh yang sehat dan prima. Selain itu, harus mampu menjaga kondisi rahimnya agar kuat dan sehat.

Pasien akan menjalani prosedur medis, yakni pemindahan embrio dari tabung ke dalam rahim. Setelah itu, embrio akan tumbuh dan berkembang di dalam rahim sang ibu hingga siap dilahirkan. Sama seperti orang hamil pada umumnya, wanita dengan bayi tabung harus menjaga asupan makanannya selama kehamilan. Selain bisa didonasikan, ada beberapa pilihan bagi orang tua bayi tabung yang kelebihan embrio.

Cara Mengatasi Kelebihan Embrio

  • Menyimpan embrio. Bagi beberapa orang, memiliki banyak anak dalam satu waktu memang menyenangkan, tetapi ada juga yang lebih suka untuk merencanakan jumlah anak per tahun. Nah, untuk itu, Anda bisa menyimpan kelebihan embrio dengan cara dibekukan dan disimpan. Jika sudah waktunya tiba untuk memiliki anak lagi, Anda bisa menggunakan embrio tersebut.
  • Membuang sisa embrio. Mungkin ini terdengar buruk, tetapi bagi sebagian orang yang tidak bisa memiliki anak dalam jumlah banyak, mau tak mau harus mengambil keputusan tersebut. Selain itu, pilihan ini lebih umum jika diketahui ada embrio yang diperkirakan memiliki daya hidup rendah atau mengalami gangguan fisik dan kesehatan.
  • Menyumbangkan embrio untuk keperluan sains. Mungkin ini kurang familiar di telinga Anda, tetapi ada pasangan yang melakukannya. Umumnya, ini dilakukan untuk uji perkembangan dan pertumbuhan janin. Embrio yang diteliti tentunya tidak hanya dijadikan objek percobaan, tetapi juga dirawat dan dibesarkan.
Baca juga:  Apakah Diabetes Merupakan Penyakit Turunan?

Anda bisa memilih salah satu cara di atas untuk mengatasi kelebihan embrio selama IVF. Namun, umumnya orang akan menyimpan atau menyumbangkan embrio daripada harus membuangnya. Apalagi, biaya yang harus dibutuhkan untuk menjalani bayi tabung tidaklah murah.


[1] Patricia, Giovanni, Riana Sahran, Agustina. 2018. Gambaran Kedukaan pada Perempuan Dewasa Madya yang Pernah Mengalami Kegagalan Program In Vitro Fertilization. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Universitas Tarumanagara Jakarta, Vol. 2(1): 88-96.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: