Dilema Diet Karnivora, Risikonya terhadap Kesehatan

Ilustrasi: diet karnivora (sumber: delicious.com.au)

Menjadi seorang karnivora tidaklah sulit, karena Anda tidak perlu menghindari berbagai macam daging, produk olahan susu dan hewan lainnya. Tidak seperti seorang vegetarian yang harus mengonsumsi sayuran setiap harinya. Meskipun menyenangkan, menjadi seorang karnivora juga memiliki dilema tersendiri, apalagi efeknya terhadap kesehatan tubuh.

Sudah banyak orang yang ingin menjadi karnivora, berawal dari pengetahuan dasar mengenai pola makan kaum karnivora yang berbeda dengan diet pada umumnya. Seorang karnivora tentunya dituntut untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan dengan bahan dasar hewani. Bahkan, beberapa orang sudah tidak ingin mengonsumsi sayur sebagai pelengkap hidangan.

Jumlah Daging yang Dibutuhkan Diet Karnivora

Program diet karnivora seperti ini tidak hanya dilakukan oleh orang Indonesia saja, mengingat di Indonesia sendiri banyak orang yang tidak suka makan sayur. Di negara besar seperti Amerika, juga dapat dijumpai komunitas kaum karnivora. Mereka biasanya berkumpul untuk saling bertukar pikiran mengenai bahan makanan atau hidangan yang bisa mereka konsumsi sehari-hari.

Saat ini, semakin banyak orang Amerika yang menjadi golongan kaum karnivora, karena sejumlah penelitian dan jurnal yang membahas tentangnya. Bahkan, pada Oktober 2019, Annals of Internal Medicine menerbitkan pedoman kontroversial yang menyarankan orang Amerika untuk terus mengonsumsi daging merah serta bahan makanan olahan hewani.

Ilustrasi: mengonsumsi daging (sumber: healthstatus.com)

Ilustrasi: mengonsumsi daging (sumber: healthstatus.com)

Para penulis pedoman tersebut menilai, kaum karnivora akan mendapat banyak manfaat kesehatan jika mengonsumsi banyak daging. Namun, pedoman ini sebenarnya bertentangan dengan penelitian sebelumnya yang menghubungkan daging olahan dan daging merah dengan kematian dini serta peningkatan risiko penyakit. Beberapa penyakit yang dapat diakibatkan oleh pola makan tersebut, antara lain penyakit kardiovaskular (CVD) dan kanker.

Baca juga:  Optimals White Radiance, Rangkaian Produk Oriflame Untuk Mencerahkan Wajah

Adanya dua studi tersebut tentunya membuat tak sedikit yang kebingungan, meskipun banyak juga yang mendukung pola makan karnivora. Sebagai solusi, menurut Harvard Health Publishing, untuk menghindari terjadinya penyakit yang tidak diharapkan, kaum karnivora bisa mengikuti asupan daging rata-rata orang Amerika Utara dan Eropa Barat.

Asupan daging rata-rata di Amerika Utara dan Eropa Barat adalah sekitar dua hingga empat porsi per minggu. Meskipun begitu, ada beberapa orang Amerika yang mengonsumsi lebih dari jumlah tersebut. Berdasarkan fakta yang diungkapkan oleh warga di sana, mereka bahkan bisa mengonsumsi sekitar lima porsi atau 17 ons daging merah dan olahan per minggu.

Sebenarnya, adanya pedoman kontroversial mengenai karnivora di Amerika bertujuan untuk mengurangi asupan konsumsi daging sapi, babi, dan domba mentah atau yang belum diproses, dan menggantinya menjadi daging olahan. Pesan tersebut tampaknya menuai banyak persepsi, sehingga tingkat konsumsi daging mentah masih meningkat. Bahkan, sejumlah media tampaknya menyalahartikan pedoman tersebut. Sejauh ini kebanyakan orang hanya memikirkan bahwa mereka harus mengonsumsi daging, tanpa tahu apakah daging tersebut harus diolah dengan baik atau tidak.

Ilustrasi: daging merah (sumber: yahoo.com)

Ilustrasi: daging merah (sumber: yahoo.com)

Efek Samping Diet Karnivora Berlebihan

Seringkali, orang mengonsumsi daging mentah, terutama daging merah dengan bumbu rempah-rempah. Meski terbilang lezat, tetapi banyak juga efek samping yang akan terjadi di kemudian hari. Bagi Anda yang saat ini menjalani diet karnivora, ada baiknya Anda mempertimbangkan jenis dan bahan makanan Anda. Anda boleh mengonsumsi berbagai jenis daging dan olahannya, namun dengan cara yang tepat dan dalam batas sewajarnya.

Baca juga:  Punya Banyak Manfaat untuk Tubuh, Yuk Sarapan Setiap Hari!

Sebuah penelitian baru-baru ini telah menunjukkan bahwa makan lebih dari 3,5 porsi daging per minggu, dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi. Anda perlu memperhatikan jumlah penyajian standar, yaitu 3 ons dalam sekali makan. Mengonsumsinya lebih dari itu, tentunya dapat meningkatkan risiko penyakit, mulai dari obesitas hingga kanker.

Menurut studi mengenai pola makan karnivora, menyarankan agar Anda tidak mengonsumsi terlalu banyak daging merah. Mengonsumsi terlalu banyak daging merah dapat meningkatkan risiko kanker. Hal ini juga diungkapkan oleh sebuah lembaga peneliti kanker. Menurut Badan Internasional untuk Penelitian Kanker dari Organisasi Kesehatan Dunia, ada cukup bukti untuk memberi label daging olahan sebagai karsinogen (zat penyebab kanker).

Sebaliknya, mengurangi asupan daging merah dapat memberi ruang bagi makanan yang lebih sehat lainnya. Anda bisa menggantinya dengan makanan olahan daging, tentunya bukan dari daging merah. Alangkah lebih baik jika Anda mencoba mengonsumsi beberapa jenis olahan hewani, seperti susu dan telur untuk mengganti daging merah.

Ilustrasi: sumber vitamin D (sumber: scmp.com)

Ilustrasi: suplemen kesehatan (sumber: scmp.com)

Bagi Anda yang suka mengonsumsi daging merah dan sudah terbiasa mengonsumsinya, akan lebih baik jika Anda mendampinginya dengan beberapa jenis vitamin atau suplemen. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai vitamin atau suplemen yang baik untuk menjaga kondisi kesehatan Anda dan terhindar dari efek samping mengonsumsi daging merah.

Baca juga:  Wajib Tahu! Ini Efek Samping dan Manfaat Susu Whey Protein

Menjalani diet karnivora memang menyenangkan, apalagi bisa mengonsumsi daging yang disukai oleh banyak orang. Meskipun begitu, Anda juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan tubuh Anda. Beberapa orang yang memiliki masalah kesehatan, terkait dengan kolesterol, obesitas, kardiovaskuler, dan beberapa penyakit lainnya, tidak bisa mengikuti pola makan tersebut.

Ada baiknya juga Anda mengimbangi dengan gaya hidup sehat, dengan berolahraga secara teratur. Ini membantu meningkatkan daya tahan tubuh Anda dan mencegah penyakit yang dapat diakibatkan oleh pola makan Anda. Minum juga air putih yang cukup untuk membantu melancarkan proses pencernaan Anda.

Beberapa orang yang mencoba menjalani diet karnovira juga sering mengalami gangguan pencernaan, mulai dari sembelit hingga susah BAB. Untuk melancarkan pencernaan, tidak hanya harus minum air putih yang cukup, Anda perlu menyeimbangkan kadar nutrisi dalam tubuh Anda, dengan cara memilih jenis daging yang sesuai untuk dikonsumsi dan bahan makanan olahan daging yang dapat memenuhi nutrisi harian Anda.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: