Diklaim Aman Digunakan Untuk Bayi, Bedak Egret Dijual Sekitar Harga Rp 15 Ribuan

bedak, egret, kocok, duta, jaya, makmur, re wiu, bayi, aman, kulit, bahan, ukuran, kemasan, botol, gram, 350, Rp 15 ribuan, harga, biang, keringat, website, resmi, jenis, makeup, produk, perawatan Diklaim Aman Digunakan Untuk Bayi, Bedak Egret Dijual Sekitar Harga Rp 15 Ribuan (mattifycosmetics.com)

Bedak Egret merupakan bedak kocok yang diproduksi oleh CV Duta Jaya Makmur, yang berlokasi di Sidoarjo. Produk tersebut sudah mendapatkan sertifikat BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Republik Indonesia dengan nomor NA 18110300718.

Bagi Anda yang tertarik, bisa mengunjungi website djmkosmetik.com, atau dengan melakukan pencarian manual di situs pencarian. Di websitenya sendiri, apabila Anda mengetikkan kata kunci pencarian bedak egret, mungkin Anda akan menemukan bedak egret khusus untuk bayi. Sedangkan, untuk produk bedak kocoknya tersedia, tetapi dengan merek Re Wiu.

Dilansir dari websitenya, bedak kocok adalah kosmetik yang berfungsi sebagai under makeup semua jenis kulit. Bedak tersebut bisa digunakan langsung tanpa menggunakan bedak bubuk lagi, dan bisa diaplikasikan menggunakan puff.

Sedangkan untuk bedak Egret bayi, merupakan produk perawatan tubuh untuk bayi dan anak-anak yang diformulasikan khusus untuk menjaga kulit bayi agar tetap sehat, terawat, dan harum sepanjang hari.

Bedak tersebut diklaim aman untuk digunakan dan terbuat dari bahan-bahan pilihan yang memiliki khasiat menjaga kesehatan kulit bayi. Harga bedak tersebut sekitar Rp 15 ribuan (ukuran 350 gram).

Produk bedak bagi bayi dipercaya dapat membuat kulit menjadi tetap halus dan wangi. Namun, perlu diperhatikan dalam penggunaannya, tidak disarankan digunakan secara berlebihan. Hal tersebut bisa menyumbat pori-pori si kecil, sehingga menyebabkan biang keringat.

“Sebagian orang mengira bedak bisa meringankan biang keringat, padahal itu tidak tepat. Seharusnya, gunakan bedak khusus berupa bedak kocok mengandung calamine, yang bisa meringankan gejala biang keringat,” ujar dr Donabella Fortuna Santosa.

bedak, egret, kocok, duta, jaya, makmur, re wiu, bayi, aman, kulit, bahan, ukuran, kemasan, botol, gram, 350, Rp 15 ribuan, harga, biang, keringat, website, resmi, jenis, makeup, produk, perawatan

Diklaim Aman Digunakan Untuk Bayi, Bedak Egret Dijual Sekitar Harga Rp 15 Ribuan (djmkosmetik.com)

Menurutnya, dalam dunia medis, biang keringat dikenal dengan nama miliaria yang merupakan suatu kelainan kulit yang disebabkan karena tersumbatnya kelenjar keringat. Biang keringat dapat diderita siapa saja, termasuk paling sering dialami bayi. Awal munculnya biang keringat berupa bintil berisi cairan jernih yang mudah pecah. Bisa juga diiringi dengan ruam warna merah. Sering terjadi di bagian tubuh yang mudah berkeringat, misalnya leher, ketiak, dan punggung.

“Ada empat jenis biang keringat, yaitu miliaria kristalina, miliaria rubra, miliaria pustulosa, dan miliaria profunda. Gejalanya berbeda-beda, ada yang ringan hingga berat,” tutur dr Donabella.

Menurutnya, milia kristalina merupakan jenis biang keringat yang paling ringan, karena hanya mengenai lapisan kulit paling atas. Cirinya adalah muncul bintil berisi cairan jernih yang mudah percah. Bintil ini tidak terasa sakit dan gatal.

“Pengobatan biang keringat kristalina, tidak memerlukan penanganan khusus karena bisa sembuh sendiri asalkan menjaga suhu tubuh anak agar tetap kering dan tidak lembap. Anda bisa juga memberikan bedak kocok khusus biang keringat untuk meringankan gejala,” tambahnya.

Kemudian, ada miliaria rubra. Biang keringat yang paling sering terjadi, diawali dengan bintil cairan bening dengan dasar kemerahan. Biang keringat ini, terasa lebih gatal dan menyengat, bagian yang sering ditumbuhi biang keringat adalah leher, ketiak, dan lipatan paha.

“Untuk mengobatinya, selain dengan bedak kocok, Anda juga bisa mengoleskan krim mengandung kortikosteroid, untuk mengurangi kemerahan kulit yang meradang. Namun, penggunaan krim harus sesuai dengan anjuran dokter karena jenisnya banyak dan berbeda fungsi,” beber putri dari dr Djaja Santosa SpOG itu.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: