Ini Hal yang Harus Diketahui Orang Tua saat Anak Belajar Renang!

Anak belajar renang (sumber: newportlive.co.uk)Anak belajar renang (sumber: newportlive.co.uk)

Ada banyak manfaat dari olahraga renang untuk anak, seperti mendukung tumbuh kembang, melatih otot, hingga sebagai terapi psiko-sosial.[1] Tak heran, banyak orang tua yang mendaftarkan anak mereka untuk les renang. Meskipun begitu, ada banyak hal yang harus diketahui orang tua saat anaknya belajar berenang, sehingga anak-anak merasa aman dan nyaman berlatih renang.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, setiap hari, sekitar 11 orang meninggal karena tenggelam di Amerika Serikat. Inilah alasan pelajaran berenang sangat penting. Meskipun demikian, seorang anak tidak perlu bisa berenang dengan gaya kupu-kupu atau melakukan gerakan membalik untuk selamat dari kematian akibat tenggelam. Kemampuan dasar untuk kembali ke permukaan, mengapung, dan berenang ke tempat mereka dapat berdiri atau meraih sesuatu saja, sudah dapat menyelamatkan nyawanya.

Nah, sebelum Anda mendaftarkan si kecil ke lembaga kursus berenang, sebaiknya Anda memperhatikan hal-hal mendasar seputar belajar berenang. Berikut rinciannya.

Hal Dasar Belajar Renang untuk Anak

Anak-anak belajar renang (sumber: holmesplace.de)

Anak-anak belajar renang (sumber: holmesplace.de)

  • Anak-anak belum benar-benar memiliki keterampilan kognitif untuk belajar berenang sampai mereka berusia sekitar 4 tahun. Mereka harus dapat mendengarkan, mengikuti arahan, dan mempertahankan apa yang telah mereka pelajari, dan itu biasanya terjadi pada usia 4 tahun
  • Bayi juga bisa dilatih berenang, tetapi dengan treatment khusus, karena kemampuan kognitif yang belum sempurna. Anak-anak yang lebih kecil dapat mempelajari beberapa keterampilan yang dapat berguna jika mereka jatuh ke dalam air, seperti kembali ke tepi kolam.
  • Kolam atau pantai tempat anak belajar harus aman. Area tersebut juga harus bersih dan terawat dengan baik. Jika Anda memilih pantai untuk tempat anak belajar renang, seharusnya ada penjaga pantai yang tidak terlibat dalam pengajaran (karena guru tidak dapat melihat semua orang setiap saat). Harus ada sesuatu yang menandai area perairan yang lebih dalam, dan sesuatu untuk mencegah anak-anak masuk ke area yang lebih dalam. Harus ada peralatan penyelamat dan pertolongan pertama yang berguna, dan peraturan keselamatan yang dipasang.
  • Guru harus profesional. Sekali lagi, ini terdengar jelas, tetapi tidak selalu demikian. Orang tua harus bertanya tentang bagaimana guru mendapatkan izin mengajar renang anak. Tak hanya itu, guru latihan renang setidaknya sudah mengantongi sertifikat khusus terkait keahliannya mengajar renang.
  • Rasio anak dan guru harus sesuai. Guru harus dapat menempatkan semua anak dalam jangkauan tangan dan dapat mengawasi seluruh anak dalam kelompok belajar. Khusus anak yang lebih kecil, sebaiknya satu anak didampingi satu guru. Selain lebih aman, itu juga membuat anak bisa konsentrasi lebih baik.
  • Harus ada kurikulum pengajaran. Beberapa guru les renang bisanya mengelompokkan anak-anak berdasarkan kemampuan mereka. Ini akan mendukung kurikulum pengajaran, sehingga setiap anak mendapatkan fasilitas belajar yang sama.
  • Anda harus ikut andil dalam hal mengawasi apa yang terjadi ketika anak Anda belajar renang. Jika Anda kebingungan dengan cara pengajaran guru les, Anda bisa bertanya langsung dan menimbang apakah itu aman untuk si kecil atau tidak.
  • Pelampung harus digunakan dengan bijaksana. Ada banyak perdebatan tentang penggunaan ban renang atau pelampung untuk membantu anak-anak belajar berenang. Mereka dapat sangat membantu menjaga anak-anak tetap aman di awal latihan, membantu mereka mempelajari posisi yang tepat, dan menurunkan kepanikan anak supaya bisa mengapung.
  • Takut air bukanlah alasan untuk berhenti kursus berenang. Hal yang normal jika anak-anak awalnya takut air. Namun, Anda harus meyakinkan anak supaya mereka lebih percaya diri dan tidak mangkir dari les renang. Dengan begini, anak-anak bisa cepat berenang.
  • Hanya karena seorang anak bisa berenang bukan berarti dia tidak bisa tenggelam. Anak-anak bisa lelah, terluka, terjebak, tersangkut, atau bingung. Bahkan, perenang profesional pun bisa mendapat masalah. Meskipun pelajaran berenang membantu menyelamatkan nyawa, anak-anak harus selalu diawasi saat berada dalam air.
Baca juga:  Berat Badan Proporsional Bukan Jaminan Sehat Seorang Wanita

Dengan memperhatikan hal-hal di atas, Anda bisa mengetahui apa yang harus dilakukan saat mengantarkan anak belajar berenang. Tak hanya itu, Anda juga harus mendukung anak supaya tidak malas berenang. Ini akan sangat membantu kehidupan mereka di masa mendatang.

[1] Rufaindah, Ervin. 2018. Manfaat Berenang dan Terapi Air pada Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi & Balita. Jurnal STIKES Widyagama Husada Malang, Vol. 5(1): 43-49.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: