Diet Vegan, Solusi Sehat Kaum Milenial Turunkan Berat Badan

Wanita mengonsumsi makanan vegetarian (sumber: thegpservice.co,uk)Wanita mengonsumsi makanan vegetarian (sumber: thegpservice.co,uk)

Bagi Anda kaum milenial yang ingin memiliki tubuh sehat dan indah, tidak hanya perlu berolahraga secara teratur, tetapi juga perlu diet untuk mengatur pola makan sehat harian. Salah satu diet yang cocok bagi kaum milenial, yaitu diet vegan. Sudah banyak orang mencoba diet ini dan mereka berhasil memiliki tubuh sehat dan indah.

Diet vegan juga menjadi salah satu solusi bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan atau mengatasi obesitas. Diet vegan memiliki takaran kalori 464 kkal lebih rendah dibanding mengonsumsi makanan secara normal. Sehingga, diet vegan menjadi salah satu versi dari diet rendah kalori yang dapat digunakan untuk menurunkan berat badan, atau mengontrol berat badan.

Penelitian Diet Vegan Terhadap Kesehatan

Pada mulanya, banyak orang di seluruh dunia mengonsumsi makanan nabati karena daging tidak tersedia atau tidak terjangkau, karena keyakinan agama, serta kekhawatiran tentang kesejahteraan hewan. Namun, untuk sekarang, orang lebih menyukai makanan vegan karena kesehatan. Penelitian juga telah mendukung gagasan bahwa diet vegan memberikan manfaat untuk kesehatan.

Sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam JAMA Internal Medicine baru-baru ini, mengamati sembilan studi observasional yang berjumlah lebih dari 300.000 peserta untuk melihat pola makan diet vegan terhadap risiko diabetes tipe 2. Studi ini menemukan bahwa mereka yang memiliki pola makan diet vegan atau menghilangkan makanan hewani seperti daging, susu, dan telur memiliki 23% risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2.

Baca juga:  Tips Untuk Memutihkan Wajah Secara Rutin Dengan Bahan Alami
Ilustrasi: wanita mengonsumsi makanan vegan (sumber: plantbasednews.org)

Ilustrasi: wanita mengonsumsi makanan vegan (sumber: plantbasednews.org)

Penelitian lain mengenai diet vegan terhadap kesehatan diterbitkan oleh American Journal of Clinical Nutrition pada 2016 lalu. Para peneliti menganalisis lebih dari 26.000 pria selama hampir delapan tahun yang melakukan diet vegan. Mereka menemukan bahwa diet vegan dikaitkan dengan risiko kanker prostat 35% lebih rendah dibandingkan dengan diet non-vegetarian.

Analisis tersebut ditinjau lebih luas lagi dan diterbitkan dalam The Lancet pada Februari 2019. Studi menunjukkan bahwa sebagian besar pola makan nabati dapat mencegah sekitar 11 juta kematian per tahun secara global dan secara berkelanjutan dapat menghasilkan makanan yang cukup untuk populasi yang tumbuh di bumi tanpa merusak lingkungan.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, Academy of Nutrition and Dietetics mencatat bahwa diet vegan yang terencana merupakan pola makan yang sehat, mampu mencukupi nutrisi harian, dan dapat memberikan manfaat kesehatan untuk pencegahan serta pengobatan penyakit tertentu. Diet ini dapat dilakukan oleh ibu hamil, wanita menyusui, bayi, anak-anak, remaja, dan dewasa yang lebih tua.

Baca juga:  Muncul Bercak Darah Pasca Menopause? Segera Periksa ke Dokter!

Sementara diet vegan bisa menjaga kesehatan tubuh dan menurunkan berat badan, Anda mungkin harus melakukan sedikit perencanaan terhadap pola diet vegan. Ini untuk memastikan Anda mendapatkan cukup protein, kalsium, zat besi, dan vitamin B12, dari berbagai macam jenis makanan nabati, seperti berikut.

Sumber Nutrisi untuk Diet Vegan

Ilustrasi: makanan sumber nutrisi untuk diet vegan (sumber: theconversation.com)

Ilustrasi: makanan sumber nutrisi untuk diet vegan (sumber: theconversation.com)

  • Protein. Ketika Anda melakukan diet vegan, Anda juga harus mendapatkan protein cukup dari aneka produk kedelai (tahu, edamame, tempe, susu kedelai), kacang-kacangan, susu mete, dan biji-bijian.
  • Lemak Nabati. Selain mengonsumsi makanan berprotein, Anda juga harus mendapatkan asupan lemak yang cukup. Anda bisa mendapatkan lemak nabati dari minyak nabati (zaitun, kanola, bunga matahari, safflower, kedelai, dan jagung), kacang-kacangan dan biji-bijian, dan alpukat.
  • Asam Alfa-Linolenat. Penting bagi vegan untuk makan makanan yang mengandung asam alfa-linolenat, sejenis lemak yang dapat diubah menjadi lemak omega-3 esensial (DHA dan EPA) dalam tubuh Anda. Sumber terkaya asam alfa-linolenat adalah biji chia, minyak biji rami, buah kenari, minyak canola, dan minyak kedelai.
  • Kalsium. Tanpa produk susu, pola makan vegan yang tidak seimbang bisa kekurangan kalsium. Targetkan satu hingga dua cangkir per hari sumber kalsium yang diserap dengan baik seperti tahu, lobak, sawi, sawi, susu nabati (kedelai, almond, kacang mete), dan suplemen kalsium.
  • Vitamin B12. Untuk mendapatkan vitamin B12 secara cukup, Anda bisa minum susu nabati (kedelai, almond, mete), sereal, dan suplemen vitamin B12.
  • Yodium. Yodium juga sangat penting bagi Anda yang diet vegan. Kekurangan yodium dapat menyebabkan penyakit gondok. Anda bisa mendapatkan yodium dari garam dapur beryodium.
Baca juga:  Varian Produk dan Cara Memakai Cream KLT untuk Manfaat Optimal

Sempurnakan pola diet vegan di atas dengan menambah sayuran dan buah-buahan. Anda bisa mencoba mengonsumsi salad buah atau sayur sebagai menu tambahan Anda. Sayur dan buah yang mengandung serat serta vitamin sangat penting untuk Anda yang sedang menjalani diet vegan.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: