Diet Sehat, Mulailah Makan Banyak Kacang dan Nasi

Ilustrasi: perencanaan diet (sumber: pinterest)Ilustrasi: perencanaan diet (sumber: pinterest)

Diet menjadi salah satu cara untuk menurunkan berat badan dalam waktu relatif singkat.[1] Selain itu, beberapa jenis diet memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan tubuh dan terhindar dari berbagai risiko penyakit. Sebagai tips bagi Anda yang ingin memulai diet sehat dengan lebih ekonomis dan praktis, Anda bisa makan banyak nasi dan kacang-kacangan.

Manfaat Makan Kacang dan Nasi

Bagi Anda yang ingin diet sehat, tetapi tidak memiliki banyak modal, Anda bisa mencoba mengganti dada ayam dengan kacang-kacangan dan nasi. Dua bahan ini sudah memiliki kandungan gizi yang cukup untuk menunjang diet Anda. Dilansir dari HuffPost, dalam satu cangkir beras dan kacang-kacangan, mengandung 12 gr protein lengkap, 10 gr serat, dan banyak vitamin serta mineral.

Kebanyakan vitamin dan mineral yang ada adalah vitamin B6, vitamin E, fosfor, kalsium, magnesium, dan kalium. Semua kandungan gizi ini tidak hanya penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian, tetapi juga menjaga kesehatan tubuh dan kecantikan kulit. Selain itu, dibandingkan membeli produk diet sehat seperti segelas susu, dada ayam, dan sayur bayam ungu, tentunya nasi dan kacang-kacangan lebih murah. Sebagai saran, Anda bisa memakai kacang polong atau kacang merah yang harganya murah dan mudah ditemukan di minimarket.

Ilustrasi: menu masakan nasi + kacang merah (sumber: bushbeans.com)

Ilustrasi: menu masakan nasi + kacang merah (sumber: bushbeans.com)

Selain itu, nasi dan kacang-kacangan yang dimakan secara bersamaan mengandung sembilan amino esensial untuk membantu proses pembentukan protein lengkap. Ini membantu melancarkan proses diet yang Anda jalani, khususnya bagi Anda yang harus mendapatkan banyak protein. Menurut ahli gizi bernama Jillian Kubala, Anda tidak hanya akan mendapatkan protein dalam jumlah cukup, tetapi juga lisin dan tujuh asam amino esensial lain yang menguntungkan untuk diet.

Baca juga:  Tutorial Model Jilbab yang Simple dan Elegan untuk Acara Wisuda

Sementara, untuk jenis nasi atau beras yang bisa Anda pakai dalam program diet ini, antara lain beras putih dan beras merah. Selain itu, Anda juga bisa memakai nasi gandum utuh yang dimasak secara tradisional. Nasi jenis ini mengandung banyak antioksidan, serat, vitamin B, kalsium, dan zat besi lebih banyak dibanding nasi putih.

Kandungan nasi gandum yang dicampur dengan kacang-kacangan seperti kacang merah atau kacang polong, diketahui juga memiliki banyak serat yang baik untuk pencernaan. Sehingga, selama menjalani diet sehat, Anda akan terbebas dari masalah organ pencernaan, antara lain sembelit atau susah BAB, diare, dan maag.

Supaya rasa dan aromanya tidak hambar, Anda bisa menambahkan bumbu yang sehat ke dalam masakan nasi dan kacang. Sebagai saran, Anda bisa menambahkan daun bawang, bawang merah, dan bawang putih. Ini akan membuat aroma masakan lebih harum dan sedap. Selain itu, tambahkan merica, lada, cabai, aneka rempah, dan sedikit sea salt sebagai penambah rasa.

Baca juga:  Atur Pola Makan Dengan Food Diary, Anda Ingin Coba?

Tips Diet dengan Kacang dan Nasi

Ilustrasi: nasi & kacang-kacangan

Ilustrasi: nasi & kacang-kacangan

Pilihlah jenis kacang yang cocok untuk program diet Anda, karena ada kacang-kacangan yang dikemas dalam kaleng dan ada yang dikemas plastik dalam keadaan kering (frozen food). Kacang kering dan kacang kaleng memang sama-sama mengandung nutrisi dan vitamin. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, termasuk harga dan kandungan garamnya.

Kacang kalengan biasanya dijual dengan harga yang lebih mahal dibanding kacang kering. Hal ini dipengaruhi komposisi dan cara pengolahan yang berbeda. Kacang kaleng tidak membutuhkan proses memasak yang lama, karena sudah dilengkapi dengan bumbu dan bisa langsung dipanaskan sebelum disajikan. Sementara itu, kacang dalam plastik harus direndam dulu supaya teksturnya lebih empuk dan bisa dimasak. Selain itu, kacang kemasan seperti ini tidak dibekali dengan bumbu, sehingga menghambat proses pengolahan.

Baca juga:  Sederet Merek Parfum Wanita yang Paling Tahan Lama dan Awet Wanginya

Pada kacang dalam kaleng yang sudah mengandung bumbu, pastinya memiliki kadar garam yang tinggi dan biasanya ada lapisan kaleng atau bahan kimia (BPA) yang tercampur ke dalam bumbunya. Ini diketahui bisa mengganggu fungsi tiroid dan organ reproduksi, baik wanita maupun pria. Diketahui pula, kacang jenis ini setidaknya mengandung 500 mg natrium per porsi atau setengah cangkir, dan tentunya tidak baik bagi Anda yang diet garam. Sehingga, beberapa ahli kesehatan menyarankan untuk memakai kacang kering.

Sementara itu, untuk beras yang dipakai, pastikan Anda mengonsumsi nasi dari beras berkualitas. Beras tidak boleh mengandung bahan kimia seperti pemutih dan pewangi, karena bisa berisiko buruk terhadap kesehatan Anda. Pastikan Anda tidak melihat kualitas beras dari warna dan aromanya saja, tetapi perhatikan rincian produk dengan lebih jeli untuk mengetahui apakah beras itu aman atau tidak untuk diet Anda.

[1] Rifsyina, Nida Nadia & Dodik Briawan. 2015. Pengetahuan, Persepsi, dan Penerapan Diet Penurunan Berat Badan pada Mahasiswa Gizi Putra. J. Gizi Pangan Institut Pertanian Bogor, Vol. 10(2): 109-116.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: