Pentingnya Diet Bagi Ibu Hamil dan Anak untuk Menghindari Racun

Ilustrasi: ibu hamilIlustrasi: ibu hamil

Diet adalah salah satu cara untuk menghindari makanan tertentu dengan mengganti makanan tersebut dengan jenis yang lebih sehat. Sangat penting menjalani diet khusus bagi ibu hamil dan anak-anak. Beberapa orang, mungkin menganggap diet akan berdampak buruk bagi ibu hamil atau anak-anak, tetapi tahukah Anda bahwa diet ibu hamil dan anak dapat dijadikan sebagai salah satu tindakan untuk menghindari racun?

Penelitian Diet pada Ibu Hamil dan Anak

Sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh ilmuwan USC menunjukkan bahwa ibu hamil dan anak-anak tidak boleh mengonsumsi beberapa jenis makanan tertentu dalam jumlah terlalu banyak. Inilah alasan utama, bahwa ibu hamil dan anak perlu melakukan diet sehat. Beberapa jenis makanan tersebut juga diindikasikan terkontaminasi oleh beragam jenis bakteri serta racun.

Jenis bakteri buruk serta racun dalam makanan, tentunya tidak baik untuk kesehatan ibu hamil. Ini akan berdampak pada janin dan bayi yang akan dilahirkan nantinya. Untuk anak-anak, beberapa jenis bakteri serta racun pada makanan dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh dan tumbuh kembang mereka.

Bisa dibilang, bahwa ibu hamil dan anak-anak adalah kelompok orang yang rentan terhadap racun. Dalam hal ini, mereka perlu memperhatikan jenis makanan serta minuman, bahkan obat-obatan yang mereka konsumsi. Untuk ibu hamil, ada baiknya jika Anda menghentikan kebiasaan makan sembarangan tanpa memperhatikan bahan, kandungan nutrisi, dan jenis makanan. Walaupun ada beragam jenis makanan lezat, namun Anda perlu memikirkan kondisi kesehatan Anda dan janin Anda.

Ilustrasi: bayi dalam kandungan (youtube: Naked Science)

Ilustrasi: bayi dalam kandungan (youtube: Naked Science)

Jika Anda memiliki anak, akan lebih baik untuk mengajarkan mereka pentingnya tidak jajan sembarangan. Anda juga perlu memikirkan jenis makanan dan bahan makanan apa saja yang perlu dikonsumsi oleh anak Anda.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kerentanan ibu hamil dan anak, para peneliti telah melakukan penelitian mengenai kandungan bahan kimia yang dapat mencemari makanan. Bahan kimia tersebut, yaitu pestisida, timbel, dan masih banyak lagi. Dalam penelitian tersebut, para peneliti juga menyebutkan bahwa tidak semua ibu hamil dan anak dapat mengonsumsi ikan dengan bebas. Sebagian besar ikan atau makanan seafood ternyata memiliki kandungan bahan kimia berbahaya, walaupun seafood sendiri dianggap sebagai salah satu sumber protein penting bagi anak dan ibu hamil.

Sebuah tim besar penyelidik dari USC dan lembaga-lembaga di seluruh Eropa juga telah mengamati hubungan antara diet pada ibu hamil dan anak-anak mereka dengan peserta dari enam negara di Eropa. Mereka menemukan, bahwa semakin tinggi konsumsi ikan maka semakin tinggi tingkat bahan kimia persisten beracun dalam darah untuk wanita hamil dan anak-anak mereka. Bahan-bahan kimia tersebut termasuk bifenil poliklorinasi (PCB), zat perfluoroalkyl (PFAS) dan arsenik dan merkuri logam beracun.

Bahan kimia tidak hanya ditemukan pada seafood, tetapi juga ditemukan pada makanan jenis sayur dan buah. Salah satu jenis bahan kimia paling berbahaya yang paling sering ditemukan pada sayur dan buah, yaitu pestisida. Ini merupakan salah satu jenis cairan yang digunakan oleh petani untuk membuat sayur dan buah terhindar dari serangga. Beberapa jenis pestisida bahkan bisa mengontaminasi buah dan sayur hingga ke dalam daging buah dan daunnya. Tentu ini berbahaya bagi ibu hamil dan anak-anak. 

Untuk itu, akan lebih baik jika ibu hamil dan anak memperhatikan diet mereka. Terutama soal seafood, sayuran, dan buah-buahan. Dalam hal ini mereka harus membatasi porsi makan dan menuruti jumlah porsi makan yang dianjurkan oleh dokter atau bidan.

Secara umum, wanita hamil hanya diperbolehkan mengonsumsi maksimal 3 porsi ikan dalam seminggu, sedangkan untuk anak-anak hanya diperbolehkan 2 porsi saja. Dengan melakukan diet ini, ibu hamil dan anak-anak hanya menerima kadar PFAS, arsen, dan merkuri yang lebih rendah daripada jika mereka mengonsumsi di atas batas yang telah dianjurkan tersebut.

Cara Menghindari Racun dari Makanan

Ilustrasi: konsumsi sehat ibu hamil (sumber: hosbeg.com)

Ilustrasi: konsumsi sehat ibu hamil (sumber: hosbeg.com)

“Wanita hamil dan anak-anak sangat rentan terhadap paparan kontaminan makanan,” kata rekan penulis studi Lida Chatzi, associate professor of preventive medicine di Keck School of Medicine USC. “Diet seimbang selama periode kehamilan pada ibu hamil dan masa pertumbuhan pada anak juga penting untuk status gizi yang optimal. ”

Untuk menghindari racun pada seafood, buah, dan sayur, orang tua dari anak-anak dan ibu hamil harus dapat memahami takaran posrsi yang sesuai, selain itu mereka juga bisa beralih ke bahan-bahan makanan organik. Anda bisa memilih jenis seafood organik dan sayur serta buah-buahan organik. Kadar racun dalam bahan makanan organik tentunya tidak sebanyak pada jenis bahan makanan pada umumnya.

Bahan makanan organik juga dinilai lebih sehat, Anda juga tidak perlu khawatir mengenai kandungan racun atau bakteri yang ada pada makanan organik. Di pasaran sendiri memang harga bahan makanan organik lebih mahal jika dibanding dengan bahan makanan pada umumnya. Anda juga bisa mengerti bahwa untuk mendapatkan bahan makanan yang lebih sehat dan bernutrisi tentunya tidak murah. Hal ini karena bahan makanan organik tidak menggunakan bahan kimia dalam proses perawatannya.

Karena tidak menggunakan bahan kimia, para petani harus lebih bekerja keras agar hasil panen mereka tidak rusak karena serangga atau penyakit. Khususnya jika itu adalah jenis makanan seafood, ini akan lebih susah ketika panen. Tidak semua jenis seafood dapat bertahan dengan baik jika itu menggunakan konsep organik. Bahan organik juga tidak dijual di sembarang toko, ini adalah salah satu kekurangannya. Anda perlu mencari toko khusus yang menjual bahan makanan organik berkualitas.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: