Diagnosis dan Cara Mengobati Endometriosis

Ilustrasi: gejala endometriosis (sumber: klfertility.com)Ilustrasi: gejala endometriosis (sumber: klfertility.com)

Banyak wanita yang mengalami sakit pinggang dan nyeri tak lazim selama menstruasi. Jika Anda juga merasakan hal yang sama, sebaiknya waspada. Bisa jadi, Anda mengidap gangguan alat reproduksi dengan gejala penyakit endometriosis atau kista. Untuk mengetahui kebenarannya sekaligus menemukan cara mengobati penyakit ini, dokter perlu mendiagnosis gejala yang Anda alami.

Mendiagnosis Endometriosis

Endometriosis bisa didefinisikan adanya mukosa dengan karakteristik seperti endometrium di luar rongga rahim.[1] Dilansir dari Harvard Health Publishing, endometriosis adalah suatu kondisi yang terjadi ketika jaringan endometrium mulai tumbuh di tempat lain di dalam tubuh. Paling umum, pertumbuhan ini berada di dalam panggul, seperti di ovarium, saluran tuba, permukaan luar rahim, atau kandung kemih.

Gejala endometriosis dapat dilihat selama siklus menstruasi setiap bulan, dengan tanda jaringan yang melapisi rahim semakin tebal, kemudian terurai sebagai darah yang keluar melalui vagina. Pertumbuhan jaringan yang menyimpang dari endometriosis menanggapi hormon yang sama dengan lapisan rahim saat menstruasi.

Namun, alih-alih mengalir melalui vagina sebagai periode menstruasi, darah dari pertumbuhan jaringan di tempat lain tidak bisa keluar. Darah akibat gejala endometriosis akan menggenang di sekitar organ dan jaringan di dekatnya, sehingga menyebabkan iritasi, peradangan, dan jaringan parut. Selain itu, darah yang tidak bisa dikeluarkan bisa membuat pasien merasa tidak nyaman dan nyeri di bagian usus, kandung kemih, dan organ intim. Beberapa orang juga mengalami masa menstruasi yang berat dengan gejala pendarahan berlebih.

Baca juga:  Apa Itu Perimenopause? Berapa Lama Dan Bagaimana Gejalanya?

Dalam beberapa kasus, diagnosis endometriosis seringkali tertunda, karena remaja dan wanita dewasa menganggap gejala penyakit ini normal dan alami saat menstruasi. Beberapa orang juga berpikir bahwa ini adalah gangguan penyakit radang panggul atau sindrom iritasi usus besar yang bisa ditangani dengan mudah. Padahal, penyakit ini berbahaya bagi wanita dan berisiko infertil.

Dilansir dari ALODOKTER, untuk mengatasi endometriosis, pasien perlu diberi obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa sakit. Tak jarang, pihak medis akan memberikan obat antiinflamasi non-steroid sebagai terapi. Selain itu, masih ada banyak cara untuk mengobati penyakit ini dan berikut alasannya.

Ilustrasi: organ reproduksi wanita (sumber: today.com)

Ilustrasi: organ reproduksi wanita (sumber: today.com)

Cara Mengobati Endometriosis

  • Terapi hormon. Karena endometriosis digerakkan oleh hormon, menyesuaikan kadar hormon dalam tubuh terkadang dapat membantu mengurangi rasa sakit, sekaligus mengubah atau menghentikan siklus pelepasan telur bulanan yang menimbulkan gejala lain terkait dengan endometriosis.
  • Ini adalah pengobatan pengobatan alternatif yang menggunakan jarum kecil untuk meredakan nyeri kronis, termasuk gejala endometriosis.
  • Terapi fisik dasar panggul. Metode ini mengatasi masalah pada dasar panggul, termasuk otot yang berbentuk mangkuk di dalam panggul yang berfungsi menopang kandung kemih, usus, rektum, dan rahim. Nyeri panggul terkadang terjadi ketika otot-otot dasar panggul terlalu tegang sehingga menyebabkan iritasi otot dan nyeri otot yang dikenal sebagai nyeri myofascial. Untuk mengobati nyeri akibat endometriosis tersebut, ahli terapi fisik menggunakan tangannya untuk melakukan manipulasi eksternal dan internal pada otot dasar panggul.
  • Terapi perilaku kognitif. Pilihan lain untuk membantu mengatasi gejala endometriosis, termasuk nyeri, adalah terapi perilaku kognitif (CBT). CBT didasarkan pada gagasan bahwa pola pikir yang lebih sehat dapat membantu mengurangi rasa sakit dengan lebih efektif.
  • Perbaikan gaya hidup. Mempertahankan program olahraga yang teratur, jadwal tidur yang sehat, serta pola makan yang sehat dan seimbang, dapat membantu Anda mengatasi dan mengelola stres terkait endometriosis dengan lebih baik.
  • Dokter Anda mungkin merekomendasikan operasi untuk mengangkat atau menghancurkan pertumbuhan jaringan yang tidak normal, untuk membantu meningkatkan kualitas hidup Anda atau peluang untuk hamil. Menghilangkan pertumbuhan jaringan abnormal dan jaringan parut yang disebabkan oleh endometriosis ringan hingga sedang dapat meningkatkan kemungkinan hamil.
  • Manajemen stres. Mengalami nyeri kronis dapat menyebabkan stres, yang dapat meningkatkan kepekaan terhadap nyeri. Karena stres dapat memperburuk rasa sakit, manajemen stres merupakan komponen penting dari manajemen endometriosis.
Baca juga:  Ingin Wajah Mulus? Ini Cara Menghilangkan Bopeng Akibat Jerawat

Anda tidak hanya bisa melakukan satu metode penyembuhan dan memerlukan waktu yang tidak sedikit untuk menemukan kombinasi perawatan yang tepat. Namun, semua itu bisa membuat endometriosis Anda menjadi lebih ringan. Untuk menemukan cara pengobatan yang ampuh, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Setiap pasien akan mendapatkan perawatan yang berbeda, tergantung tingkat keparahan penyakitnya.

[1] Luqyana, Salwa Darin & Rodiani. 2019. Diagnosis dan Tatalaksana Terbaru Endometriosis. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Universitas Lampung, Vol. 7(2): 67-75.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: