Wanita Penderita Diabetes Berisiko Tinggi Terserang Gagal Jantung

Ilustrasi: kesehatan jantung Ilustrasi: kesehatan jantung

Diabetes membawa berbagai komplikasi jangka panjang, tetapi setidaknya gagal jantung adalah ancaman yang lebih besar bagi wanita daripada pria, menurut sebuah penelitian terbaru. Perbedaan risiko bahkan lebih jelas untuk wanita dengan diabetes tipe 1.

Dokter telah lama mengetahui tentang hubungan antara diabetes dan peningkatan risiko gagal jantung. Studi baru ini lantas melaporkan hal baru yang menyatakan hubungan tersebut secara signifikan lebih kuat pada wanita daripada pada pria.

“Tinjauan global kami terhadap 12 juta orang menunjukkan bahwa memiliki diabetes meningkatkan risiko gagal jantung pada wanita dan pria,” kata penulis studi, Toshiaki Ohkuma, anggota senior kehormatan di The George Institute for Global Health di University of New South Wales di Sydney, Australia. “Namun, peningkatan ini lebih besar pada wanita daripada pria.”

Salah satu rekan penulis Ohkuma, Sanne Peters, menghitung perbedaan-perbedaan ini. Dijelaskannya, diabetes tipe 1 dikaitkan dengan risiko gagal jantung 5,15 kali lebih tinggi pada wanita dan risiko 3,47 kali lebih tinggi pada pria, yang berarti risiko gagal jantung 47% lebih tinggi untuk wanita dibandingkan dengan pria.

Peters yang merupakan seorang peneliti di bidang epidemiologi di The George Institute for Global Health di University of Oxford di Inggris ini mencatat bahwa wanita dengan diabetes tipe 2 memiliki risiko hampir dua kali lipat mengalami gagal jantung. Sementara, pria dengan diabetes tipe 2 memiliki risiko 1,74 kali lebih tinggi. Itu berarti risiko gagal jantung 9% lebih tinggi untuk wanita dengan diabetes tipe 2 dibandingkan dengan pria.

Makalah yang diterbitkan dalam jurnal Diabetologia ini menyoroti pentingnya untuk mencegah perkembangan diabetes tipe 2, karena dapat menjadi faktor risiko gagal jantung dan masalah kesehatan lainnya. Menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, lebih dari 30 juta orang di Amerika Serikat menderita diabetes dan hingga 95% memiliki diabetes tipe 2. Secara global, data WHO menunjukan, jumlah penderita diabetes telah meningkat dari 108 juta pada 1980 menjadi 422 juta pada 2014.

Ilustrasi: wanita terkena serangan jantung (sumber: simplemost.com)

Ilustrasi: wanita terkena serangan jantung (sumber: simplemost.com)

Studi ini meninjau dan menganalisis data dalam studi yang mencakup 12 juta orang dan 253.260 kasus gagal jantung. Peneliti memerhatikan diabetes tipe 1 dan tipe 2 adalah faktor risiko yang lebih kuat untuk gagal jantung pada wanita daripada pada pria. “Kami tidak tahu persis mengapa, namun ada beberapa mekanisme yang mungkin sedang kami selidiki lebih lanjut,” kata Peters.

Secara keseluruhan, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan alasan perbedaan yang ditemukan antara pria dan wanita. Makalah ini juga memiliki beberapa keterbatasan lain, termasuk data tersebut terbatas pada apa yang ditemukan dalam penelitian yang diterbitkan sebelumnya dan tidak termasuk informasi tentang durasi diabetes setiap orang.

Gagal jantung sendiri berbeda dari serangan jantung. Selama serangan jantung, jantung kekurangan darah dan oksigen, membuat sebagian jantung rusak. Pada gagal jantung, jantung tidak mampu memompa darah secara efisien, menurut American Heart Association. Ini berarti tubuh mungkin tidak mendapatkan cukup darah dan oksigen.

Meskipun penelitian baru tidak dirancang untuk mencari penyebab pasti dari peningkatan risiko, para peneliti menduga bahwa kurangnya pengobatan diabetes pada wanita dapat memainkan peran. Para penulis penelitian juga mencatat bahwa faktor-faktor risiko penyakit jantung lainnya, seperti tekanan darah tinggi, tampaknya lebih umum pada wanita daripada pada pria.

Ohkuma juga menunjukkan bahwa wanita mungkin telah lama terpapar kadar gula darah tinggi, yang dapat memengaruhi kemampuan jantung untuk berfungsi dengan baik. Dibutuhkan waktu hingga dua tahun lebih lama bagi wanita untuk didiagnosis menderita diabetes daripada pria.

Sementara itu, John Osborne, juru bicara American Heart Association dan direktur kardiologi di State of the Heart Cardiology di Southlake, Texas, mengatakan bahwa asih ada masalah dengan mendiagnosis wanita. Dalam penelitian ini, menurutnya, mereka menghabiskan waktu lebih lama pada tahap ‘pradiabetes’ daripada laki-laki. Penundaan itu, katanya, mungkin menjadi faktor dalam perbedaan risiko gagal jantung. “Diabetes buruk untuk semua orang, tetapi pada wanita, ini sangat buruk,” kata Osborne.

Tips Kurangi Risiko Gagal Jantung

Ilustrasi: gaya hidup sehat (sumber: livecerulean.com)

Ilustrasi: gaya hidup sehat (sumber: livecerulean.com)

Jadi, apa yang dapat dilakukan seseorang dengan diabetes, terutama wanita dengan diabetes tipe 1, untuk mengurangi risiko gagal jantung? Peters mengatakan, gaya hidup sehat dan mengendalikan tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung koroner semuanya penting untuk mencegah gagal jantung. Dia menambahkan bahwa mencegah diabetes sejak awal juga bermanfaat.

Osborne menambahkan, makan dengan benar, berolahraga secara teratur, dan tidak merokok semuanya penting dalam mencegah gagal jantung. Kata Osborne, jika Anda menderita diabetes, obat-obatan baru, dikenal sebagai inhibitor SGLT2, telah terbukti mengurangi risiko gagal jantung.

Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan gagal jantung, atau Anda memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol abnormal, dan kelebihan berat badan, penting untuk berbicara dengan dokter Anda tentang gagal jantung dan risiko diabetes Anda. Penyakit diabetes ataupun jantung bukanlah penyakit yang ringan. Itu sebabnya pencegahan penyakit ini harus menjadi perhatian utama. Jika sudah terlanjur menderita diabetes, jaga pola makan dan konsumsi obat untuk mengontrol gula darah. 

Menurut British Heart Foundation, gagal jantung terjadi ketika jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh secukupnya. Ini adalah kondisi jangka panjang, yang secara bertahap memburuk dari waktu ke waktu dan tidak ada obatnya. Gejala gagal jantung seperti mengalami sesak napas serta pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, perut dan daerah punggung bagian bawah. Gejala lain juga berupa seringnya merasa lelah atau lemas.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: