Untuk Ibu Hamil, Perbanyak Konsumsi DHA Alami Yang Bersumber Dari Makanan Sehat

Ibu Hamil - www.compoundingexpert.comIbu Hamil - www.compoundingexpert.com

DHA adalah kependekan dari docosahexaenoic acid (asam dokosaheksaenoat), yaitu asam lemak yang termasuk dalam kelompok Omega 3. Komposisi otak terdiri dari lemak yang sekitar seperempatnya dihasilkan oleh DHA. Saat menganalisis struktur otak, ilmuwan menemukan bahwa DHA merupakan bagian dari struktur membran neuron. 

DHA berperan dalam bagian yang sangat besar pada kinerja otak (kecerdasan) dan di retina (penglihatan total mata). DHA membentuk kepekaan neuron, yang membantu menyampaikan informasi dengan cepat dan akurat. Asam lemak Omega 3 membantu pembentukan neuron dan transporter glukosa. Ini adalah nutrisi utama yang membantu otak berfungsi.

DHA juga penting untuk perkembangan fungsi mata dan sistem saraf yang sempurna. Penelitian pada hewan menemukan bahwa DHA banyak terkandung dalam sistem saraf, contohnya pada retina mata dan otak.

Anak usia dini yang kekurangan DHA akan memiliki indeks kecerdasan yang rendah. Sebuah studi di Amerika Serikat yang memantau anak dari bayi sampai usia 8-9 tahun menemukan bahwa bayi yang diberi ASI dan mendapatkan DHA yang cukup, secara statistik memiliki nilai 8,3 poin yang lebih tinggi daripada bayi yang diberi susu sapi dan tidak mendapatkan cukup DHA.

Pemberian suplemen DHA untuk jangka panjang sangat bermanfaat untuk perkembangan bayi. Namun, kenyataannya adalah, anak-anak di banyak negara di dunia mendapatkan suplemen DHA harian dalam tingkat yang jauh lebih rendah dari angka yang dianjurkan.

Anjuran asupan DHA dari WHO (World Health Organization) untuk anak-anak usia 6-24 bulan 10-12 mg/hari, ibu hamil dan menyusui 200 mg/hari. Sedangkan dari FFSA (French Food Safety Agency) dianjurkan untuk anak usia usia 0-6 bulan: 0,32% dari total asam lemak, anak usia 6-12 bulan: 70 mg (miligram)/hari, anak usia 1 sampai 3 tahun: 70 mg/hari, anak usia 3-9 tahun: 125 mg/hari dan untuk ibu hamil dan menyusui: 250 mg/hari. Dari informasi ini, Anda mendapatkan gambaran dasar mengenai cara mengkonsumsi DHA yang baik. 

Ibu Hamil Perbanyak Konsumsi DHA - www.scphysiciangroup.com

Ibu Hamil Perbanyak Konsumsi DHA – www.scphysiciangroup.com

Manfaat Makanan yang Mengandung DHA Bagi Kesehatan

Menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke
Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Penyakit ini biasanya terjadi akibat tekanan darah tinggi atau penyumbatan pembuluh darah jantung (aterosklerosis) karena penumpukan plak dari kolesterol.

Makanan yang mengandung DHA ternyata baik untuk kesehatan jantung. DHA diklaim lebih efektif ketimbang EPA untuk menurunkan lemak trigliserida dalam darah dan meningkatkan kadar kolesterol yang baik.

Selain menjaga kesehatan jantung, manfaat DHA lainnya adalah meningkatkan fungsi endotel, yaitu kemampuan pembuluh darah untuk melebar. Jika fungsi endotel baik, maka aliran darah tidak terhambat sehingga menurunkan risiko stroke.

Menurunkan risiko ADHD pada anak

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan perilaku yang ditandai dengan sulit konsentrasi dan perilaku impulsif. Anak dengan gangguan ini umumnya memiliki tingkat DHA yang lebih rendah dalam aliran darahnya.

DHA berperan penting untuk meningkatkan aliran darah di sekitar otak. Kandungan asam lemak omega-3 pada makanan yang mengandung DHA turut membantu menguatkan fungsi otak anak. Itu kenapa para orang tua harus sebisa mungkin mencukupi kebutuhan DHA anak untuk mencegah terjadinya ADHD.

Mencegah bayi lahir prematur

Selain anak-anak, DHA juga penting untuk ibu hamil dan juga janinnya. Penelitian menunjukkan bahwa wanita hamil yang mengonsumsi makanan mengandung DHA memiliki risiko melahirkan anak prematur lebih kecil dibandingkan wanita hamil yang tidak mengkonsumsi DHA. Selain itu, DHA juga penting untuk perkembangan otak dan mata bayi. Jadi, penuhi kebutuhan DHA dari makanan atau suplemen atas rekomendasi dokter untuk mencegah dua hal tersebut.

Membantu melawan peradangan pada tubuh

Penyakit jantung, rematik, atau masalah gusi terjadi akibat adanya peradangan pada tubuh. DHA memiliki sifat anti inflamasi yang dapat mengurangi atau melawan peradangan tersebut. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pasien rematik yang mengonsumsi 2.100 mg DHA setiap hari, menurunkan pembengkakan pada sendi sebesar 28% dibanding pasien yang tidak mengonsumsi DHA. Selain itu, meningkatkan asupan DHA juga membantu menyeimbangkan kadar asam lemak omega 6 yang berlebih sehingga mencegah timbulnya peradangan.

Mencegah kanker dan penyakit Alzheimer

Para peneliti percaya bahwa makanan yang mengandung DHA mampu mengurangi peradangan dan menghambat pertumbuhan sel yang abnormal di dalam tubuh. Peradangan kronis merupakan faktor risiko kanker. Menurut penelitian, mengonsumsi makanan yang mengandung DHA ternyata dapat mencegah berbagai jenis kanker: seperti kanker payudara, kolorektal, prostat, dan pankreas.

Sifat anti radang dari DHA juga berpotensi untuk menurunkan risiko penyakit Alzheimer yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif otak. DHA dapat meningkatkan fungsi otak jadi lebih baik sehingga penyakit Alzheimer bisa dicegah atau diperlambat perkembangannya.

Ibu Hamil Konsumsi DHA Dari Makanan Sehat - www.foodandwine.com

Ibu Hamil Konsumsi DHA Dari Makanan Sehat – www.foodandwine.com

Makanan yang Mengandung DHA

  • Salmon. Salmon merupakan sumber terbaik DHA yang penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak. Riset terbaru juga menunjukkan, orang yang memperoleh asupan asam lemak lebih banyak memiliki pikiran lebih tajam dan mendapat hasil memuaskan dalam uji kemampuan. Kandungan asam lemak omega 3 untuk per 100 gram ikan salmon adalah 2,2 gram. Kebutuhan anak-anak akan omega 3 per hari adalah 1,2 gram.
  • Telur. Telur dikenal sebagai sumber penting protein yang relatif murah dan harganya cukup terjangkau. Bagian kuning telur ternyata padat akan kandungan kolin, yaitu suatu zat yang dapat membantu perkembangan memori atau daya ingat. Kandungan kolin dalam 1 butir telur berukuran besar adalah 126 mg. Bandingkan dengan 2 sendok makan selai kacang yang hanya mengandung 20 mg dan 300 gram daging sapi dengan kandungan 66 mg kolin. Kebutuhan anak-anak akan kolin 200-375 mg per hari.
  • Selai Kacang. Kacang tanah (peanut) yang banyak diolah menjadi selai kacang merupakan salah satu sumber vitamin E dan DHA. Vitamin ini merupakan sumber antioksidan yang dapat melindungi membran-membran sel saraf. Bersama thiamin, vitamin E membantu otak dan sistem saraf dalam penggunaan glukosa untuk kebutuhan energi. Setiap 2 sendok makan selai kacang mengandung 2,9 mg vitamin E, sedangkan kebutuhan anak-anak per hari antara 4-10 mg.

 

  • Sayuran. Tomat, ubi jalar merah, labu, wortel, dan bayam adalah sayuran yang kaya gizi, DHA dan sumber antioksidan yang akan membuat sel-sel otak kuat dan sehat.
  • Susu dan Yoghurt. Makanan yang berasal dari produk susu mengandung protein, DHA dan vitamin B. Tiga jenis zat gizi ini penting bagi pertumbuhan jaringan otak, neurotransmitter, dan enzim. Susu dan yoghurt juga bisa membuat perut kenyang karena kandungan protein dan karbohidratnya sekaligus menjadi sumber energi bagi tubuh. 

 

Baca juga:  Lima Besar Sifat Kepribadian Manusia dan Apa Artinya Bagi Psikolog

Begitulah manfaat DHA bagi tubuh manusia. Apalagi DHA memiliki peran penting bagi tingkat kecerdasan anak. Oleh sebab itu, mengonsumsi makanan yang bernutrisi dan mengandung DHA sangat dianjurkan.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: