Hindari Stres dan Depresi dengan Bersikap Narsis

Narsisme Ekstrem Tidak Atasi Stres - blockchain360.news

Banyak orang yang suka menonjolkan diri mereka di hadapan publik, bukan karena wajib, tetapi sebagian besar merasa hanya ingin saja. Di antara mereka bahkan ingin terkenal dengan cara melakukan apapun agar terlihat lebih menonjol dari sebagian besar orang. Ini adalah salah satu gejala narsis, ketika rasa percaya diri Anda sedang berada di bagian paling ujung. Narsis sendiri sering dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Namun, tahukah Anda bahwa depresi dan stres dapat dihindari dan diatasi dengan narsis?

Pengertian Narsis

Secara etimologi, narsis sendiri berasal dari kata “Narsisisme” yang merupakan kata dari bahasa Inggris atau “Narsisme” dari bahasa Belanda. Kedua kata tersebut memiliki arti sebagai perasaan cinta secara berlebihan terhadap dirinya sendiri, dan orang yang mengalami gejala tersebut dapat disebut sebagai narsisis. Dari dua kata tersebut, terdapat istilah “narsis” yang pertama kali digunakan oleh seorang ahli psikologi bernama Sigmund Freud. Asalnya didapatkan dari nama seorang dewa dari mitologi Yunani, Narcissus, yang memiliki rasa cinta berlebihan terhadap dirinya sendiri.

Kebanyakan narsisis mungkin akan dianggap menjengkelkan dan lebih sering dipandang sebelah mata karena tingkah lakunya. Hal ini karena kebanyakan orang narsis selalu memiliki rasa percaya diri yang berlebihan, bahkan beberapa orang narsis seringkali bertingkah aneh di depan kamera untuk kepentingan pribadi. Inilah yang mengganggu orang di sekitar mereka.

Studi: Narsis Obati Stres dan Depresi

Walaupun dianggap menjengkelkan,  ternyata ada juga sisi positif dari narsis. Hal ini telah dibuktikan oleh tiga hasil penelitian di Inggris. Dari hasil penelitian tersebut, menunjukkan bahwa narsisme mungkin bukanlah hal yang buruk. Mengapa? Karena itu memberikan tingkat ketangguhan mental yang dapat memberdayakan dan melindungi seorang individu untuk menghadapi kritik dan rasa kurang percaya diri.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa setidaknya beberapa aspek narsisme dapat membantu individu untuk menunjukkan ketahanan terhadap beberapa jenis psikopatologi, yaitu gejala depresi dan stres yang dirasakan,” jelas Kostas Papageorgiou, penulis utama penelitian,  asisten profesor di sekolah psikologi di Queen’s University Belfast di Irlandia Utara. “Narsisme tampaknya berkorelasi positif dengan harga diri dan extraversion yang sehat.”

Narsis Obati Stres dan Depresi - www.idntimes.com

Narsis Obati Stres dan Depresi – www.idntimes.com

Untuk melakukan penelitian tersebut, para peneliti memilih sebanyak 700 peserta dengan usia rata-rata antara 22 tahun hingga 25 tahun. Dalam hal ini, mereka melakukan metode penelitian menggunakan pendekatan kuesioner. Dalam kuesioner, terdapat beberapa pertanyaan yang wajib dijawab oleh para peserta. Semua kuesioner secara lengkap juga dirancang untuk mengukur tingkat kenarsisan individu, ketangguhan mental, dan tingkat stres. Peserta juga akan mendapatkan peringkat atau kelas untuk lebih dari satu jenis narsisme yang mereka alami.

Sebagai contoh, seperti tingkat tertentu narsisme yang dibedakan menjadi 2 berdasarkan sifatnya, yaitu narsisme bersifat universal dan narsisme bersifat rentan. Untuk jenis narsisme rentan, berakar pada rasa tidak aman dan perasaan defensif yang dapat mendorong seseorang melihat perilaku orang lain sebagai hal yang buruk dan dapat mengancam individu tersebut.

Memiliki tingkat narsisme rentan yang tinggi tidak terkait dengan ketangguhan mental yang lebih besar atau kemampuan yang lebih besar untuk mengembangkan pertahanan dalam melawan kritik dan depresi. Papageorgiou juga menekankan bahwa studinya tidak berfokus pada narsisme muluk yang ekstrem, atau kondisi klinis yang dikenal sebagai ‘gangguan kepribadian narsistik’. Sebaliknya, dalam penelitian ini, ia berfokus pada aspek sifat kepribadian narsisme yang muncul pada spektrum.

Narsisme Ekstrem Tidak Atasi Stres Serta Depresi

Dalam penelitiannya pula, ia juga setuju bahwa tingkat narsisme ekstrem sebenarnya bukan sebuah langkah untuk mengatasi depresi atau stres. Narsisme dengan tingkat ekstrem yang dialami oleh seorang individu juga mampu membahayakan kesehatan jiwa mereka. Secara psikologi dan etika, narsisme tingkat ekstrem bisa dijadikan sebagai salah satu jenis gangguan mental. 

“Peningkatan diri dalam bentuk narsisme mungkin lebih efektif ketika menghadapi tantangan di kehidupan sosial dan untuk menghadapi serta beradaptasi dengan lingkungan tersebut,” tambah Papageorgiou. “Sebagai contoh, orang akan lebih sering berjalan daripada berlari. Namun, kadang-kadang, berjalan tidak akan berhasil dan berlari adalah pilihan yang lebih disukai. Gagasan di sini dapat diartikan, bahwa orang perlu fleksibel menjalani kehidupannya. Mereka perlu berjalan ketika mereka tidak harus berlari, tetapi bisa berlari ketika mereka harus.”

Hindari Stres dan Depresi - newcreationtreatment.com

Hindari Stres dan Depresi – newcreationtreatment.com

James Maddux, seorang profesor emeritus psikologi klinis di Universitas George Mason di Fairfax, Va., mengkaji penelitian dan menyetujui. Dia berpendapat bahwa ada berbagai strategi untuk mencegah dan menangani depresi, termasuk mengubah cara orang berpikir tentang diri mereka sendiri, dunia, dan hubungan sosial.

“Saya tidak berpikir bahwa penulis studi ini menunjukkan bahwa orang harus berusaha untuk menjadi lebih narsis sebagai cara mencegah depresi, tetapi hanya bahwa sifat kepribadian yang kita sebut narsisme mencakup beberapa karakteristik yang dapat menurunkan risiko depresi,” kata Maddux. “Kuncinya adalah orang yang tinggi, tetapi tidak terlalu tinggi, dalam narsisme juga memiliki harga diri yang tinggi. Mengapa? Karena depresi sebagian besar merupakan ‘gangguan’ harga diri.”

Orang-orang yang bergumul dengan depresi, sambung Maddux, sering merasa mereka tidak berharga, tidak ada yang peduli dengan mereka, dan mereka tidak dapat melakukan sesuatu dengan benar. Jadi, memiliki harga diri yang tinggi secara alami membuat seseorang lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami depresi.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: