Dengan Modal Tipis, Bisnis Semut Jepang Dapat Langsung Dijalankan

Semut Jepang - kangtatang.wordpress.com Semut Jepang - kangtatang.wordpress.com

Semut merupakan salah satu jenis serangga yang dapat ditemukan di mana saja. Semut kadang dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu apabila sudah mulai ‘ikut mencicipi’ atau yang dihidangkan.

Semut Jepang - kangtatang.wordpress.com

Semut Jepang – kangtatang.wordpress.com

Walaupun sering dianggap mengganggu, namun semut juga dapat dijadikan bisnis. Seperti semut jepang. Sebenarnya, binatang ini bukan jenis semut, tetapi spesies kumbang atau bahasa latinnya Tenebrio. Hal ini dikarenakan binatang ini memiliki sayap dan berbadan keras.

Karena sering terdengar bahwa semut ini memiliki manfaat bagi tubuh manusia, kemudian, banyak orang yang mengembangbiakkan kemudian menjualnya dan menjadikannya sebagai ladang bisnis.

Untuk memelihara semut ini mudah dilakukan. Langkah awal adalah Anda harus menyiapkan wadah atau media. Semut Jepang termasuk kategori hewan yang dapat bertahan hidup di kondisi apa saja, bahkan saat suhu udara tidak terlalu panas dan cenderung lembap. Media atau wadah yang disarankan adalah kotak kecil atau toples berbahan kaca. Toples atau wadah plastik sebenarnya bisa dimanfaatkan, tetapi sering menimbulkan bau tidak sedap pada ruangan.

Semut Jepang tidak mampu berkembang biak meski sudah masuk ke dalam toples atau kotak kaca. Mereka butuh media untuk bersarang, kawin serta bertelur. Untuk memfasilitasi hal tersebut, Anda hanya perlu menyiapkan kapas bersih dan kering. Semut Jepang suka bertelur pada media yang berongga, jadi usahakan kapas yang digunakan tidak padat. Jika tetap menggunakan kapas yang padat, maka pisahkan terlebih dahulu tiap lembarnya.

Agar terdapat sirkulasi udara bagi semut di dalamnya, jangan lupa untuk memberi lubang-lubang kecil pada tutup wadah. Lubang dibuat sekecil mungkin supaya semut tidak keluar dari tempatnya.

Jika Anda tidak ingin melubangi tutup wadah, atau tidak ingin memakai tutup, bisa memanfaatkan kain kassa. Siapkan terlebih dahulu kain kassa sebanyak 2 atau 3 lembar, kemudian ikat kain tersebut pada wadah dengan menggunakan karet gelang, atau tali.

Penempatan wadah disarankan berada di tempat yang kurang cahaya, karena semut jepang menyukai tempat yang gelap, dan sedikit lembap. Anda bisa meletakkannya di bawah meja atau di kolong tempat tidur. Hal ini dikarenakan cahaya yang terlalu terang akan membuat semut bergerak aktif untuk menemukan lokasi yang lebih gelap.

Jika hal tersebut terjadi, semut tidak punya waktu untuk bertelur dan berkembang biak. Selain itu, cahaya yang terang dapat membuat semut kepanasan, sakit dan mati. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah lokasi wadah harus bebas dari gangguan hewan seperti cicak, ulat, cacing, kecoa dan serangga lainnya.

Dalam wadah, Anda dapat memasukkan indukan kurang lebih sebanyak 30 ekor. Indukan yang sehat memiliki bentuk tubuh yang gemuk dan keras, ukuran tubuh antara 2-3 mm, serta tidak lunak. Badan berwarna hitam gelap, mirip dengan kutu beras. Jika masih berwarna coklat, hal ini menandakan bahwa semut jepang masih berusia kecil, sehingga waktu untuk berkembang biak.

Selain itu, semut jepang dengan baik pasti memiliki sayap. Bagian terluar sayap bentuknya keras serta berfungsi sebagai alat pelindung. kakinya ada 3 pasang. Di bagian kepala terdapat 2 antena kecil di sebelah kiri dan kanan.

Jenis semut ini paling cocok ragi tape. Pakan jenis ini bisa Anda beli di pasar dengan harga Rp 6.000-10.000 per bungkus. Di setiap bungkus, terdapat 10 butir ragi tape. Untuk memberi makan semut, setiap butir ragi dapat untuk memberi makan semut jepang hingga 100 ekor dan habis dalam waktu 2 sampai 3 hari. Semut Jepang tergolong hewan yang rakus, Anda tidak boleh terlambat memberi makan, karena jika semut dalam keadaan lapar, mereka akan kehilangan keinginan untuk kawin.

Waktu pemberian pakan bisa kapan saja, tanpa ada batasan waktu, baik pagi, siang, sore maupun malam hari. Disarankan untuk memberi makan secara langsung dalam bentuk butiran di atas tumpukan kapas.

Setelah berbagai proses di atas selesai dilakukan, pada fase pertama, indukan akan menjalani masa perkawinan. Setelah itu, telur-telur dihasilkan dalam bentuk kecil dengan ukuran tidak lebih dari seperempat milimeter dan berwarna putih kekuningan.

Sekitar 10 hari berikutnya, telur akan berubah menjadi larva berwarna kuning kecoklatan dengan ukuran tubuh sekitar 1 sampai 2 mm. Larva berbentuk seperti ulat ini, akan membesar hingga mencapai 3 mm sampai ½ cm.

Antara 1 minggu hingga 10 hari kemudian, tubuh larva akan menyusut dan menjadi gemuk. Bentuknya agak lonjong dan lancip pada bagian ekor. Sedangkan bagian atas (kepala), menyatu dengan tubuh.

Setelah menunggu sekitar 8 hari, larva akan mengalami perubahan bentuk lagi menjadi anakan. Pada fase perubahan dari larva hingga anakan, terjadi perubahan lain di tubuhnya, yaitu berupa pergantian kulit, dimana kulit lama akan terlepas dari tubuh, lalu diganti oleh pertumbuhan kulit baru.

Secara keseluruhan, fase pertumbuhan serta perkembangbiakan budidaya semut hitam butuh waktu kurang lebih selama 1 bulan. Baik yang kecil, dewasa, telur dan larva semuanya dapat hidup berdampingan secara bersama-sama.

Mereka tidak perlu di bagi ke dalam wadah berbeda. Meski berukuran kecil, wadah (sarang) semut bisa menampung hingga ratusan ekor. Barulah setelah jumlahnya semakin banyak (sekitar 4 hingga 500 ekor), semut Jepang boleh di pisah.

Setelah semut berkembang biak, Anda dapat menjualnya, bisa kepada pengepul atau pembeli langsung. Wadah jualnya juga harus dibubuhi kapas lengkap dengan tutup/kain kassa agar serangga tetap hidup dan tidak mudah mati.

Bisnis Semut Jepang ini banyak diminati karena budidayanya mudah, tetapi dapat menghasilkan keuntungan yang tidak sedikit. Seperti yang dilakukan oleh Agus, salah satu pembudidaya semut. Ia mengatakan keuntungan bersih dari pembiakan semut jepang ini terbilang cukup besar, yaitu 70% dari omzet. Setiap semut dijual dengan harga berbeda, jika digunakan untuk pengobatan dihargai Rp 3.000 per ekor, sedangkan jika semut digunakan sebagai pembibitan dihargai Rp 5.000. Dalam sebulan, keuntungan yang didapat sekitar Rp 2.000.000-3.000.000.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: