Dampak Negatif Menonton Tayangan Pornografi

tayangan, pornografi, video, porno, kekerasan, seksual, orang, otak, kecanduan, hubungan, kehidupan, pribadi, pasangan, pengaruh, tubuh, dorongan, dampak, negatif, awal, cenderung, pengamatan, langsung Pasangan menonton film porno bersama-sama

Seorang wanita bernama Vanessa Marin berkonsultasi kepada psikolog. Ia bercerita tentang kekasihnya yang terlalu sering menonton tayangan pornografi, sehingga menyebabkan kecanduan. Akibatnya adalah Marin sering merasa terabaikan karena kekasihnya lebih sering menghabiskan waktu menonton tayangan itu daripada bersama dengan dirinya.

Pengalaman yang dialami oleh Marin bukan merupakan yang pertama kali terjadi. Ada beberapa orang merasakan hal yang sama. Kecanduan menonton tayangan pornografi bisa disebabkan oleh keinginan memuaskan diri sendiri, tetapi tidak berhubungan langsung dengan pasangan. Keinginan itu seringkali digunakan sebagai pelepas stres sesekali waktu.

Namun, kebiasaan menonton tayangan atau video berbau pornografi memiliki dampak negatif bagi kehidupan Anda. Pornografi sudah mengalami banyak transformasi dalam beberapa dekade terakhir, berkat semakin mudahnya akses internet dan bertambah cepatnya koneksi jaringan. Ini juga sebabnya mengapa jumlah penonton video porno bertambah banyak.

Ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Newcastle di Inggris yang mengatakan bahwa teknologi virtual reality (VR) mengubah pengalaman orang saat menonton video pornografi. Biasanya, penonton bersifat pasif, kini dengan teknologi itu, mereka bisa menjadi tokoh utama.

Penggunaan teknologi itu dianggap bisa mengaburkan batasan antara realitas dan fantasi, sehingga bisa merusak hubungan manusia dengan sesama dan dapat memicu perilaku yang berbahaya.

Penelitian mengenai dampak negatif dari tayangan pornografi sudah banyak dilakukan. Pertanyaan mengenai dampak negatif itu masih menjadi suatu hal yang sulit. Sebagai subjek penelitian saja, pornografi sudah menyulitkan. Penelitian hanya mengandalkan pengakuan responden tentang pola perilaku mereka saat menonton video porno, dan pengamatan langsung di dalam suasana laboratorium saat mereka menonton pornografi, yang sifatnya jadi tidak alamiah dan sedikit canggung juga.

Dampak Negatif Dari Menonton Tayangan Pornografi

Kekerasan Seksual

Ilustrasi: korban kekerasan seksual

Pornografi dianggap bisa memengaruhi seseorang atau memicunya untuk melakukan pemerkosaan atau kejahatan seksual. Di tahun 1995, sebuah meta-analisis atas 24 penelitian dengan melibatkan 4.000 peserta berusaha mengamati angka rata-rata dari korelasi konsumsi video porno dan asumsi yang berkembang soal pemerkosaan dan kejahatan seksual. Hasilnya tidak menimbulkan kesimpulan apapun.

Tetapi, mulai tahun 2010, peneliti yang mengamati lebih dari 300 adegan porno mendapati bahwa 88 persen di antaranya mengandung agresi fisik. Umumnya pelaku kekerasan adalah laki-laki dan sasarannya perempuan. Dan perilaku agresi seksual semacam itu banyak dianggap memberikan kenikmatan seksual.

Neil Malamuth dari University of California, Los Angeles, sudah menggelar banyak penelitian bertema pornografi dan kekerasan seksual. Termasuk salah satunya yang melibatkan 300 laki-laki. Dia menarik kesimpulan bahwa laki-laki yang banyak menonton video porno yang menampilkan perilaku seksual agresif, lebih cenderung menjadi pelaku kekerasan seksual, jika ia sejak awal sudah agresif secara seksual.

Membawa Pengaruh Terhadap Otak & Tubuh

Baca juga:  Dipercaya Menutrisi Rambut, Harga Shampoo Dove Sedang Promo Di Alfamidi

Peneliti di Institut Max Planck Berlin mengamati otak 60 laki-laki saat menyimak gambar-gambar porno, dan menanyai mereka tentang kebiasaan menonton video porno. Mereka mendapati striatum atau bagian otak yang mengatur sistem timbal-balik, lebih kecil pada mereka yang banyak menonton video porno. Artinya, mereka kemungkinan butuh konten yang lebih grafis lagi supaya bisa terangsang.

Tetapi, peneliti tidak mampu menyimpulkan jika responden dengan striatum yang lebih kecil terdorong untuk menonton lebih banyak video porno atau apakah kebiasaan menonton video porno adalah penyebab bagian otak tersebut susut. Walaupun pada akhirnya mereka ‘berasumsi’ kemungkinan kedua sebagai penyebabnya.

Pengaruh Terhadap Hubungan

Banyak menonton video porno membuat laki-laki kehilangan gairah pada pasangannya, begitu peringatan yang disebarluaskan setelah penelitian Douglas Kenrick pada 1989. Penelitian tersebut membawa pengaruh besar khususnya bagi para psikolog, menurut Rhonda Balzarini, mahasiswa PhD di University of Western Ontario.

tayangan, pornografi, video, porno, kekerasan, seksual, orang, otak, kecanduan, hubungan, kehidupan, pribadi, pasangan, pengaruh, tubuh, dorongan, dampak, negatif, awal, cenderung, pengamatan, langsung

Ketidakharmonisan terjadi terutama di atas tempat tidur

Ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa menonton video pornografi bisa dilambangkan sebagai tanda bahwa sebuah rumah tangga berada di ambang perceraian. Dengan membandingkan tiga paket data antara 2006 dan 2014, peneliti mendapati kecenderungan bercerai meningkat dua kali lipat bagi orang Amerika yang mulai menonton video porno. Mereka yang mengatakan menonton video porno dua sampai tiga kali sebulan memiliki kecenderungan bercerai paling tinggi.

Kehidupan Pribadi Dengan Pasangan

Baca juga:  Bedak Bioaqua BB Gold Liquid Cushion Exquisite & Delicated Untuk Tampilan Cantik Ala Korea

Sejak lama pornografi dianggap sebagai biang persoalan dalam kehidupan seks pasangan. Anggapan ini mungkin didasarkan pada jenis pornografi yang dikonsumsi, begitu kata riset yang mendapati bahwa laki-laki yang lebih sering menonton video porno kurang puas dengan kehidupan seksual mereka. Tapi sebaliknya, hipotesis ini terbukti sebaliknya di kalangan perempuan.

Peneliti menduga ini disebabkan perempuan punya kecenderungan menonton video porno bersama pasangan mereka, ketimbang menonton sendiri, dan laki-laki tipikalnya tidak banyak menonton aktivitas seks konsensual saat menonton seorang diri.

Kecanduan

Dari sekian banyak efek negatif yang dikaitkan dengan pornografi, kecanduan seks biasanya yang paling sering disebut-sebut. Satu studi dari Universitas Cambridge menyamakan kecanduan pornografi dengan kecanduan obat, setelah mereka menemukan bahwa pemicu di otak bekerja dengan cara serupa.

Peserta penelitian laki-laki yang heteroseksual separuh memiliki perilaku seksual kompulsif (CSB) dan separuh lagi tidak diminta untuk memberi peringkat terhadap klip video seks dan non-seksual saat mereka dipasangi alat pemindai fMRI.

CSB yang sering juga mendapat julukan kecanduan seks, mempunyai obsesi dengan pikiran seksual, dorongan atau perilaku yang bisa menyebabkan orang tertekan dan terganggu pekerjaannya, hubungannya, dan berbagai bidang lain kehidupannya. Hasilnya, tiga bagian di otak lebih aktif untuk peserta yang mengidap CSB, ini juga tampak saat orang yang kecanduan obat diperlihatkan dengan stimuli obat.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: