Dampak Negatif Kesepian Bagi Kesehatan

dampak, negatif, kesepian, kematian, merokok, obesitas, berbahaya, me time, diri sendiri, keluarga, waktu, teman, isolasi, sosial, tatap, muka, media, sosial, paradoks, psikolog, tidur, tips, jantung, stroke Wanita murung akibat kesepian

Paradoks media sosial. Para psikolog telah menciptakan istilah itu untuk menggambarkan bagaimana media sosial telah memungkinkan Anda untuk menjadi lebih terhubung dengan orang lain kapan pun. Namun, sebagian besar orang Amerika melaporkan bahwa mereka merasa lebih kesepian dan terisolasi daripada sebelumnya.

Sebuah studi telah menyoroti isu kesehatan publik yang muncul, menyarankan Facebook dan komunitas berbasis web lainnya, serta hal-hal lain dalam kehidupan modern dianggap dapat meningkatkan tingkat kesepian yang merusak kesehatan mental dan fisik.

Survei dilakukan oleh firma asuransi kesehatan Cigna, menemukan kesepian yang semakin banyak dirasakan di hampir separuh orang Amerika yang melaporkan bahwa mereka merasa sendirian, terisolasi, atau ditinggalkan. Sebanyak 75 juta generasi milenium bangsa (usia 23-27) dan generasi Z dewasa (18-22 tahun) di Amerika Serikat lebih merasa kesepian daripada generasi yang lebih tua. Generasi muda itu juga disebut memiliki kesehatan yang tidak lebih baik dari generasi berumur di atas mereka.

Selain itu, 54 persen responden mengatakan bahwa mereka merasa tidak ada yang mengenal mereka dengan baik, dan 4 dari 10 orang melaporkan bahwa mereka memiliki hubungan yang kurang bermakna dan mereka merasa terisolasi dari orang lain.

Douglas Nemecek, MD, kepala petugas medis Cigna untuk kesehatan perilaku mengatakan bahwa temuan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa masalah yang diteliti telah mencapai proporsi ‘epidemi’, menyaingi risiko yang ditimbulkan oleh tembakau yang terus meluas di negara Amerika.

Menurut Douglas Nemecek dalam laporan yang dibuatnya, kesepian memiliki dampak negatif yang sama pada kematian karena merokok 15 batang sehari, bahkan kesepian dapat membuatnya lebih berbahaya daripada obesitas.

Kesepian, ancaman yang meningkat?

dampak, negatif, kesepian, kematian, merokok, obesitas, berbahaya, me time, diri sendiri, keluarga, waktu, teman, isolasi, sosial, tatap, muka, media, sosial, paradoks, psikolog, tidur, tips, jantung, stroke

Kesehatan terganggu akibat mengalami kesepian

Komentar Nemecek membuat orang-orang dari spesialis kesehatan masyarakat terkemuka ikut berkomentar, termasuk Surgeon General, Vivek H. Murthy, MD, yang mengatakan bahwa kesepian harus menjadi target dalam kampanye kesehatan masyarakat seperti yang dirancang untuk memerangi merokok, menggalakkan imunisasi, memerangi obesitas, dan mencegah penyebaran virus AIDS.

Surgeon General, Vivek H. Murthy MD mengatakan bahwa selama bertahun-tahun merawat pasien, patologi paling umum yang ia lihat bukanlah penyakit jantung atau diabetes, tetapi kesepian.

Kesepian adalah epidemi kesehatan yang berkembang. Anda hidup di zaman yang paling terhubung secara teknologi dalam sejarah peradaban, namun tingkat kesepian telah berlipat ganda sejak tahun 1980-an.

Laporan baru yang dihasilkan dalam kemitraan dengan perusahaan poling, Ipsos, didasarkan pada survei online terhadap lebih dari 20.000 orang dewasa AS menggunakan skala kesepian UCLA untuk melihat seberapa luas rasa kesendirian di Amerika. Dan, hasilnya adalah sebagai berikut:

  • Hampir separuh orang Amerika melaporkan bahwa sebanyak 46 persen merasa kadang-kadang atau selalu merasa sendirian, dan sebanyak 47 persen merasa ditinggalkan.
  • Penggunaan media sosial yang luas di kalangan orang dewasa berkontribusi terhadap rasa kesepian, tetapi itu bukan satu-satunya alasan.
  • Kesepian dipicu oleh berbagai hal, termasuk tuntutan kerja, jadwal tidur yang tidak tepat, tidak menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga atau bersosialisasi dengan teman-teman, dan kurangnya ‘me time’.
dampak, negatif, kesepian, kematian, merokok, obesitas, berbahaya, me time, diri sendiri, keluarga, waktu, teman, isolasi, sosial, tatap, muka, media, sosial, paradoks, psikolog, tidur, tips, jantung, stroke

Ilustrasi: beragam aplikasi media sosial

Ahli kesehatan mental mengatakan studi yang dilakukan Cigna adalah untuk mendokumentasikan peningkatan tingkat kesepian dan efek bagi kesehatan masyarakat yang terkait.

Penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang kesepian dan terisolasi lebih mungkin menderita penyakit jantung dan stroke, mendapatkan masalah pada sistem kekebalan tubuh, dan bahkan mungkin mengalami kesulitan untuk pulih dari kanker. Dan, jelas bahwa kesepian terkait erat dengan depresi dan dapat menyebabkan kematian dini.

Julianne Holt-Lunstad, PhD, seorang psikolog di Universitas Brigham Young yang mempelajari kesepian dan efek terhadap kesehatan telah menemukan hasil bahwa kesepian memperbesar kemungkinan terjadinya kematian dini bagi orang-orang dari segala usia.

Pada 2017, Holt-Lunstad mempresentasikan penelitian yang menghubungkan kesepian dan isolasi sosial terhadap sejumlah risiko kesehatan di konvensi tahunan American Psychological Association.

Baca juga:  Mengatasi Kondisi Kulit Vulva Yang Bermasalah

Makalah Holt-Lunstad mengutip data dari dua analisis yaitu 148 studi pertama yang melibatkan lebih dari 300.000 peserta, dan menemukan bahwa hubungan sosial yang baik terkait dengan 50 persen kemungkinan kematian dini lebih rendah. Studi kedua melibatkan 70 penelitian yang mewakili lebih dari 3,4 juta orang, dan menemukan bahwa isolasi sosial, kesepian, atau hidup sendiri meningkatkan kemungkinan kematian dini setidaknya jumlahnya sebanyak obesitas.

Menurut Holt-Lunstad, terdapat bukti kuat bahwa isolasi sosial dan kesepian secara signifikan meningkatkan risiko kematian dini, dan besar risikonya melebihi banyak indikator kesehatan terkemuka.

dampak, negatif, kesepian, kematian, merokok, obesitas, berbahaya, me time, diri sendiri, keluarga, waktu, teman, isolasi, sosial, tatap, muka, media, sosial, paradoks, psikolog, tidur, tips, jantung, stroke

Ilustrasi: isolasi sosial, menutup diri dari pergaulan

 

Holt-Lunstad mengatakan bahwa sebanyak 42,6 juta orang Amerika di atas usia 45 tahun menderita kesepian kronis. Dan, menurut studi AARP menemukan bahwa kesepian dapat menjadi alat prediksi yang baik untuk mendeteksi kesehatan yang buruk.

Salah satu alasan yang menyebabkan kabar buruk bagi penduduk Amerika yang tergolong tua adalah lebih banyak penelitian telah mengaitkan isolasi sosial dengan kemungkinan yang lebih tinggi memiliki penyakit Alzheimer. Kini, kemungkinan penyakit itu menyerang lebih dari 5,7 juta orang Amerika. Angka itu diproyeksikan menjadi tiga kali lipat pada tahun 2050.

Masalah yang terkait dengan kesepian mendapatkan perhatian lebih sebagai masalah kesehatan masyarakat yang serius. Bahkan, Perdana Menteri Inggris, Theresa May telah mengambil langkah lebih lanjut untuk menunjuk seorang menteri nasional untuk menangani kasus kesepian.

Cara supaya terhindar dari kesepian

Arthur H. Brand, PhD, seorang psikolog berlisensi di Boca Raton, FL, mengatakan bahwa dia melihat tren dalam latihannya. Kesepian bukan merupakan gangguan klinis, dan itu berbeda dari perasaan isolasi dan alienasi yang lebih serius, tetapi itu bisa menjadi pertanda masalah psikologis yang lebih dalam.

Kesepian adalah perasaan yang mungkin bersifat sementara. Di lain sisi, isolasi/alienasi lebih merupakan kondisi yang mungkin disebabkan oleh kesepian kronis atau penarikan dari hubungan, dan/atau hasil penolakan atau pengucilan oleh orang lain.

dampak, negatif, kesepian, kematian, merokok, obesitas, berbahaya, me time, diri sendiri, keluarga, waktu, teman, isolasi, sosial, tatap, muka, media, sosial, paradoks, psikolog, tidur, tips, jantung, stroke

Berinteraksi dengan orang lain untuk menurunkan risiko kesepian

Jadi, apa yang bisa dilakukan untuk memerangi kesepian dan isolasi sosial?

Brand, seorang psikolog mengatakan bahwa hubungan tatap muka dengan orang lain adalah obat terbaik, misalnya melalui dukungan kelompok, kegiatan/aktivitas, kelas pendidikan orang dewasa, kelompok sosial, menjadi tenaga sukarela, kegiatan berbasis agama, aktivisme politik, klub buku, klub perjalanan, dan bahkan situs kencan. Semua itu bisa menjadi cara yang berguna untuk memerangi kesepian dan perasaaan terisolasi.

Joseph Burgo, PhD, seorang psikolog klinis dan penulis blog ‘After Psychotherapy’,  mengatakan bahwa orang-orang memiliki kebutuhan dasar untuk merasa dimiliki. Tetapi, menjalin komunikasi atau hubungan dengan orang lain melalui media sosial dapat merusak perasaan dimiliki tersebut.

Berbagi melalui media sosial berfokus pada pengalaman terbaik, dengan semua orang mencoba untuk terlihat seperti yang terbaik di media sosial. Misalnya, melihat orang lain berpesta, liburan, makanan, dll yang dinikmati oleh teman Anda, dapat membuat Anda sendiri merasa sangat sepi.

Pengguna media sosial, terutama orang Amerika yang lebih muda harus didorong untuk melihat komunikasi digital sebagai cara untuk terhubung dengan orang lain, bukan sebagai aktivitas berbagi foto atau video yang menjadi umpan karena postingan oleh orang lain.

Selain bertatap muka dengan orang lain, ada beberapa tips mengatasi kesepian yang bisa dilakukan yaitu memiliki waktu tidur yang tepat, bekerja, bersosialisasi dengan teman, memiliki waktu bersama keluarga, dan ‘me time’ atau waktu untuk diri sendiri.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: