Dampak Buruk Kebiasaan Makan Malam Terlalu Larut

Ilustrasi: menikmati makan malam (unsplash: Pablo Merchan)Ilustrasi: menikmati makan malam (unsplash: Pablo Merchan)

Diketahui, merasa lapar sebelum tidur kerap dirasakan oleh mereka yang memiliki pola makan tidak teratur dan ini membuat mereka memiliki kebiasaan makan malam terlalu larut, bahkan ada yang makan 15 menit sebelum tidur. Dilansir dari HuffPost, makan larut malam dan terlalu dekat dengan waktu tidur ternyata memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan.

Meskipun makan larut malam bisa terasa sangat memuaskan, ada efek negatifnya, termasuk kemungkinan masalah pencernaan, mimpi buruk, atau bahkan kenaikan berat badan dalam jangka panjang. Obesitas bisa terjadi akibat kalori dan lemak akan tersimpan serta menumpuk di tubuh, bukan dibakar menjadi energi. Untuk lebih jelas mengenai dampak negatif kebiasaan makan terlalu larut, Anda bisa melihat ulasan berikut.

Gangguan Pencernaan

Tidur setelah makan bisa menyebabkan berbagai masalah pencernaan, termasuk refluks asam. Gangguan sistem pencernaan atau sakit perut biasanya terjadi saat Anda makan terlalu banyak atau cepat. Selain itu, hal ini bisa diakibatkan makanan yang berlemak, pedas, beralkohol, dan berkafein.

Mengonsumsi hidangan seperti ini saat tengah malam bisa menyebabkan kinerja organ pencernaan terganggu, bahkan menyebabkan penyakit lain, seperti kembung, mual, dan muntah. Beberapa orang juga terkena diare setelah makan makanan pedas sebelum mereka tidur.

Baca juga:  Yuk Coba 5 Model Baju Wanita Gemuk Terkini Ini! Biar Makin Percaya Diri

Sementara itu, refluks asam secara umum terjadi ketika kandungan asam lambung meningkat dan mulai naik hingga ke kerongkongan. Hal ini menyebabkan rasa perih pada kerongkongan atau tenggorokan. Gejalanya kerap ditandai dengan rasa asam pada mulut saat Anda mulai tertidur.

Ilustrasi: tidur malam hari

Ilustrasi: tidur malam hari

Mengganggu Tidur

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Obesity pada 2011 menjelaskan bahwa mengonsumsi kalori setelah jam delapan malam tidak hanya bisa meningkatkan risiko obesitas, tetapi juga memperpendek durasi tidur. Selain itu, refluks asam dan masalah perut lainnya bisa membuat Anda insomnia atau mengalami gangguan tidur seperti tidak bisa tidur nyenyak atau terbangun secara tiba-tiba.

Waktu tidur yang kurang tidak hanya membuat Anda mudah lelah atau merasa mengantuk di malam hari, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit jantung, kanker payudara, dan siklus hormon yang tidak seimbang.[1] Sementara itu, untuk efek jangka pendek yang parah, mungkin Anda akan sering mengalami mimpi buruk.

Ketika Anda makan sampai kenyang atau kekenyangan, perasaan ini akan terbawa hingga tidur dan menyebabkan Anda tertidur dengan gerakan mata cepat. Ini adalah tahap ketika Anda mulai bermimpi, tetapi bukan mimpi indah, melainkan cenderung mimpi buruk.

Baca juga:  Apakah Susu Nabati Lebih Baik daripada Susu Sapi?

Memperburuk Sistem Metabolisme dan Berat Badan

Makanan yang Anda makan di sore hari bisa saja kurang memuaskan, sehingga mampu meningkatkan asupan makanan di malam hari. Jika Anda mengikuti nafsu makan Anda yang kelewat batas di malam hari sebelum tidur, diketahui hal seperti ini bisa menyebabkan berat badan Anda naik.

Kalori dan lemak yang sudah masuk ke tubuh selama pagi hingga sore, mungkin sebagian besar sudah terkuras habis, karena dibakar dan dikeluarkan menjadi energi untuk beraktivitas. Namun, lemak dan kalori yang Anda konsumsi di tengah malam sebelum tidur, tidak bisa diproses dengan cepat, apalagi jika Anda langsung tidur setelah makan.

Ilustrasi: menu makanan berat (sumber: Jed Owen)

Ilustrasi: menu makanan berat (sumber: Jed Owen)

Saat Anda tertidur, hampir sebagian tubuh dan organ Anda bekerja secara lambat, bahkan ada beberapa yang berhenti. Inilah yang membuat lemak dan kalori menumpuk dan tidak bisa didistribusikan secara merata. Sehingga, mungkin secara fisik, Anda akan melihat beberapa bagian tubuh yang cenderung berlemak, yang ditandai dengan berat badan yang kian meningkat.

Baca juga:  Amankah Bayi Tidur Seranjang dengan Orang Tua?

Untuk mencegah semua hal buruk di atas, Anda bisa membiasakan diri untuk tidak makan malam jika Anda ingin diet. Namun, makan malam bukanlah hal yang buruk, karena Anda akan membutuhkan sedikit kalori saat tidur. Sebagai solusi, Anda bisa makan malam lebih awal, yakni mulai pukul 7 hingga 7.30 malam.

Jam makan tersebut bisa Anda pakai untuk mengonsumsi berbagai makanan berat, seperti nasi, susu, dan mie instan. Namun, Anda juga bisa mengonsumsi camilan atau jajanan ringan untuk mengganjal perut hingga jam 8 malam. Namun, usahakan jajan yang Anda konsumsi tidak mengandung kalori, gula, serta lemak berlebihan.

Setelah mengonsumsi makanan berat dan camilan, jangan berbaring atau tidur. Buat diri Anda sibukĀ  dan atur tubuh Anda dalam posisi duduk atau berdiri selama satu jam. Setelah pukul 9 malam, Anda bisa mulai tidur. Hal ini bertujuan agar sebagian kalori dan lemak yang baru masuk terbakar dan tidak menumpuk.

[1] Putra, Nugraha Yogis Pratama, dkk. 2017. Perancangan Infografis Tentang Dampak Kebiasaan Begadang terhadap Pola Tidur Sehat bagi Remaja. Jurnal Sketsa BSI, Vol. 4(2): 53-60.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: