Apakah Coklat Compound Bisa Langsung Dimakan?

Ilustrasi: makan coklat compound (sumber: independent)Ilustrasi: makan coklat compound (sumber: independent)

Jenis cokelat di luar sana memang sangat banyak. Selain milk chocolate yang biasa kita temui di sejumlah toko dan minimarket, ada juga coklat compound yang sering digunakan untuk membuat kue. Nah, sebagian dari Anda mungkin penasaran, apakah coklat compound bisa langsung dimakan? Agar lebih paham, simak penjelasannya berikut ini!

Jenis Cokelat

Cokelat dibagi menjadi dua macam, yaitu cokelat couverture dan cokelat compound. Yang membedakan keduanya adalah kandungan lemaknya. Bahan-bahan cokelat couverture terdiri atas kakao massa (cocoa liquor), lemak kakao (cocoa butter), lesitin, gula, vanili, dan susu bubuk (untuk cokelat susu dan putih). Bahan-bahan cokelat compound terdiri atas lemak nabati, lesitin, gula, vanili, dan susu bubuk (untuk cokelat susu dan putih). Secara umum, cokelat juga dibagi menjadi tiga jenis, yaitu cokelat putih (white cooking chocolate compound), cokelat susu (milk cooking chocolate compound), dan cokelat hitam (dark cooking chocolate compound).[1]

Cokelat couverture sendiri adalah campuran cocoa mass dan cocoa butter, sedangkan cokelat compound adalah kombinasi cocoa powder dan lemak nabati. Pada label couverture, biasanya ada jumlah persentase kandungan cokelat, misalnya 74%. Jumlah tersebut ternyata menunjukkan campuran cocoa mass dan cocoa butter, misalnya 50% banding 24%. Sisanya sebanyak 26% bisa saja terdiri dari bahan lain seperti gula, lesitin, dan vanili. Agar dapat disebut couverture, persentase cocoa butter di dalamnya harus berada di antara 32-39% serta total persentase cocoa butter dan cocoa solid juga harus minimal 54%.

Baca juga:  Referensi Model Jilbab Terbaru Instan yang Lagi Ngetren Sekarang

Tentang Cokelat Compound

Lain dengan couverture, compound tidak menampilkan persentase kandungan cokelat. Umumnya, cokelat compound terdiri dari 50% gula serta 50% campuran lemak dan bubuk kakao. Dari segi harga, couverture lebih mahal dari compound. Namun, compound tidak mudah meleleh dan dapat disimpan pada suhu 28-30 derajat celsius. Karena sifatnya yang praktis itulah, cokelat compound lebih banyak dipakai untuk kebutuhan pribadi atau industri rumahan. Cokelat compound biasanya lebih manis dari couverture karena memiliki kandungan gula lebih banyak dan biasa digunakan sebagai cokelat hiasan.

Ilustrasi: coklat compound (unsplash: Sigmund)

Ilustrasi: coklat compound (unsplash: Sigmund)

Compound chocolate termasuk ke dalam golongan cooking chocolate karena jenis ini biasa digunakan pada industri dan penggunaannya sangat mudah (tidak serumit couverture). Cokelat jenis ini dapat dipanaskan langsung hingga suhu 45°C tanpa berubah rasa. Cokelat compound mudah menjadi beku pada suhu ruang sehingga banyak digunakan untuk membuat isi/lapisan cake dan menutup atau menyiram permukaan cake.[2]

Baca juga:  Manfaat Kebosanan untuk Kehidupan, Apa Kata Pakar Psikologi?

Kegunaan dari compound memang lebih beragam. Bisa kita sebut juga cokelat serbaguna, karena dapat dipakai sebagai bahan dasar praline, truffle, untuk masak (campuran bahan dan adonan), untuk hiasan sebagai chocolate décor, atau dapat juga sebagai cokelat siram. Walaupun hasilnya tidak terlalu sempurna seperti chocolate coating, juga dapat dipakai sebagai campuran bahan saus cokelat.

Cokelat ini paling mudah ditemukan di pasar swalayan terkemuka di kota besar, juga sudah mulai tersedia di pasar tradisional yang menjual bahan-bahan pembuat kue. Tersedia dalam kemasan batangan 250 gr, 1 kg, serta 5 kg.[3]

Coklat Compound Bisa Langsung Dimakan?

Cokelat masak (cooking chocolate) umumnya bisa langsung dimakan karena sudah diramu dengan tambahan gula, esens, lesitin, dan/susu. Sering pula disebut sebagai “ramuan cokelat” (chocolate compound). Cokelat semisweet dan bittersweet mirip dan dapat digunakan sebagai pengganti satu sama lain di resep.[4]

Baca juga:  Akibat Dari Tindakan Diskriminasi Sosial

Meskipun bisa dimakan, biasanya coklat compound atau cooking chocolate ini rasanya tidak semanis milk chocolate yang beredar di pasaran. Cokelat ini pun cenderung pahit, khususnya varian DCC (dark cooking chocolate). Jika Anda memang ingin menikmati cokelat yang manis dan legit, maka membeli milk chocolate lebih disarankan. Beberapa merk cokelat yang mahal bahkan ada yang menawarkan cokelat batangan dengan kandungan cokelat lebih tinggi (digambarkan dalam persentase), sehingga rasanya lebih pahit dan bold tentunya.

[1] Rumenta, J. 2006. Kreasi Cokelat Khusus Pemula. Yuni H, editor. Depok: Puspa Swara, hlm 1.

[2] Ismayani, Y. 2008. Variasi Olahan Cokelat: Candy Stick, Praline, & Truffle. Jakarta: Kawan Pustaka, hlm 4.

[3] Ambarini. 2005. Cake Cokelar Populer. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, hlm 8.

[4] Ide, Pangkalan. 2008. Dark Chocolate Healing. Jakarta: Elex Media Komputindo, hlm 243.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: