Kulit Anda Bermasalah? Awas Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

Ilustrasi: Polycystic Ovary Syndrome/PCOS (sumber: voyagehealthcare.com)Ilustrasi: Polycystic Ovary Syndrome/PCOS (sumber: voyagehealthcare.com)

Kondisi kulit bisa mencerminkan kondisi kesehatan tubuh Anda. Sebagai contoh, bercak hitam berlebihan pada kulit bisa menjadi ciri bahwa Anda sedang mengidap PCOS atau Polycystic Ovary Syndrome. Meskipun begitu, untuk benar-benar mengetahui apakah Anda seorang penderita PCOS, harus dilakukan pemeriksaan secara medis. Selain itu, Anda juga perlu mengetahui segala hal yang berkaitan dengan PCOS.

Penyebab PCOS

PCOS merupakan gangguan endokrin paling umum yang menyebabkan infertilitas pada 5-10% wanita usia subur.[1] Dilansir dari Harvard Health Publishing, ciri-ciri pasien PCOS secara umum adalah gangguan menstruasi, ovarium polikistik (kondisi ketika ovarium tidak bisa melepaskan sel telur secara teratur), obesitas, dan resistensi insulin (ketika sel tidak merespon insulin dengan baik). Secara fisik, penderita PCOS memiliki ciri rambut rontok berlebihan dan gangguan pada kulit.

Masih dari sumber yang sama, penyebab PCOS tidak sepenuhnya dipahami, tetapi bukti ilmiah menunjukkan ketidakseimbangan hormon, khususnya kelebihan testosteron (juga dikenal sebagai hiperandrogenisme) dan resistensi insulin. Inilah yang menyebabkan wanita dengan PCOS berisiko infertil.

Ilustrasi: nyeri perut (sumber: Polina Zimmerman)

Ilustrasi: nyeri perut (sumber: Polina Zimmerman)

Ketidakseimbangan hormon pada PCOS mengganggu proses ovulasi, dan tanpa ovulasi, kehamilan tidak mungkin terjadi. PCOS ada dalam spektrum, artinya tidak setiap wanita penderita PCOS memiliki tanda dan gejala yang sama. Karena variasi dalam karakteristik sindrom ini, membuat PCOS sulit untuk didiagnosis.

Baca juga:  Rangkaian Produk Maybelline Fit Me Indonesia Beserta Uraian Singkatnya

Tidak ada satu tes khusus yang dapat digunakan untuk mendiagnosis PCOS, sehingga diperlukan pemeriksaan yang cermat dan menyeluruh, termasuk tes laboratorium dan gejala fisik yang timbul. Tes laboratorium biasanya melibatkan pengukuran kadar berbagai hormon dan salah satunya adalah androgen. Tes gejala fisik mungkin termasuk USG ovarium/rahim.

Tes seperti ini tidak hanya bisa dilakukan pada wanita dewasa, tetapi juga gadis yang baru tiga bulan mengalami menstruasi. Untuk melakukan tes kesehatan terkait PCOS, Anda disarankan untuk mendatangi dokter kandungan, ahli ginekologi, ahli endokrin, hingga dokter spesialis kulit atau dermatologis.

Ciri PCOS pada Kulit

Seperti yang telah dijelaskan, untuk mengetahui PCOS Anda tidak hanya harus memeriksakan diri ke dokter kandungan, tetapi juga dokter kulit. Ini untuk mengetahui apakah gangguan kulit yang Anda dapatkan adalah ciri PCOS atau bukan. Dari sekian banyak gangguan kulit, jerawat bisa menjadi salah satu indikasi bahwa wanita menderita PCOS. Pasien PCOS diketahui sering berjerawat di area garis rahang, dagu, dan leher bagian atas.

Ilustrasi: gejala Polycystic Ovary Syndrome/PCOS (sumber: tjcc.com.br)

Ilustrasi: gejala Polycystic Ovary Syndrome/PCOS (sumber: tjcc.com.br)

Berbeda dengan jerawat pada gadis normal, penderita PCOS cenderung memiliki jerawat dengan lesi lebih dalam dan besar. Selain itu, jerawat PCOS sulit untuk diatasi dan cenderung membandel dengan rasa nyeri serta meradang, Jika jerawat memburuk, biasanya dokter akan meresepkan pil kontrasepsi. Obat KB ini diketahui mampu membantu menghilangkan jerawat PCOS yang berkaitan dengan hormon.

Baca juga:  Berikut 5 Larangan untuk Wanita Haid yang Sebaiknya Kamu Hindari

Tanda berikutnya yang umum pada penderita PCOS adalah hirsutisme. Ini adalah kondisi kulit yang dipenuhi rambut. Biasa dibilang, rambut yang muncul di daerah-daerah tertentu seperti kaki, tangan, dada, dan punggung yang biasanya tidak berambut, menjadi ciri dermatologis lain dari PCOS.

Selain itu, perhatikan rambut yang tumbuh di kulit kepala. Penderita PCOS biasanya mengalami penipisan rambut di area kepala dan diiringi pertumbuhan rambut di bagian tubuh lain yang semakin lebat. Permasalahan ini disebabkan hormon testosteron yang berlebihan. Ada juga wanita dengan PCOS yang mengalami anathosis nigricans, yakni area kulit yang berubah warna menjadi gelap. Biasanya ini terjadi di area lipatan sekitar leher, ketiak, dan selangkangan. Konon, hal ini berkaitan dengan resistensi insulin.

Hingga saat ini, diketahui belum ada obat yang pasti untuk penderita PCOS, karena gejala setiap orang berbeda dan kadar hormon masing-masing pasien tidak sama. Namun, ada banyak pilihan yang bisa Anda lakukan untuk mengontrol sekaligus mengatasi gejalanya.

Baca juga:  Manfaat dan Cara Membuat Masker Tepung Beras Rose Brand

Jenis treatment yang dilakukan juga tergantung dari penyebab PCOS. Sebagai contoh, jika wanita mengalami PCOS akibat kelebihan berat badan yang menyebabkan hormonnya terganggu, maka dianjurkan untuk melakukan diet dan berolahraga. Sementara itu, untuk menetralkan gejala kulit yang muncul seperti kulit gelap, pertumbuhan rambut berlebihan, dan jerawat, bisa diatasi dengan skincare, pil KB, dan alat cukur.

[1] Aziza, Dian Octaviana & Karin Indah Kurniati. 2019. Suplementasi Vitamin D pada Wanita dengan Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS). Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, Vol. 10(2): 169-177.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: