Simak Ciri-ciri Orang Mau Positif Hamil Berikut!

Ilustrasi: tes kehamilan positif (sumber: glamour.com) Ilustrasi: tes kehamilan positif (sumber: glamour.com)

Proses kehamilan menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu bagi setiap pasangan yang baru menikah. Tanda awal kehamilan menandai hadirnya anggota baru dalam keluarga kecil, bahkan kerap kali tak disadari. Sebab, pengetahuan tentang kehamilan masih minim bagi sejumlah pasangan suami istri.

Pada beberapa kasus, tanda kehamilan kerap kali sama dengan menstruasi. Pasalnya, tanda hamil dan haid memang mirip karena keduanya dimulai dari proses yang sama, yaitu ovulasi. Sehingga terkadang tanda-tandanya membuat calon ibu masih bingung membedakannya.

Proses ovulasi terjadi dalam periode waktu saat indung telur (ovarium) melepaskan sel-sel telur matang yang siap untuk dibuahi sperma. Proses ini kerap disebut masa subur yang secara alami dialami wanita dewasa setiap bulannya. Namun, kurun waktunya hanya sekitar 12 sampai 14 hari sebelum menstruasi.

Dalam masa subur, sel telur rata-rata dapat bertahan hidup sampai 24 jam setelah dilepaskan. Sehingga jika Anda berhubungan seks dalam 12-24 jam setelah ovulasi terjadi, sel telur dapat berhasil bertemu sperma untuk dibuahi. Maka tentu besar peluang Anda mengalami kehamilan. Tetapi, jika tidak ada sperma yang masuk untuk membuahi, sel telur akan mati dan luruh dalam rahim menjadi siklus menstruasi bulanan.

Lalu, bagaimana membedakan proses menstruasi dan tanda awal kehamilan? Rasa nyeri yang kerap terjadi saat menstruasi juga akan dialami sejumlah wanita sebagai tanda kehamilan. Seperti pada area payudara yang kerap bengkak dan nyeri, jika benar tanda kehamilan maka rasa nyeri tersebut biasanya berlangsung selama 1-2 minggu setelah Anda mengalami pembuahan. Bahkan, calon ibu juga akan merasakan nyeri tersebut sepanjang kehamilan hingga setelah melahirkan.

Baca juga:  Perdebatan Mengenai Siapa Yang Lebih Percaya Diri, Pria atau Wanita?

Kram di area perut juga sama-sama menjadi tanda pada proses keduanya. Untuk membedakannya, jika benar tanda kehamilan maka rasa sakitnya cenderung terpusat di satu sisi saja dan seolah seperti kulit dicubit. Rasa nyeri ini cenderung lebih cepat sembuh.

Flek darah yang keluar pada tubuh wanita dewasa juga kerap membingungkan sebagai tanda kehamilan atau menstruasi. Jika flek tersebut sebagai tanda awal kehamilan, maka munculnya hanya 1-2 tetes saja dengan warna cenderung merah muda terang atau kekuningan.

Ilustrasi: mual & muntah tanda kehamilan (sumber: conlatatca.com)

Ilustrasi: mual & muntah tanda kehamilan (sumber: conlatatca.com)

Mual dan muntah juga seringkali menjadi tanda pasti awal kehamilan. Namun, dalam proses menstruasi seorang wanita juga berpotensi mengalami mual dan muntah tersebut. Keluhan mual dan muntah biasanya sudah dimulai sejak sebulan setelah pembuahan sampai sebelum minggu ke-9 kehamilan.

Perubahan suasana hati diiringi rasa lelah juga menjadi tanda kehamilan yang hampir sama dengan menstruasi. Kelelahan yang menjadi tanda-tanda hamil dapat berlangsung cukup lama di sepanjang masa kehamilan sampai akhirnya melahirkan. Sedangkan perubahan mood sering dipicu oleh kadar hormon hamil yang naik turun untuk menyesuaikan dengan perubahan tubuh.

Baca juga:  Cara Meminta Seseorang Mau Mendengarkan Anda & Mengubah Sikapnya

Tanda-tanda Kehamilan

Telat datang bulan

Gejala ini sudah menjadi tanda umum proses kehamilan. Saat positif hamil, terlambat datang bulan dapat terjadi minimal 1-2 minggu dari tanggal yang seharusnya. Berbeda dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, terlambat datang bulan terjadi sekitar lima hari dan biasa disebabkan oleh stres yang berkelanjutan, penyakit, efek obat, penurunan berat badan yang ekstrem, atau perubahan pola makan.

Sering buang air kecil

Hal ini disebabkan janin yang tumbuh di rahim menekan kandung kemih sehingga menimbulkan adanya peningkatan sirkulasi darah. Selain itu, kandung kemih lebih cepat dipenuhi oleh urine dan keinginan untuk buang air kecil menjadi lebih sering. Peningkatan rasa buang air kecil juga disebabkan oleh peningkatan hormon kehamilan.

Sembelit

Sembelit terjadi akibat peningkatan hormon progesteron. Hormon tersebut mengakibatkan kendurnya otot-otot rahim yang berdampak pada otot dinding usus sehingga menyebabkan sembelit atau susah buang air besar.

Ilustrasi: sembelit & susah buang air besar (sumber: usnews.com)

Ilustrasi: sembelit & susah buang air besar (sumber: usnews.com)

Naiknya temperatur basal tubuh

Jika terjadi kehamilan atau ovulasi, maka suhu basal tubuh ibu hamil akan meningkat. Kondisi ini akan bertahan selama terjadinya kehamilan dan tidak akan berubah ke kondisi sebelum terjadinya ovulasi.

Baca juga:  Beberapa Hal Yang Bisa Menyebabkan Tingginya Angka Kematian Bagi Ibu Setelah Melahirkan

Sering meludah (hipersalivasi)

Biasanya terjadi pada kehamilan trimester pertama akibat pengaruh perubahan hormon estrogen. Tanda-tanda seperti ini dapat menghilang setelah kehamilan memasuki trimester kedua, sehingga tak akan dilakukan lagi oleh orang hamil.

Pusing dan sakit kepala (Headaches)

Kondisi ini juga menjadi tanda awal masa kehamilan yang kerap tidak disadari. Gangguan pusing dan sakit kepala yang sering dirasakan oleh ibu hamil diakibatkan oleh faktor fisik meliputi rasa lelah, mual, lapar dan tekanan darah yang rendah.

Indera penciuman lebih sensitif

Saat hamil muda, biasanya indera penciuman akan menjadi lebih sensitif. Sebab, adanya perubahan hormon estrogen di dalam tubuh. Hal ini pula yang menimbulkan mual dan muntah pada wanita hamil.

Adapun beberapa hal yang harus Anda persiapkan saat mengetahui kehamilan muda seperti mulai rutin memeriksakan diri secara berkala dan memiliki dokter kandungan. Tak hanya itu, calon ibu juga wajib mempersiapkan jadwal untuk 9 bulan ke depan. Termasuk menentukan asupan nutrisi dengan menu makanan dan minuman yang akan dikonsumsi selama hamil.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: