Ciri-ciri Jerawat Karena Kosmetik

ciri-ciri, jerawat, karena, kosmetik, bruntusan, kecil-kecil, purging, breakout, gatal, perih, ruam, alergi, dermatitis, kontak, dokter, kulit, dahi, pipi, gejala, terapi, steroid, pelembap, produk, iritasi Bruntusan jerawat pada daerah pipi (sumber: racked.com)

merupakan masalah pada , terutama wajah yang sering terjadi. Jerawat dapat timbul karena produksi minyak berlebih di wajah dan bercampur dengan kotoran dan sel mati, sehingga menyumbat pori-pori. Pori-pori yang tersumbat itu akan menjadi tempat untuk bakteri yang bisa menjadikan infeksi kemudian terjadilah jerawat.

Tidak hanya karena minyak wajah (sebum) dan kotoran, jerawat juga bisa terjadi karena faktor hormon (sebagian besar terjadi pada usia pubertas), di mana terjadi peningkatan hormon androgen yang menyebabkan kelenjar minyak kulit meningkat dan memudahkan pori-pori tersumbat. Tetapi, sebagian besar jerawat akibat hormon akan menghilang dengan sendirinya sampai dengan usia sekitar 28 tahun. Namun, pada beberapa kasus bisa berlanjut.

Selain hormon, konsumsi obat-obatan tertentu seperti kortikosteroid (obat dengan kandungan hormon androgen) juga bisa menjadi salah satu faktor. Lalu, makanan, khususnya berbahan dasar olahan susu dan tinggi karbohidrat diduga bisa memicu terjadinya jerawat.

Pemicu jerawat berikutnya adalah stres dan waktu istirahat yang kurang. Selain memicu jerawat, kebiasaan tidur larut malam dan tidak mampu mengendalikan pikiran sehingga stres bisa memicu dampak buruk bagi . Selanjutnya, polusi dan faktor keturunan bisa menjadi salah satu faktor terjadinya jerawat.

Jerawat tidak hanya diderita oleh anak-anak masa usia pubertas, baik atau laki-laki. Ketika Anda lupa atau malas membersihkan wajah, terutama sebelum tidur, sehingga Anda tidur dengan wajah yang kotor, penuh dengan debu, polusi, kotoran setelah beraktivitas di luar rumah. Wajah yang kotor bisa juga disebabkan karena pemakaian . Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menghapus dan kotoran yang menempel di muka terlebih dahulu sebelum Anda tidur.

ciri-ciri, jerawat, karena, kosmetik, bruntusan, kecil-kecil, purging, breakout, gatal, perih, ruam, alergi, dermatitis, kontak, dokter, kulit, dahi, pipi, gejala, terapi, steroid, pelembap, produk, iritasi

Rutinitas membersihkan wajah sebelum tidur

Ketika Anda sudah merasa rutin membersihkan wajah, dua kali sehari, dan termasuk yang suka berdandan (memakai kosmetik), dan mendapati kulit menjadi berjerawat, Anda perlu waspada terhadap produk kosmetik yang digunakan. Jerawat karena penggunaan kosmetik bisa juga disebut dengan purging dan breakout. Istilah ini mungkin sudah tidak asing bagi sebagian orang.

Istilah purging dan breakout mengacu kepada serangkaian reaksi yang terjadi pada wajah seseorang, setelah pemakaian suatu produk (biasanya skincare). Purging merupakan kondisi di mana pemakaian suatu produk bersifat eksfoliat atau pengelupasan kulit, yang akan membuat wajah tampak bersisik dan timbul jerawat. Kondisi wajah seperti itu dinilai sebagai mekanisme produk dalam ‘mengganti’ seseorang dengan lapisan baru. Biasanya terjadi selama rentang waktu 2 hingga 4 minggu.

Di samping purging, ada pula istilah breakout. Istilah itu menggambarkan kondisi lebih parah daripada purging. Jerawat (breakout) karena kosmetik biasanya memiliki ciri-ciri yaitu berukuran kecil (bruntusan) dengan jumlah cukup banyak di daerah dahi, pipi dan mungkin disertai rasa perih dan gatal. Breakout bisa terjadi karena kulit teriritasi produk yang digunakan. Apabila terjadi breakout, sebaiknya hentikan penggunaan produk dan segera konsultasi ke dokter.

Tetapi, untuk mengetahui apakah jerawat yang Anda alami berhubungan dengan penggunaan skincare, kosmetik, atau , perlu diketahui riwayat medis dan pemeriksaan fisik terhadap kulit.

Alergi akibat penggunaan kosmetik dapat dikelompokkan dalam kelainan kulit yang disebut dengan kontak. kontak merupakan inflamasi/peradangan pada kulit yang terjadi karena kulit telah terpapar oleh bahan yang mengiritasi kulit atau menyebabkan reaksi alergi. kontak akan menyebabkan ruam yang besar, gatal dan rasa terbakar dan hal ini akan bertahan sampai berminggu-minggu. kontak akan menghilang bila kulit sudah tidak terpapar oleh bahan yang mengiritasi kulit tersebut (misalnya kosmetik yang Anda gunakan).

Sementara iritasi kulit umumnya berupa ruam kemerahan dan rasa perih pada kulit dapat terjadi akibat paparan sinar matahari, bahan pakaian yang menyebabkan iritasi, bahan kimia (misalnya parfum yang terkandung dalam kosmetik) yang menyebabkan iritasi, dan juga scrub.

ciri-ciri, jerawat, karena, kosmetik, bruntusan, kecil-kecil, purging, breakout, gatal, perih, ruam, alergi, dermatitis, kontak, dokter, kulit, dahi, pipi, gejala, terapi, steroid, pelembap, produk, iritasi

Ilustrasi: mengaplikasikan kuas blush on pada wajah

Pemilihan kosmetik memang harus disesuaikan dengan jenis wajah, agar pemakaian kosmetik tidak memberikan efek buruk bagi kulit wajah. Dalam memilih kosmetik, sebaiknya mempertimbangkan keamanan kosmetik. Bila kulit Anda termasuk cenderung berminyak, maka sebaiknya memilih jenis kosmetik yang berlogo ‘oil-free’. Jenis kulit yang berminyak memiliki kecenderungan untuk mengalami penyumbatan pori-pori, oleh sebab itu disarankan untuk memilih produk yang ‘non-komedogenik’. Produk-produk non-komedogenik biasanya tidak mengandung alkohol berlebihan atau tidak mengandung basa sabun berlebihan.

Anda sebaiknya menghindari produk-produk kosmetik, tabir surya dan pelembap yang mengandung isopropyl palmitate, isopropyl myristate, butyl stearate, isopropyl isostearate, decyl oleate, isostearyl neopentanoate, isocetyl stearate, myristle myristate, cocoa butter, dan acetylated lanolin. Kandungan bahan-bahan tersebut cenderung menutup pori-pori dan dapat memicu terjadinya jerawat. Selain itu, produk yang mengandung minyak juga dapat menyebabkan jerawat.

Untuk sabun wajah, sebaiknya pilih pH sabun yang sesuai dengan pH kulit (5-6,5), karena bila pH sabun terlalu basa (seperti sabun mandi biasa), maka kulit cenderung akan kering dan memicu produksi minyak wajah lebih banyak.

Perhatikan juga mengenai konsumsi makanan. Makanan dengan kandungan rendah karbohidrat dapat memengaruhi kontrol hormonal pada jerawat sehingga jerawat dapat membaik. Kadar gula dalam darah yang terkontrol juga dapat memperbaiki kondisi berjerawat. Selain itu, produk susu dan makanan berlemak sebaiknya dikendalikan. Hal itu dikarenakan susu dan makanan berlemak dapat memicu peningkatan minyak dalam kelenjar sebasea kulit sehingga memicu terjadinya jerawat.

Apabila memang merupakan alergi, untuk membantu mengatasi gejala bisa diberikan terapi topikal dengan steroid. Terapi ini harus diresepkan dan dijalankan oleh dokter. Sementara itu, yang dapat Anda lakukan adalah menghentikan penggunaan kosmetik wajah (menghindari pemicu), menghindari penggunaan air panas pada kulit, dan memberikan pelembap (moisturizer). Untuk mendapatkan penanganan tepat, sebaiknya tetap konsultasikan dengan dokter.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: