Digemari Banyak Wanita, Apakah Cat Rambut Henna Halal?

Ilustrasi: rambut berwarna alami (sumber: itselixir.com)Ilustrasi: rambut berwarna alami (sumber: itselixir.com)

Mewarnai rambut telah menjadi sebuah tren bagi kalangan remaja. Tidak heran jika saat ini banyak produsen kosmetik yang gencar mengiklankan produk cat rambut. Sementara ada banyak merk cat rambut dapat dipilih sebagian besar memutuskan memakai henna. Meskipun henna terbuat dari herbal, apakah cat rambut ini benar-benar halal?

Perbedaan Henna dan Cat Rambut Kimia

Pewarna rambut adalah sediaan kosmetik yang dipakai untuk merias, mengubah warna, dan mengembalikan warna rambut ke asalnya. Berdasarkan jenisnya, semir rambut dibedakan menjadi dua, yaitu kimia dan alami. Untuk semir bahan kimia, saat ini sangat mudah ditemukan di pasaran, bahkan hampir semua salon memakai produk cat rambut kimia.[1]

Bagi Anda yang ingin memakai cat rambut jenis alami, Anda tidak perlu khawatir karena bisa memakai henna. Henna sendiri merupakan salah satu cat rambut tradisional yang sudah dipakai secara turun-temurun. Tujuan penggunaan cat rambut bervariasi. Bagi orang tua, cat rambut dipakai untuk menutupi uban sehingga penampilan lebih segar dan awet muda. Sementara itu, bagi kalangan muda, cat rambut dipakai untuk mengubah warna rambut agar terkesan menarik.[2]

Henna, yang terbuat dari bahan tumbuh-tumbuhan, tentu memiliki karakteristik yang berbeda dibanding produk cat rambut kimia. Pada cat rambut kimia, semir dapat diserap hingga ke lapisan dalam rambut yang bernama cortex. Tak heran jika rambut yang dicat memakai produk kimia akan kehilangan kelembapannya dan mudah rusak.

Baca juga:  Lipstik Purbasari Matte, Pelopor Lipstik Matte Lokal Harga Terjangkau
Bubuk henna, pewarna rambut alami (sumber: thesun.co.uk)

Bubuk henna, pewarna rambut alami (sumber: thesun.co.uk)

Sementara itu, henna tidak dapat diserap hingga cortex rambut. Warna yang dihasilkan hanya akan menutupi kutikula rambut sebagai pelapis tanpa mengubah struktur rambut. Selain itu, henna juga mengandung berbagai zat yang dapat menutrisi rambut Anda, termasuk vitamin dan mineral. Sehingga, henna tidak membuat rambut menjadi kering, malah akan membantu mempertahankan kelembapan dan kelenturan rambut.

Henna memang produk yang unggul dibandingkan produk kimia karena tidak merusak rambut. Sayangnya, dibanding produk semir rambut berbahan kimia, henna tidak menyediakan banyak pilihan warna. Hal ini mengingat, tumbuhan herbal hanya mampu memberikan beberapa pilihan warna natural, seperti hitam, cokelat tua, cokelat, merah, dan cokelat kemerahan.

Dengan tampilan warna yang natural, setidaknya rambut Anda tidak akan terlihat terlalu mencolok. Semir rambut seperti ini bisa dibilang cocok bagi Anda yang tergolong pemula, atau bagi Anda yang ingin menutup uban. Sementara henna tergolong cat rambut yang populer, apakah cat rambut tersebut halal?

Baca juga:  Review Bedak Latulipe No 5

Hukum Mewarnai Rambut dengan Henna

Saat ini, tidak sulit mendapatkan cat rambut henna, bahkan Anda bisa membelinya di toko kosmetik dengan berbagai macam merek. Namun, untuk henna yang asli, biasanya bentuknya serbuk dan harus dicampur dengan air jika ingin dipakai.

Ketika Anda membeli berbagai produk, mulai dari makanan hingga cat rambut, pastikan Anda melihat kemasannya dengan jeli. Sama halnya ketika Anda membeli cat rambut henna. Perhatikan kemasan cat rambut dari bagian depan hingga bagian belakang. Perhatikan juga komposisi yang tertera pada kemasan.

Ilustrasi: mewarna rambut di salon (sumber: thesun.co.uk)

Ilustrasi: mewarna rambut di salon (sumber: thesun.co.uk)

Secara umum, cat rambut henna terbuat dari tumbuh-tumbuhan yang mengandung pigmen, sehingga semir rambut ini dapat dikatakan halal. Meskipun dibilang baik untuk mereka yang termasuk umat Muslim dan memiliki cap halal pada kemasan, Anda juga perlu memperhatikan hukum mengecat rambut dari Al Quran dan hadis.

Dilansir dari Tribunnews, menurut Imam Nawawi, hukum menyemir rambut adalah sunnah. Hal ini berdasarkan keterangan hadis yang diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW mengatakan, orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak menyemir rambut mereka. Pembuatan yang menyalahi aturan kaum tersebut bagi umat Islam termasuk perbuatan sunnah.

Baca juga:  Apakah Benar Minum Kopi Bisa Mencegah Diabetes Tipe 2?

Menyemir rambut dengan henna juga bisa menjadi haram jika Anda tidak memperhatikan pendapat para ulama. Menurut Hanabillah dan sebagian Syafiyyah berdasarkan Al-Majmu’, menyemir rambut hukumnya haram apabila bermaksud menipu dan mengelabui orang. Sebagai contoh yang dilakukan beberapa wanita untuk menutup uban saat upacara pernikahan agar dikira muda.

Sementara itu, bagi Anda seorang istri yang ingin menyemir rambut, hukumnya halal jika Anda mendapatkan izin dari suami. Hukum mewarnai rambut pada istri tersebut berdasarkan Al-Majmu’ Imam Nawawi. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa langsung melihat dalil setiap hukum mengubah warna rambut atau bertanya pada ulama.

[1] Sutriningsih, S., dkk. 2017. Uji Efektivitas dan Uji Iritasi Gel Pewarna Rambut dari Ekstrak Biji Buah Pepaya. Jurnal Muara, Vol. 1(1): 59-66.

[2] Ardhany, Syahrida Dian & Lisa Soraya. 2017. Tingkat Pengetahuan Mahasiswa D-III Farmasi tentang Bahaya Penggunaan Pewarna Rambut dalam Jangka Panjang. Jurnal Surya Medika, Vol. 2(2): 49-55.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: