Cara Merawat Tanaman Baby Breath, Perhatikan Hal-hal Berikut Ini

cara merawat tanaman baby breath sumber: selfecogarden.com

Pernah melihat bunga-bunga kecil nan lucu, di antara serangkaian bunga di sebuah buket? Itu adalah bunga baby breath. Bunga yang berasal dari Benua Eropa dan Asia bagian utara ini memiliki ukuran mungil yang terlihat lucu. Kalau kamu berminat, kami suguhkan cara merawat tanaman baby breath.

Bunga ini mampu hidup di iklim tropis, sehingga tenang saja apabila kamu ingin membudidayakannya. Asal dengan tata cara yang benar, penyiapan media yang baik, serta perawatan yang rutin, bunga ini dapat tumbuh subur dan siap menghiasi rangkaian bunga yang ada di dalam rumah kamu.

Berikut adalah cara merawat tanaman baby breath yang benar agar mampu tumbuh dengan maksimal. Yuk kita mulai!

1. Menyiapkan benih yang bermutu

Langkah pertama cara merawat tanaman baby breath adalah menyiapkan benihnya. Banyak kok, pemilik toko tanaman hias yang menyediakan benih tanaman ini. Kamu tinggal datang saja ke toko tanaman hias, lalu mintalah untuk disiapkan benih tanaman baby breath yang bermutu tinggi.

Baca juga:  Inilah Kreasi Hiasan Dinding Rumput Sintetis dan Dekorasi Lainnya

Sebagai perhatian, benih ini tentulah harus kering, alias kadar airnya rendah atau dibawah 10%. Biasanya keterangan ini telah tertera pada bungkus benihnya. Setelahnya, barulah nanti untuk persiapan penyemaian, kamu rendam benih tanaman ini dalam air untuk mengetahui benih mana yang layak ditanam. Benih yang mengapung, sebaiknya dibuang.

2. Menyiapkan media tanam dan lokasinya

Hal berikutnya adalah menyiapkan media tanam di lokasi yang tepat. Ada dua hal yang perlu disiapkan, yakni media tanam dan lokasi penanaman. Media tanaman baby breath ini berupa tanah, bisa di lahan atau juga bisa di pot. Tanah ini sebelumnya digemburkan, lalu ditambahkan pupuk kandang dengan porsi 2:1.

Apabila ditanam di dalam pot, diameternya harus 20-30 cm. Proporsi medianya sama, tanah 2 dan pupuk kandang 1 (perbandingannya). Lalu, tinggal membuat lubang tanam sebesar 5 cm (baik untuk diameter atau kedalamannya). Sedangkan, lokasi tanam sebaiknya dijauhkan dari limbah, ataupun dapur rumah.

3. Menyemaikan bibit

Saat benih sudah siap dan media tanam juga sudah layak, maka selanjutnya adalah penyemaian bibit. Yakni menumbuhkan benih hingga menjadi bibit, sebelum ditanam langsung di media tanam. Paham ya? Nah, caranya adalah dengan menyiapkan potray khusus untuk penyemaian.

Baca juga:  Bukan Hanya untuk Memasak, Ini Sederet Kegunaan Tepung Jagung yang Perlu Anda Ketahui

Taburkan benih yang sudah disiapkan tadi ke dalam potray yang diisi dengan tanah dan pupuk kandang yang sudah dicampur sesuai perbandingan. Bisa juga ditambahkan sekam. Kalau sudah, tinggal dirawat dengan cara menyiramnya tiap pagi dan sore sampai benih berhasil tumbuh hingga 3-5 cm. Barulah, siap dipindahkan.

4. Memindahkan bibit ke media tanam

Langkah berikutnya, setelah berhasil tumbuh bibit, adalah memindahkannya ke media tanam yang telah disediakan. Bisa di lahan langsung, atau dalam pot. Pemindahan ini harus dilakukan dengan hati-hati, jangan sampai akar yang telah tumbuh dapat rusak karena kita ceroboh saat mengambilnya.

Sebelum memindahkan bibit, buat dulu lubang tanam di tanah sebesar 5 cm untuk diameter dan kedalaman. Siapkan sekop mini untuk mengambil bibit dari potray, lakukan pelan-pelan. Jika sudah, masukkan ke dalam lubang tanam yang telah dibuat. Selesai, tinggal menabur pupuk di atasnya.

Baca juga:  Cara Mudah Agar Lebih Terhubung dengan Rekan Kerja

5. Melakukan perawatan rutin tiap harinya

Nah, jika sudah ditanam dalam tanah, maka kita tinggal melakukan perawatan dengan cara menyirami tanaman baby breath. Penyiraman ini dilakukan minimal sekali dalam sehari. Bisa tiap pagi, atau sore hari. Karena tanaman ini mungil, maka usahakan untuk menyirami dengan tekanan air kecil.

Kamu bisa gunakan spray agar tanaman kecil ini tidak mudah rusak karena tekanan air terlalu besar. Nah, di awal menanam tadi sudah diberi pupuk, jadi untuk pemberian pupuk selanjutnya dilakukan 14 hari setelah tanam. Begitu seterusnya sampai tumbuh bunga baby breath yang cantik dan lucu.

Nah, itu dia tadi langkah-langkah atau cara merawat tanaman baby breath yang benar. Mudah dilakukan bukan? Sekarang saatnya kamu memulainya di rumah dan segera hiasi rumahmu dengan indahnya bunga mungil baby breath ini.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: