Cara Merawat Tali Pusar Bayi dengan Kasa Steril Agar Cepat Puput

Kotak obat berisi kassa steril (sumber: klinikmitramedika.co.id)Kotak obat berisi kassa steril (sumber: klinikmitramedika.co.id)

Memiliki bayi yang baru lahir, sebagai orang tua baru tidak hanya wajib mempersiapkan kebutuhannya. Anda juga perlu mengetahui cara merawat bayi dengan baik. Selain itu, Anda pun perlu memperhatikan cara merawat tali pusar bayi hingga puput. Anda bisa memakai kasa steril untuk menutup luka pada pusar bayi.

Tips Memasang Kasa Steril untuk Bayi

Kasa steril merupakan pembungkus tali pusar yang baik untuk bayi. Ini karena kasa cenderung lebih kering dengan mata yang besar, sehingga tidak meningkatkan risiko terjadinya infeksi yang dapat menyebabkan tetanus. Selain itu, kasa steril terbuat dari tenunan yang longgar dan dapat menyerap cairan dengan baik. Kasa seperti ini akan membuat luka tali pusar terhindar dari kelembapan.

Karena udara dari luar dapat tersaring dengan baik, kasa steril juga tidak menjadi sarang bakteri yang berlebihan. Kondisi tersebut akan membuat luka menjadi cepat kering dan tali pusar bayi cepat puput. Perlu Anda ketahui juga, tali pusar tidak boleh ditutup dengan rapat oleh apapun kecuali kasa steril. Tali pusar bayi yang ditutup rapat menggunakan kain biasa bahkan plastik, dapat menyebabkan luka menjadi lembap. Sehingga, tidak dapat cepat puput, bahkan berisiko terkena infeksi dan terkena clostridium tetani.

Merawat tali pusar bayi (sumber: johnsonbaby.co.id)

Merawat tali pusar bayi (sumber: johnsonbaby.co.id)

Ketika memasang kasa steril pada tali pusar bayi yang baru lahir, juga tidak boleh sembarangan. Kasa steril harus dipasang secara tepat di bagian pusar yang baru dipotong dengan panjang atau lebar tidak boleh berlebihan. Ukuran kasa steril yang terlalu berlebihan berisiko terkena urine dan feses bayi.

Baca juga:  Sebelum Menggunakannya, Kenali Bahaya Cuka Apel untuk Wajah

Selain itu, kasa steril untuk bayi tidak boleh digunting secara sembarangan. Anda harus mengguntingnya menggunakan alat pemotong steril. Bila perlu, gunakan gunting khusus yang baru dan sudah dicuci dengan alkohol atau disterilisasi. Hal ini karena bayi yang baru lahir masih memiliki daya imun yang rendah dan rentan terhadap penyakit, termasuk infeksi.

Sebelum menggunting dan memasang kasa steril, pastikan juga tangan Anda dalam keadaan bersih. Cuci tangan menggunakan sabun dan keringkan menggunakan tisu. Setelah itu, bersihkan juga kulit bagian sekitar tali pusar bayi dengan lap dan air. Jika kulit bayi dan tangan Anda sudah bersih, Anda baru bisa memasang kasa steril.

Perlu Anda ketahui pula, pemasangan kasa pada luka tali pusar bayi harus dilakukan secara perlahan dan hati-hati. Ketika Anda memasang tali pusar, jangan terlalu menekankannya ke kulit bayi. Meskipun lukanya tidak terlalu besar, ini bisa menyebabkan rasa nyeri dan membuat bayi merasa tidak nyaman.

Baca juga:  Hubungan Nyata Antara Menyusui Dengan Pencegahan Obesitas

Setelah ditempelkan di atas permukaan luka, gunakan plester untuk merapatkannya. Sehingga, kasa tidak mudah bergeser atau jatuh. Untuk memasang kasa, Anda juga perlu memperhatikan jarak antara kasa dan permukaan kulit. Buatlah jarak agak renggang agar kasa tidak terlalu menempel pada luka, sehingga bayi merasa nyaman saat bergerak. Selain membuat bayi nyaman, longgarnya kasa steril yang ditempel akan memperkecil risiko gesekan antara permukaan kasa steril pada luka tali pusat.

Tali pusar bayi terbungkus kassa steril (sumber: honestdocs.id)

Tali pusar bayi terbungkus kassa steril (sumber: honestdocs.id)

Waktu Tepat Mengganti Kasa Steril Bayi

Kasa steril memang tidak berisiko menyimpan banyak bakteri, namun tetap saja Anda harus menggantinya. Ini adalah salah satu cara untuk merawat tali pusar agar cepat puput dengan luka yang tidak terlalu menonjol. Kasa pada tali pusar bayi setidaknya harus diganti sebanyak 2 hingga 3 kali dalam sehari, apalagi jika bayi Anda tergolong aktif dan mudah berkeringat.

Baca juga:  ASI Pumping Diperbolehkan, Asal Jangan Lewatkan Menyusui Secara Langsung

Selain wajib diganti kasanya, tali pusar pada bayi juga harus diperhatikan kebersihannya. Anda harus selalu membersihkan tali pusarnya sebelum dan sesudah mengganti kasa steril. Cara membersihkan tali pusar bayi tidak boleh sembarangan, Anda harus menyiapkan kain khusus dan cotton bud.

Kain yang dipakai untuk membersihkan tali pusar harus memiliki permukaan yang lembut dan bertekstur halus dengan bahan katun. Selain itu, kain juga harus steril dan memiliki daya serap tinggi. Akan lebih baik jika sebelumnya kain sudah dicuci menggunakan deterjen khusus pakaian bayi.

Masukkan ujung kain pada air hangat dan usapkan pada daerah sekitar tali pusar bayi tanpa menyentuh bagian tengahnya. Jika luka tali pusar lembap dan basah terkena air saat memandikan bayi, Anda harus segera mengeringkannya menggunakan cotton bud. Yang penting, jagalah kebersihan dan tingkat kekeringan tali pusar bayi.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: