Tak Perlu Bingung, Begini Pilihan Cara Menyapih Anak Usia 1 Tahun

Ilustrasi: ibu menyusuiIlustrasi: ibu menyusui

Setiap bayi yang baru lahir dianjurkan untuk mendapatkan air susu ibu (ASI) secara eksklusif hingga 6 bulan masa hidupnya. Namun, beberapa orang tua terkadang kebingungan saat proses menyusui ini terus berlanjut hingga usia sang anak menginjak 1 tahun. Lantas, bagaimana cara yang tepat untuk menyapih anak 1 tahun?

Menyapih bisa dilakukan secara mendadak maupun bertahap. Menyapih secara mendadak dapat membuat ibu dan bayi stres, walau ada beberapa penyebab yang mengharuskan ibu dan bayi melakukan hal itu. Penyebab paling umum adalah karena bayi dan atau ibu menderita sakit beras sehingga harus dirawat inap di rumah sakit dan obat-obatan yang dikonsumsi ibu berbahaya bagi bayi.

Ibu dapat berkonsultasi dengan konsultan laktasi dan dokter yang merawat ibu mengenai pilihan obat yang lebih aman sehingga ibu dapat melanjutkan memerah dan menyusui (bila memungkinkan). Menyapih secara mendadak juga dapat menyebabkan masalah pada ibu, seperti payudara bengkak, sumbatan ASI, hingga mastitis.[1]

Nah, dengan menyapih bertahap, ibu dapat mengganti menyusui dengan nutrisi dari makanan lain, selain itu memberi perhatian dalam bentuk lain. Menyapih secara bertahap juga membuat kadar imunitas dalam ASI meningkat sehingga dapat melindungi bayi sebelum benar-benar berhenti menyusu.

Baca juga:  Digemari Karena Rasanya Yang Lezat, Bisnis Nasi Kuning Kian Berkembang

Proses menyapih secara bertahap berlangsung fleksibel dan banyak faktor yang berpengaruh. Kadang ibu merasa pada satu waktu mengalami kemajuan dalam menyapih, tetapi pada waktu berikutnya mengalami kemunduran (misalnya, ibu menyusui kembali saat anak sakit), dan hal ini wajar. Berikut ini beberapa teknik menyapih bertahap.

Ilustrasi: ibu menyusui (sumber: healthychildren.com)

Ilustrasi: ibu menyusui (sumber: healthychildren.com)

Teknik Menyapih Bertahap

  • Kurangi satu kali frekuensi menyusui secara bertahap. Bila anak menyusu delapan kali sehari, ibu bisa menguranginya menjadi tujuh kali. Lakukan setiap 3 hari dan seterusnya sesuai kondisi ibu dan bayi. Cara ini membuat produksi ASI menurun secara bertahap.
  • Jangan tawarkan menyusu dan jangan menolak saat bayi minta menyusu. Metode ini dapat menjadi metode yang paling lama dijalankan dibanding metode menyapih bertahap lainnya karena proses penyapihan dibiarkan terjadi secara alami.
  • Cari kegiatan pengganti menyusu. Ibu dan anak dapat memilih berbagai kegiatan pengganti menyusu, seperti mengonsumsi makanan ringan kesukaan anak, bermain bersama, berjalan ke luar rumah, dan berbelanja bahan makanan bersama.
  • Ubah rutinitas harian ibu. Bila anak lebih sering ingin menyusu saat ibu di rumah, cobalah membuat kegiatan di luar rumah atau saat anak tidak memiliki kesibukan sehingga meminta menyusu, buatlah kegiatan menarik sehingga anak lebih memilih melakukan kegiatan tersebut dibandingkan menyusu. Selain itu, ibu dapat mengenakan pakaian yang sulit dibuka (di bagian dada) oleh anak.[2]
  • Ajari dan beri contoh kepada anak mengenai belajar menunggu. Ketika anak ingin menyusu, ibu dapat memintanya untuk menunggu dan memberi pilihan kepada anak untuk melakukan kegiatan lain lebih dulu, sehingga anak sudah tidak memiliki keinginan menyusu setelah melakukan kegiatan lain.
  • Perpendek waktu menyusui. Ibu dapat mengurangi waktu menyusui secara bertahap, misalnya dari 10 menit per sesi menjadi 8 menit, kemudian 5 menit, dan seterusnya.
  • Fokus menyapih pada satu waktu tertentu. Usahakan tidak melakukan penyapihan pada siang hari dan malam hari secara bersamaan. Pilih satu waktu dan fokus pada waktu itu saja, misalnya pada siang hari (karena lebih mudah menyapih saat siang hari/saat anak memiliki banyak aktivitas).
  • Buat kesepakatan dengan anak ibu, ayah, dan anak dapat membuat kesepakatan mengenai hadiah yang diperoleh anak bila berhasil disapih.[3]
Baca juga:  Lima Besar Sifat Kepribadian Manusia dan Apa Artinya Bagi Psikolog

Menurut dr. Luh Putu Previyanti dari Alodokter, waktu yang tepat bagi seorang ibu untuk mulai menyapih anaknya sangatlah bervariasi. “Sebagian ahli mendeskripsikan beberapa tanda bayi mulai dapat disapih, antara lain dia sudah dapat duduk dengan kepala tegak dalam waktu lama, koordinasi mata, mulut, dan tangannya mulai bekerja dengan baik sehingga dia dapat mengambil dan memasukkan makanan padat ke mulut,” kata dr Luh Putu.

Hal yang paling penting untuk diperhatikan dalam proses menyapih agar berjalan sukses adalah Anda harus fokus pada kenyamanan buah hati dan diri Anda sendiri.

[1]Monika, FB. 2014. Buku Pintar ASI dan Menyusui. Kiki S, editor. Jakarta: Noura Books, hlm 125.

[2]Ibid., hlm 126.

[3]Ibid., hlm 127.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: