Tips Simpel Menumbuhkan Sikap Mandiri Anak Sejak Usia Dini

Sikap Mandiri Anak Sejak Usia Dini - story.motherhood.com.mySikap Mandiri Anak Sejak Usia Dini - story.motherhood.com.my

Tak sedikit orang tua yang berharap anak-anak mereka bisa mandiri. Namun, sikap mandiri pada anak tidak bisa tumbuh dengan sendirinya. Ayah dan ibu juga harus berperan aktif untuk membantu buah hati mereka agar tidak selalu bergantung pada orang lain. Alangkah lebih baik, menanamkan kebiasan mandiri juga sudah harus dilakukan sejak anak masih berusia dini. Ini beberapa tips yang bisa dicoba para orang tua.

Jangan Bersikap Over Protective 

Sebelum mulai membiasakan anak bersikap mandiri, ada beberapa hal yang perlu orang tua siapkan dan lakukan, salah satunya tidak bersikap over protective pada anak. Tidak sedikit orang tua sangat khawatir dengan hal-hal yang akan terjadi pada anak mereka, sehingga tanpa sadar pengawasan terhadap anak dilakukan secara berlebihan.

Jika ini terjadi, dapat membuat anak Anda merasa kesulitan untuk bergerak dan mengeksplorasi dirinya. Jadi, lebih baik jika Anda bersikap sewajarnya saja terhadap mereka. Biarkan anak Anda bergerak dan bermain dengan bebas sesuai keinginannya. Dengan begini, Anda juga lebih leluasa untuk melakukan berbagai macam pekerjaan rumah sambil mengawasi si kecil. Jika Anda bisa menghilangkan sikap over protective tersebut, Anda bisa perlahan melatih sikap mandiri pada anak.

Sejenak Tinggalkan Anak Anda

Setelah Anda membiasakan diri untuk tidak bersikap over protective, Anda juga perlu membuat jadwal khusus untuk ‘meninggalkan’ anak Anda. Cara ini dinilai ampuh, karena anak akan bisa berlatih dan akhirnya mampu melakukan hal-hal kecil secara mandiri, tanpa membutuhkan bantuan orang lain.

Sikap Mandiri Anak Memakai Sepatu Sendiri - blog.beamingbooks.com

Sikap Mandiri Anak Memakai Sepatu Sendiri – blog.beamingbooks.com

Cara ini juga dapat membuat tumbuh kembang anak Anda menjadi lebih baik. Mereka yang ditinggalkan dalam waktu 2 hingga 3 jam dalam sehari, dapat berpikir lebih kreatif dan inovatif dibanding dengan anak-anak yang harus didampingi orang tua setiap saat. Anda perlu membuat jadwal kapan dalam sehari anak tidak perlu didampingi. 

Di saat anak sudah menginjak usia 6 tahun, Anda juga perlu membuat jadwal lagi dengan waktu tanpa pendampingan yang lebih banyak. Ini untuk mempersiapkan kemandirian mereka untuk menghadapi masa-masa sekolah tanpa orang tua nantinya. Meski begitu, Anda juga perlu memberikan penjelasan singkat mengapa Anda perlu meninggalkan anak Anda dalam jangka waktu lama. Ini agar mereka dapat mengerti dan tidak merasa kesepian jika ditinggalkan.

Bantu Anak Seperlunya

Dalam usia dini, antara 1 tahun hingga 5 tahun, anak sudah harus bisa melakukan hal-hal kecil sendiri. Mulai dari mengambil mainan, mengambil botol susu, hingga minum susu dari botolnya. Terkadang, memang si kecil butuh bantuan, apalagi dalam hal makan dan minum susu. Bantuan bisa Anda berikan dalam porsi yang pas. Untuk anak berumur 1 tahun, ia sudah harus bisa mengambil mainannya sendiri, dan dalam hal ini, Anda hanya perlu membantunya ketika minum dan makan saja.

Ketika anak Anda menginjak usia 2 tahun, ada kalanya Anda tidak membantunya dalam hal minum susu. Anda hanya perlu membantunya makan dan mandi saja. Lalu, setelah anak berusia 5 tahun, Anda bahkan tidak perlu membantunya minum dan makan, Anda hanya perlu membantunya ketika mandi saja. Kemudian, ketika anak memasuki usia 6 tahun, mereka sudah harus bisa makan, minum, mandi, dan berganti baju sendiri sesuai kebutuhannya.

Sebelumnya, Anda juga perlu memberikan nasihat dan mencontohkan tata cara minum, makan, mengambil sesuatu, meletakkan sesuatu, mandi, dan berpakaian dengan benar. Sehingga, ketika anak Anda memasuki jenjang sekolah dasar, Anda hanya perlu membantunya dalam hal sederhana yang mereka belum pahami. Anda bisa membantunya dalam belajar atau membantunya untuk pergi dan pulang ke sekolah saja.

Sikap Mandiri Anak Membersihkan Meja Dapur - ccrnj.org

Sikap Mandiri Anak Membersihkan Meja Dapur – ccrnj.org

Ajak Anak Melakukan Kegiatan Rumah

Anak pada usia 3 tahun, biasanya sudah bisa diajak melakukan kegiatan rumah yang paling dasar dan ringan. Dimulai dari meletakkan botol susunya sendiri untuk diisi ulang atau dibersihkan dan membereskan beberapa mainannya sendiri. Tentunya, Anda juga harus mengajarkannya terlebih dahulu. Lalu, saat anak berusia 5 tahun, Anda bisa mengajari mereka untuk membersihkan tempat tidurnya sendiri, menyiram tanaman, dan meletakkan piring dan gelas yang kotor di cucian.

Pada usia 6 tahun, Anda juga perlu mengajari mereka cara menyapu lantai dan membersihkan kaca. Ini adalah kegiatan rumah yang paling mudah dan sederhana yang bisa Anda ajarkan pada anak ketika mereka berusia dini. Anak-anak yang terbiasa dengan rutinitas tugas mudah dan sederhana tersebut akan tumbuh menjadi anak yang lebih mandiri. 

Mereka juga akan tumbuh dengan fungsi otot motorik dan sensorik lebih baik. Anda juga tidak perlu khawatir dengan perkembangannya. Anak-anak dengan kemandirian yang baik akan lebih optimis, kreatif, dan inovatif dalam menjalani hidupnya. Anda juga bisa melatih anak untuk membantu Anda memasak di dapur. Anda bisa mengajari mereka mengambil bahan masakan dan membersihkan sayur atau buah, misalnya.

Nah, itulah beberapa tips simpel yang bisa Anda lakukan untuk menumbuhkan sikap mandiri pada anak. Dilansir dari Harvard Health Publishing, Anda juga perlu mengajarkan anak Anda untuk memilih hal-hal yang ia sukai, mulai dari memilih mainan hingga makanan. Ini juga salah satu cara yang penting agar mereka bisa menentukan pilihan yang tepat untuk dirinya sendiri sejak dini. Cara ini juga bisa membuat mereka berpikir dengan intuisi yang kuat dan menanamkan keteguhan dalam diri mereka.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: