Manfaat, Kandungan dan Cara Mengolah Sarang Semut

Tanaman sarang semut/myrmecodia pendans (flickr: suparka.s raksapradja)Tanaman sarang semut/myrmecodia pendans (flickr: suparka.s raksapradja)

Bagi Anda yang masih suka mengonsumsi ramuan herbal, pastinya sudah tidak asing dengan sarang semut. Sarang semut, yang konon memiliki banyak manfaat di bidang medis, memang sedang populer sebagai obat, terutama untuk mengatasi gangguan dan gejala kanker. Apalagi cara mengolah tanaman obat tersebut tidaklah sulit, Anda hanya perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan dan tujuan konsumsi.

Manfaat dan Kandungan Sarang Semut

Sarang semut, dengan nama ilmiah Myrmecodia pendans, merupakan salah satu jenis tanaman obat yang bersifat epifit. Tanaman lokal tersebut memang tumbuh di Indonesia dan banyak ditemukan di hutan Kalimantan dan Papua. Secara turun-temurun, sarang semut sudah dikenal sebagai salah satu tanaman obat keluarga yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit ringan maupun kronis.

Selain dapat menyembuhkan dan mencegah penyakit tumor, sarang semut bisa dijadikan sebagai obat untuk menyembuhkan kebiasaan mimisan, tukak lambung, wasir, jantung, TBC, rematik, gangguan asam urat, stroke ringan, stroke berat, maag, gangguan fungsi ginjal, dan prostat. Sarang semut yang dikonsumsi secara rutin juga konon bisa memperlancar ASI, melancarkan peredaran darah, melancarkan menstruasi, dan mengatasi keputihan.

Baca juga:  Penyebab dan Solusi Mengatasi Rambut Rontok

Berdasarkan penelitian, Myrmecodia pendans diperkaya kandungan senyawa aktif dari golongan flavonoid, tanin, tokoferol, multi-mineral (Ca, Na, K, P, Zn, Fe, dan Mg) dan polisakarida. Senyawa flavonoid yang ada pada sarang semut memiliki khasiat untuk mengatasi kanker, yaitu dengan membuat zat karsinogen yang tadinya aktif dan reaktif menjadi tidak aktif. Selain itu, zat antioksidan juga akan menghambat siklus sel kanker dan induksi apoptosis.

Tanaman sarang semut/myrmecodia pendans (sumber: wikipedia)

Tanaman sarang semut/myrmecodia pendans (sumber: wikipedia)

Myrmecodia pendans juga mengandung tokoferol yang berefek antioksidan yang efektif. Zat tersebut berperan melindungi sel-sel tubuh dari serangan radikal bebas dan sebagai anti-kanker. Dilihat dari kandungannya, sarang semut diklaim dapat mengatasi berbagai macam kanker. Jenis kanker yang dapat diobati dengan tumbuhan tersebut, yaitu kanker otak, hidung, payudara, liver, paru-paru, usus, rahim, kulit, prostat, dan leukimia.[1]

Menurut review pengguna, selain penyakit di atas, Myrmecodia pendans bisa dijadikan sebagai asupan untuk meningkatkan daya imun dan mempercepat proses penyembuhan kanker atau tumor setelah operasi dan kemoterapi. Namun, untuk mendapatkan semua khasiat sarang semut, Anda juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan Anda.

Baca juga:  Jangan Galau Pilih Pelembab, Ini Sederet Moisturizer yang Diformulasikan untuk Kulit Berminyak

Beberapa orang mengatakan, sarang semut tidak cocok bagi Anda yang memiliki keluhan anemia atau tekanan darah rendah. Hal ini karena sarang semut dapat menurunkan tekanan darah. Sehingga, jika gejala darah rendah Anda sedang kambuh, Anda tidak disarankan untuk mengonsumsinya.

Sebaliknya, sarang semut baik dikonsumsi jika keadaan tekanan darah Anda normal atau tinggi. Bagi pasien hipertensi, sarang semut dapat membantu mereka mengontrol tekanan darah agar kembali normal. Bisa dibilang, Anda bisa mengatasi hipertensi yang kambuh dengan mengonsumsi sarang semut.

Cara Mengolah Sarang Semut

Tanaman sarang semut/myrmecodia pendans (flickr: suparka.s raksapradja)

Tanaman sarang semut/myrmecodia pendans (flickr: suparka.s raksapradja)

  • Sebelum mengolah sarang semut, Anda harus menyiapkan alat dan bahannya. Anda hanya perlu menyiapkan sarang semut sebanyak 200 gr, air 3 liter, panci, saringan, kompor, dan gelas.
  • Untuk sarang semutnya, Anda bisa memilih produk yang kering dan siap olah. Bahkan, saat ini sudah tersedia sejumlah produk sarang semut kering dalam bentuk serbuk.
  • Jika Anda memakai sarang semut kering dalam bentuk kepingan, Anda harus memotong, menimbang, dan menghancurkannya dulu. Anda bisa menghancurkan sarang semut dengan blender atau tumbukan tanpa air.
  • Nyalakan kompor dengan api sedang dan letakkan panci di atasnya. Tuangkan air ke dalam panci, lalu tunggu hingga agak mendidih. Setelah itu, tuang serbuk sarang semut ke dalam air mendidih dan biarkan selama 3 menit atau hingga air berubah warna.
  • Tunggu hingga suhu air rebusan sarang semut agak turun, lalu saring ke dalam gelas. Air rebusan sarang semut siap diminum.
Baca juga:  Bukan Hanya untuk Memasak, Ini Sederet Kegunaan Tepung Jagung yang Perlu Anda Ketahui

Selain mengolah sarang semut sesuai prosedur di atas, Anda juga harus mengetahui dosisnya. Untuk meningkatkan daya imun dan mencegah penyakit, Anda bisa minum air rebusan sarang semut sebanyak 1 hingga 2 gelas setiap hari. Sementara, untuk menyembuhkan penyakit ringan, Anda bisa minum 3 gelas per hari dan 5 hingga 8 gelas per hari untuk penyakit kronis.

[1] Winarno, Ermin Katrino, dkk. 2015. Kemampuan Sitotoksik dan Profil Kromatogram Umbi Sarang Semut (Myrmecodia Pendans Merr. & Perry) Setelah Diradiasi Gamma. Jurnal Ilmiah Aplikasi isotop dan Radiasi, Vol. 11(2): 137-152.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: