Penyebab & Cara Menghilangkan Ketombe pada Kulit Kepala Anak

Ilustrasi: rambut anak berketombe (sumber: momdot.com) Ilustrasi: rambut anak berketombe (sumber: momdot.com)

Ketombe termasuk hal yang umum dialami oleh siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Permasalahan rambut ini pada dasarnya mungkin tidak membahayakan, tetapi bisa cukup mengganggu kepercayaan diri seseorang. Jika tidak dihilangkan atau ditangani dengan tepat, ketombe bahkan bisa menjadi masalah rambut yang bertahan hingga bertahun-tahun lamanya. Oleh sebab itu, bagi putra dan putri Anda yang mengalami masalah ketombe, sebaiknya segera cari cara untuk menghilangkan ketombe tersebut dari rambutnya.

Penyebab Ketombe pada Anak

  • Jamur Kecil atau yang disebut malassezia bisa menjadi salah satu penyebab anak-anak mengalami ketombe. Perubahan hormon biasanya bisa memicu jamur tumbuh secara berlebihan.
  • Eksim. Anak-anak yang memiliki eksim juga biasanya lebih rentan mengalami ketombe. Eksim akan semakin buruk jika pola makan anak tidak baik dan adanya alergi di lingkungan. Jika dibiarkan, rasa gatal yang ditimbulkan bahkan berpotensi menyebabkan infeksi apabila tergores.
  • Salah perawatan rambut. Kulit dan rambut anak-anak masih begitu sensitif. Oleh sebab itu, jika salah menggunakan produk perawatan rambut tertentu seperti sampo bisa menyebabkan iritasi di kulit kepala atau bahkan ketombe yang mengganggu.
  • Produksi minyak yang berlebih. Kondisi kelenjar minyak yang terlalu aktif di kulit kepala pun dapat menimbulkan ketombe pada anak-anak. Kondisi ini biasanya terjadi sekitar masa pubertas, ketika kelebihan hormon mengubah kelenjar minyak untuk menghasilkan lebih banyak minyak. Minyak yang menumpuk di dasar folikel rambut kemudian menyebabkan serpihan kering dan menggumpal yang dinamakan ketombe, demikian seperti dilansir Orami.

Menurut Suranto (2010), ketombe dapat dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak. Kepala yang terserang ketombe tampak bersisik atau terdapat keropeng halus yang berwarna kekuning-kuningan, berminyak, dan terasa gatal. Ketombe disebabkan oleh faktor keturunan atau cuaca lembap. Apabila anak terserang ketombe, Anda bisa melakukan langkah-langkah sebagai berikut.

Cara Mengatasi Ketombe pada Anak

Ilustrasi: merawat rambut anak yang berketombe (sumber: lovingparents.in)

Ilustrasi: merawat rambut anak yang berketombe (sumber: lovingparents.in)

  1. Olesi kulit kepala anak dengan minyak zaitun hangat dan biarkan selama semalam. Supaya tidak mengotori bantal atau berlepotan ke mana-mana, Anda bisa membalut kepala buah hati Anda dengan shower cap atau handuk lembut. Bisa juga melapisi bantal dengan handuk atau semacamnya supaya Anda tidak kesulitan untuk membersihkan sarung bantalnya kelak.
  2. Keesokan paginya, sisir rambut anak Anda sebelum keramas.
  3. Keramasi anak dengan sampo yang mengandung tea tree oil (jika ada) atau sampo bayi (jika tidak ada).
  4. Pijat-pijat kulit kepala anak selama keramas.
  5. Bilas sampai bersih dan keringkan rambut dengan handuk.

Anda bisa mengeramasi rambut anak dengan cara tersebut setiap hari selama 2 minggu atau hingga ketombe hilang. Setelah itu, keramasi cukup 2 hari sekali untuk menjaga supaya rambut anak tetap bersih dan terhindar dari ketombe. Perlu diperhatikan bahwa shampoo harus berada di kulit kepala minimal 10 menit untuk memberikan hasil yang memuaskan.

Selain pada anak-anak atau balita, kondisi ketombe juga terkadang bisa dialami oleh bayi atau yang lebih dikenal dengan istilah cradle cap. Menurut Prihaningtyas (2014), ketombe bayi hilang sendiri. Memandikan bayi dengan menggunakan sabun sambil menyeka bagian kulit kepala atau bagian kulit lain yang kekuningan dengan waslap dapat membantu menghilangkan cradle cap tersebut. Jangan lupa kepala bayi dibersihkan dengan shampo. Jika kerak putih atau kekuningan tersebut tebal, dapat dilakukan dengan mengoleskan minyak mineral atau baby oil terlebih dahulu selama 15 menit lalu seka dengan menggunakan waslap.

Masih menurut sumber yang sama, ketombe bayi adalah kondisi yang pada dasarnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu 6 bulan sampai 1 tahun, tetapi kemungkinan bisa kambuh lagi. Nah, jika ditemukan beberapa kondisi seperti adanya kerak putih atau kekuningan tersebut yang tumbuh di bagian kulit yang tidak berbulu atau sisi/kerak menyebar ke wajah dan bagian tubuh lainnya, serta sudah dilakukan beberapa cara seperti yang dijelaskan tetapi tidak membaik, maka sebaiknya segera bawa anak Anda ke dokter untuk memperoleh penanganan lebih lanjut.

Referensi:

Baca juga:  Jangan Panik, Ini Yang Perlu Anda Lakukan Saat Anak Menelan Benda Asing

Prihaningtyas, Rendi A. 2014. Deteksi dan Cepat Obati 30+ Penyakit yang Sering Menyerang Anak. Rudy, editor. Yogyakarta (ID): Penerbit Media Pressindo.

Suranto, Adji. 2010. Jangan Panik Bunda. Depok: Penebar Plus+

Leave a comment

Your email address will not be published.


*