Anak Anda Moody? Ini Tips Menghadapinya

Ilustrasi: anak digendongIlustrasi: anak digendong

Di rumah saja dan tidak ada kegiatan, bisa membuat anak-anak menjadi bosan dan cenderung moody. Ini dapat membuat orang tua merasa cemas dan bingung. Beberapa orang tua bahkan ikutan stres karena anak-anaknya yang mengalami mood swing begitu cepat. Lalu, bagaimana cara menghadapi anak yang moody?

Penyebab Moody pada Anak

Moody, atau biasa dikenal dengan mood swing, adalah perubahan suasana hati secara drastis yang bisa mengakibatkan stres sebagai respon secara mental.[1] Tidak hanya anak-anak yang bisa mengalami mood swing, tetapi juga remaja. Mood swing pada remaja dapat disebabkan oleh beberapa hal.

Dilansir dari Harvard Health Publishing, beberapa remaja tampaknya mengalami mood swing akibat situasi sosial mereka. Bagi remaja dengan kehidupan yang baik (keluarga yang harmonis dan tidak memiliki masalah finansial) mungkin tidak akan mengalaminya. Sementara itu, remaja yang tinggal di rumah saja dengan kondisi keluarga yang kurang harmonis, membuat mereka harus ikut menanggung beban keluarga. Rasa tertekan akibat beban yang tak kunjung ringan, membuat anak-anak atau remaja menjadi moody yang berisiko stres.

Selain itu, ketika di rumah saja dalam masa yang cukup lama, anak-anak dan remaja tidak bisa menikmati dunia luar dengan baik. Mereka mungkin bisa keluar rumah, tetapi tidak untuk bermain dengan teman atau relasi mereka. Jika mereka bepergian ke luar rumah, biasanya bertujuan untuk menemani kerabat berbelanja atau bekerja paruh waktu. Ini juga alasan mengapa suasana hati mereka dapat berubah dengan cepat.

Baca juga:  Tips Bikin Anak Lebih Disiplin dan Tepat Waktu
Ilustrasi: anak moody

Ilustrasi: anak moody

Dilansir dari halodoc, moody juga disebabkan oleh faktor biologis, yang biasa terjadi pada remaja belia yang berusia belasan tahun. Perubahan hormon yang terjadi selama masa puber memainkan peran utama dalam cara berpikir dan perasaan remaja. Ketika remaja beranjak menuju dewasa, mereka juga akan mudah marah, memiliki rasa sedih yang intens, dan sering frustasi, karena ada perubahan kimia yang terjadi dalam otaknya.

Masih dilansir dari sumber yang sama, usaha remaja untuk membangun identitas diri juga berperan penting dalam kondisi suasana hati mereka. Moody biasanya lebih sering dialami oleh remaja yang belajar mandiri. Memang, hal ini terbilang baik karena mereka bisa mengembangkan diri menjadi pribadi yang tangguh, memiliki tujuan hidup yang konsisten, dan memiliki keyakinan terhadap pedoman mereka. Namun, ketika mereka membangun kemandirian ini, banyak yang cenderung mengalami berbagai gejolak batin yang berkontribusi pada kondisi mood.

Baca juga:  Berapa Kebutuhan Susu yang Tepat Bagi Bayi Usia 4 Bulan?

Sebagai orang tua, Anda dituntut untuk bisa menghadapi anak yang sedang moody. Memang, tidak mudah melihat anak yang sedang marah lalu sedih dan senang dalam waktu yang singkat, tetapi Anda juga perlu ingat bahwa Anda pernah menjadi seperti mereka. Lalu, apa yang bisa dilakukan orang tua untuk menghadapi anak yang sedang moody?

Cara Menghadapi Anak yang Moody

Ilustrasi: aktivitas bersama keluarga

Ilustrasi: aktivitas bersama keluarga

  • Dilansir dari theasiantparent, sisihkan waktu untuk quality time bersama anak. Padatnya jam kerja memang membuat sebagian orang tua kesulitan untuk bertemu anak mereka. Namun, Anda perlu mengambil cuti sehari atau dua hari untuk menghabiskan waktu bersama anak. Ini adalah cara yang pas untuk mencari tahu alasan mereka moody, sehingga Anda bisa menghadapi mereka dengan lebih santai.
  • Ajak anak Anda untuk berolahraga secara rutin. Olahraga yang menyenangkan, seperti berenang dan bermain bola, diklaim mampu meningkatkan suasana hati dan meringankan rasa cemas serta depresi. Ini terbilang ampuh untuk menghadapi anak yang mulai mengalami gejala mood swing.
  • Pastikan anak Anda tidak tinggal atau berada di kamar dalam waktu lebih dari 4 jam, kecuali jika mereka ingin tidur. Berada di kamar selama seharian penuh, membuat remaja merasa sedih dan sendiri, sehingga mereka akan mudah stres, depresi, dan cemas.
  • Diet sehat juga bisa menjadi salah satu cara untuk menghadapi anak yang memiliki gangguan suasana hati. Usahakan anak-anak selalu sarapan dan tidak mengonsumsi banyak kafein dan gula. Ini akan membantu mereka merasa lebih baik dalam beraktivitas, sehingga mereka tidak mudah mengalami perubahan mood.
Baca juga:  Rekomendasi Olahraga Ringan dan Menyenangkan untuk Anak

Kunci utama dalam menghadapi anak yang mengalami mood swing adalah tetap tenang dan sabar. Cemas dan takut hanya akan memicu suasana hati Anda menjadi ikut tidak karuan. Akibatnya, banyak orang tua yang memarahi anak dan meninggikan suara saat berbicara dengan anak yang moody. Ini hanya akan membuat suasana hati mereka menjadi semakin kacau. Akhirnya, mereka hanya akan menjadi pribadi yang mudah marah dan cengeng.

[1] Hidayah, Maulidia Nur, Galuh Kumalasari, Dedi Kurniawan. 2020. Pengalaman Mood Swing pada Perokok Remaja di Usia 15-18 Tahun. Jurnal Kesehatan Masyarakat STIKES Cendekia Utama Kudus, Vol. 8(1): 84-92.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: