Cara Mengetahui Usia Kehamilan Anda dan Metode Perhitungannya

Ilustrasi: ibu hamil Ilustrasi: ibu hamil

Kehamilan adalah suatu rangkaian proses yang terjadi mulai dari pembuahan sampai kelahiran. Kehamilan dipicu oleh sel telur yang dibuahi sperma, lalu tertanam di dalam lapisan rahim, dan kemudian menjadi janin. Rata-rata kehamilan terjadi selama 40 minggu, yang terbagi ke dalam tiga trimester dengan ciri-ciri perkembangan janin yang spesifik.

  • Trimester pertama (0-13 minggu): Struktur tubuh dan sistem organ bayi mulai berkembang. Ibu hamil wajib waspada karena rata-rata keguguran dan kecacatan bayi muncul selama periode ini.
  • Trimester kedua (14-26 minggu): tubuh bayi terus berkembang dan ibu hamil dapat merasakan pergerakan pertama bayi dalam rahim.
  • Trimester ketiga (27-40 minggu): Bayi berkembang seutuhnya dan siap dilahirkan.

Kehamilan tergolong umum, terjadi pada wanita dalam usia reproduktif. Dalam banyak kasus, wanita mungkin memiliki kondisi medis yang dapat mengakibatkan infertilitas atau tidak subur (tidak mampu hamil), atau memilih untuk steril agar tidak hamil.

Tanda-tanda Kehamilan

  • Periode menstruasi yang terlewatkan
  • Payudara melunak, membengkak
  • Mual dengan atau tanpa muntah
  • Lebih sering buang air kecil
  • Kelelahan

Gejala Kehamilan

Trimester Pertama Trimester Kedua Trimester Ketiga
  • Perubahan mood
  • Kembung
  • Bercak darah dari vagina
  • Kram
  • Sembelit
  • Tidak nafsu makan
  • Hidung tersumbat
  • Sebagian besar gejala tidak menyenangkan yang muncul di awal kehamilan kini mulai hilang
  • Sakit punggung
  • Sakit perut
  • Kram kaki
  • Sembelit
  • Nyeri ulu hati
  • Merasakan pergerakan pertama bayi
  • Napas pendek
  • Ambeien (wasir)
  • Buang air kecil tidak terkendali
  • Varises
  • Gangguan tidur
Baca juga:  Infertilitas: Apakah Perlu Adanya Embrio Tambahan?

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Cara Menghitung Usia Kehamilan

Ilustrasi: menghitung usia kehamilan

Ilustrasi: menghitung usia kehamilan

Metode yang banyak digunakan saat ini untuk menghitung usia kehamilan adalah dengan berpatokan kepada tanggal menstruasi terakhir. Hari pertama haid terakhir atau biasa disingkat dengan HPHT dianggap sebagai hari pertama usia kehamilan.

Normalnya, seorang wanita akan menjalani proses kehamilan sekitar 280 hari atau 40 minggu sejak HPHT. Anggapan bahwa HPHT sebagai hari pertama kehamilan tetap dinilai cukup akurat, meskipun biasanya pembuahan baru mulai terjadi sekitar 11 – 21 hari setelah tanggal tersebut.

Kalkulator Kehamilan Online

Di zaman serba digital seperti saat ini, Anda tidak perlu repot untuk datang ke dokter hanya untuk mengetahui usia kehamilan. Anda bisa menghitung usia kehamilan bermodalkan internet. Jika Anda penasaran, Anda bisa mengetik ‘kalkulator kehamilan’ sebagai keyword pada browser Anda. Maka akan keluar tautan-tautan yang dapat menghitung usia kehamilan secara online. Caranya, Anda hanya perlu memasukkan tanggal, bulan, dan tahun hari pertama haid terakhir (HPHT) Anda dan juga siklus haid Anda. Tautan tersebut kemudian akan menghitung dan memberitahukan kepada Anda mengenai perkiraan usia kehamilan secara otomatis.

Rumus Naegele (Hitungan Kalender)

Rumus Naegele yang menggunakan hitungan kalender adalah cara yang paling sering digunakan oleh orang-orang sebelum gencarnya zaman internet seperti sekarang. Sebelum menggunakan cara ini, Anda harus tahu terlebih dahulu siklus haid Anda untuk menghitung usia kehamilan. Sebab, cara ini biasanya digunakan  pada wanita dengan siklus haid yang teratur seperti setiap 28 hari atau 30 hari. Berikut ini cara menghitung usia kehamilan menggunakan rumus Naegele.

Baca juga:  Rekomendasi 5 Snack Rendah Kalori di Supermarket untuk Camilan Kamu

Rumus Naegele (Bulan Akhir)

  • Tanggal HPHT ditambah 7 (+7)
  • Bulan HPHT dikurang 3 (-3)
  • Tahun HPHT (+1)

Contoh Aplikasi Rumus Naegele (Bulan Akhir)

  • HPHT 8 Agustus 2019
  • Tanggal HPHT 8 + 7 = 15
  • Bulan HPHT 8 – 3 = 5
  • Tahun HPHT 2019 + 1 = 2020

Maka hari perkiraan kelahiran buah hati Anda adalah 15 Mei 2020. Cukup mudah, bukan?

Namun jika bulan HPHT tidak bisa dikurangi, seperti Januari (1 – 3 = ?) Maka cukup dengan bulan HPHT ditambah 9 tanpa tahun ditambah. Contohnya seperti berikut.

Rumus Naegele (Bulan Awal)

  • Tanggal HPHT ditambah 7 (+7)
  • Bulan HPHT ditambah 9 (+9)
  • Tahun HPHT tetap

Contoh Aplikasi Rumus Naegele (Bulan Awal)

  • HPHT 20 Januari 2019
  • Tanggal HPHT 20 + 7 = 27
  • Bulan HPHT 1 + 9 = 10
  • Tahun HPHT 2019

Maka hari perkiraan kelahiran buah hati Anda adalah 27 Oktober 2019. Tidak sulit, bukan?

Jika Anda penasaran bagaimana cara menghitung usia kandungan, Anda bisa menambahkan HPHT Anda. Misalnya HPHT 18 Agustus 2019, maka bulan pertama kelahiran buah hati Anda adalah 18 September 2019.

Ilustrasi: hasil usg usia kandungan (sumber: parents.com)

Ilustrasi: hasil usg usia kandungan (sumber: parents.com)

Berdasarkan USG

Tentu saja ada keadaan di mana cara yang sudah dijelaskan di atas tidak memberikan hasil yang akurat. Kondisi ini biasanya terjadi pada wanita yang siklus menstruasinya tidak teratur. Oleh sebab itu, Anda harus mengunjungi dokter untuk menentukan usia kandungan. Nantinya, dokter kandungan akan melakukan pemeriksaan fisik dan USG transvaginal untuk menentukan usia kehamilan dengan lebih akurat.

Baca juga:  Tips Menjaga Kesehatan Di Usia 20 & 30-an

Di masa-masa awal kehamilan, hasil USG untuk menghitung usia kehamilan lebih akurat. Hal ini disebabkan karena dalam beberapa minggu pertama, janin cenderung berkembang dengan kecepatan yang sama. Lalu seiring bertambahnya usia kehamilan, tingkat pertumbuhan janin bisa berbeda-beda. Pertumbuhan bisa cepat di bulan tertentu, namun bisa melambat di bulan berikutnya. Oleh karena itu, pemeriksaan USG yang dilakukan di trimester akhir kehamilan tidak ditujukan untuk menentukan usia janin, melainkan untuk memantau apakah janin tumbuh dengan baik.

Menghitung usia kehamilan memang penting untuk memperkirakan waktu kelahiran bayi. Cara yang paling umum digunakan adalah perhitungan HPHT dan pemeriksaan USG. Namun, hasil keduanya bisa jadi tidak sama, karena masing-masing memiliki kondisi yang berbeda untuk mendapatkan hasil akurat. Sehingga untuk lebih jelasnya, kami sarankan untuk mengunjungi dan berdiskusi dengan dokter kandungan. Nantinya, dokter kandungan akan terus memantau kehamilan Anda dan memberi saran apabila buah hati sudah hampir lahir. Itulah sebabnya, pemeriksaan kehamilan secara rutin ke dokter kandungan perlu dilakukan.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: