Cara Mengawetkan ASI yang Benar Agar Daya Simpannya Lebih Lama

ASI setalah di Pompa Siap di Simpan - www.thedailybeast.comASI setalah di Pompa Siap di Simpan - www.thedailybeast.com

Ibu yang bekerja biasanya kesulitan untuk senantiasa memberikan ASI secara langsung pada bayinya. Oleh sebab itu, mengawetkan ASI dengan cara memompa atau memerahnya terlebih dahulu bisa jadi solusi. Sayangnya tak semua ibu mengetahui cara mengawetkan ASI yang benar.

Anda dapat menyimpan ASI dalam jangka waktu tertentu. Paling lama ASI dapat disimpan tidak lebih dari 6 bulan dalam keadaan beku. Penyimpanan yang lebih lama dari 6 bulan akan menyebabkan lebih banyak komposisi zat gizi yang terkandung dalam ASI terurai (hilang).

Cara Menyimpan ASI

  • Bila akan diberikan dalam waktu 6 jam setelah pengambilan dapat disimpan dalam suhu ruangan, tidak perlu disimpan di lemari pendingin.
  • Disimpan dalam termos yang diberi es batu dapat tahan hingga 24 jam.
  • Bila akan diberikan dalam waktu 72 jam, ASI disimpan di dalam lemari pendingin (di bawah 5 derajat celsius, bukan dibekukan).
  • Bila akan diberikan dalam waktu 3 bulan, ASI disimpan di bagian atas lemari pendingin (freezer), dibekukan pada suhu di bawah-18 derajat celsius. Dengan penyimpanan khusus ini dapat dibekukan untuk 6 bulan. Ini biasanya dilakukan pada kasus ketika ibu akan pergi dalam jangka waktu tertentu, sehingga perlu mengumpulkan sejumlah ASI sebelumnya.

    Cara Menyimpan ASI - www.eatthis.com

    Cara Menyimpan ASI – www.eatthis.com

Membekukan ASI akan merusak beberapa antibodi dalam susu, dan sebaiknya sedapat mungkin menggunakan ASI segar.[1]

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Penyimpanan ASIP (ASI Perah)

  • Simpan ASIP di dalam botol kaca atau plastik bebas Bisphenol-A (BPA). Pastikan botol-botol tersebut sudah disterilkan atau minimal dicuci dengan air hangat bersih.
  • Hindari menempatkan ASIP dalam botol sekali pakai yang memang tidak diperuntukkan bagi pemakaian berulang.
  • Jangan menyimpan ASI di dalam gelas plastik bekas minuman kemasan ataupun plastik Styrofoam. Botol khusus penyimpan ASI biasanya dapat dibeli di toko perlengkapan bayi.
  • Beri label pada botol yang bertuliskan jam dan tanggal ASI diperah. Jika ASIP ditempatkan bersamaan dengan botol ASIP anak lain di tempat penitipan bayi atau bersama teman sekantor, berikan nama pada labelnya juga.
  • Dalam perjalanan membawa ASIP dari satu tempat ke tempat lain, tempatkan botol ASIP di dalam tas khusus atau cooler bag.
  • Jika ditempatkan dalam lemari pendingin, letakkan botol-botol ASIP pada bagian paling dingin, yaitu di bagian paling belakang freezer. Mulailah mengambil persediaan ASIP diawali dari yang paling dahulu diperas.
  • Dalam lemari pendingin (bukan freezer) ASI dapat disimpan sampai ±2 minggu. Lebih dari batas waktu tersebut, sebaiknya ASI segera dibuang.
  • Jika hendak membekukan ASI, sebaiknya masukkan terlebih dulu ke dalam lemari pendingin selama semalam, baru kemudian masukkan ke dalam freezer.
  • Jika akan mencairkan ASI beku, pindahkan ASI ke dalam lemari pendingin malam sebelumnya, kemudian cairkan esok harinya dengan cara menghangatkan.
  • Jangan membekukan kembali ASI yang sudah dikeluarkan dari lemari pendingin.

Daya Tahan ASI Perah

Daya Tahan ASI dalam Tempat Penyimpanan - www.insider.com

Daya Tahan ASI dalam Tempat Penyimpanan – www.insider.com

Tempat Penyimpanan ASILama Penyimpanan ASI
Pada suhu ruangan6 jam
Kotak pendingin (cooler box) dengan batu es24 jam
Lemari pendingin bersuhu 4°C atau lebih dingin5 hari
Freezer kulkas satu pintu2 minggu
Freezer kulkas dua pintu3 minggu
Freezer khusus dengan suhu -18°C atau lebih dingin6 bulan

Lalu bagaimana cara memanaskan ASIP? Botol ASIP yang disimpan dalam lemari pendingin dapat ditempatkan terlebih dahulu dalam mangkok berisi air hangat sebelum diberikan pada bayi. Namun hindari memasukkannya kembali ke dalam lemari es setelah dihangatkan. Hindari menggunakan microwave atau merebus untuk memanaskan ASIP karena dapat merusak kandungan vitamin di dalamnya dan akan terasa terlalu panas untuk mulut bayi.[2]

ASI perah yang telah dihangatkan bisa diberikan ke bayi dengan bantuan sendok kecil sesuap demi sesuap. Sebelum memberikannya ke bayi, pastikan kondisi ASI yang telah diawetkan masih segar. ASI yang sudah didinginkan biasanya akan terpisah menjadi 2 lapisan dan akan tercampur jika Anda mengocok atau mengaduknya.

Jika lapisan itu masih terpisah, bisa jadi tanda bahwa ASI telah rusak. Anda juga bisa melihat ciri ASI sudah tidak layak dari perubahan tekstur yang jadi lebih berlendir atau bahkan ada nanah di dalamnya. Kemudian ASI yang basi baunya cenderung mirip susu sapi basi atau terasa asam.

[1] Suririnah. 2009. Buku Pintar Merawat Bayi 0-12 Bulan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

[2] Savitri, A. 2018. Buku Pintar 365 Hari MPASI Terlengkap (hlm 116-117). Erick N, editor. Yogyakarta: Idesegar.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: