Bagaimana Cara Mengatasi Tantrum pada Anak?

Ilustrasi: anak tantrumIlustrasi: anak tantrum

Orang tua seringkali dibuat bingung dengan tingkah laku anak-anak, apalagi bagi mereka yang masih berstatus orang tua baru. Nah, salah satu tingkah laku anak yang sering membuat orang tua panik, yakni tantrum. Tak jarang orang tua merasa stres dan depresi karena anaknya sedang tantrum. Sebenarnya, cara mengatasi tantrum tidaklah sulit. Apalagi jika Anda memahami penyebabnya.

Pengertian Tantrum dan Efeknya pada Anak

Temper tantrum, atau disebut tantrum, adalah suatu luapan emosi yang tidak terkontrol pada anak. Tantrum lebih sering muncul pada anak tahap usia toddler. Pada tahap usia tersebut, anak-anak sudah mulai mengenal dunia dengan cara merangkak, berjalan, dan mulai sering mengalami konflik dengan orang dewasa di sekitarnya.

Konflik bisa muncul seiring dengan adanya berbagai macam kemauan anak yang tidak dipahami atau dipenuhi orang tua. Ketika anak-anak mengalami tantrum, mereka cenderung melampiaskan segala bentuk kemarahannya. Tingkah laku tantrum pada anak secara umum ditunjukkan dengan menangis keras, berteriak, menjerit-jerit, memukul, menggigit, mencubit, menendang, berontak, berlari menjauh, dan melempar badan ke lantai.

Normalnya, tantrum pada anak akan terjadi dalam waktu sekitar 30 detik hingga 2 menit saja. Namun, para orang tua harus waspada jika tantrum berlangsung dalam waktu yang lama, atau berlanjut pada tingkat yang dapat membahayakan diri anak-anak.

Baca juga:  Inilah 5 Makanan Ibu Hamil Muda Agar Anak Cerdas dan Pintar

Perilaku tantrum sendiri sebenarnya tidak selamanya menimbulkan efek yang negatif bagi perkembangan anak. Ada beberapa dampak positif karena tantrum, seperti anak memiliki keinginan untuk menunjukkan independensinya, mampu mengekspresikan individualitasnya dalam mengemukakan pendapat, dan mampu mengeluarkan rasa marah dan frustrasi.

Walaupun tantrum memiliki sisi positif, bukan berarti ketika anak mengalami tantrum lalu dibiarkan begitu saja atau dipuji. Bila orang tua keliru dalam mengatasi tantrum, berarti orang tua akan kehilangan satu kesempatan baik untuk mengajarkan mereka tentang caranya bereaksi yang wajar terhadap emosi secara normal, seperti marah, frustrasi, takut, dan kesal.

Selain itu, jika tantrum pada anak tidak segera diatasi oleh orang tua, maka perilaku ini akan menjadi sifat yang menetap pada anak ketika menjelang dewasa.[1] Untuk itu, bagi Anda yang saat ini merasa bingung, cemas, dan stres karena tidak mengetahui cara mengatasi tantrum pada anak dengan tepat, Anda bisa melakukan cara berikut ini.

Baca juga:  Studi Baru: Tak Perlu Khawatir, Tidak Semua Anak Remaja Melakukan Sexting
Ilustrasi: menenangkan anak tantrum

Ilustrasi: menenangkan anak tantrum

Cara Mengatasi Tantrum pada Anak

Cara paling mudah untuk mengatasi tantrum pada anak, yaitu dengan melakukan pendekatan untuk mengetahui penyebab tantrum. Dilansir dari Harvard Health Publishing, sebaiknya Anda menanyakan secara langsung kepada anak penyebab mereka melakukan gejala tantrum. Tanyakan dengan nada yang lembut dan ramah, meskipun mereka akan menanggapinya dengan emosi.

Nada yang lembut dan ramah akan membuat hati mereka sedikit lunak dan mau menjawab pertanyaan Anda. Jika hati dan pikiran mereka mulai melunak karena pertanyaan Anda, Anda hanya perlu mengalihkan perhatian mereka. Misalnya, jika anak-anak tantrum karena tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, Anda hanya perlu mengalihkan perhatian mereka dengan barang lainnya yang bisa Anda berikan.

Selain itu, Anda juga bisa memberikan alasan yang sebenarnya pada anak-anak kenapa keinginan mereka tidak terpenuhi. Anda bisa mengatakan alasannya dengan bahasa yang sederhana. Ini akan membuat mereka mengerti sekaligus mengajari mereka bahwa tidak semua keinginan dapat terpenuhi dengan mudah.

Cara lain untuk menghentikan anak yang sedang tantrum adalah dengan menggendong dan memeluk mereka. Cara ini memang lebih sulit dilakukan, apalagi kebanyakan anak yang tantrum biasanya akan memberontak. Meskipun begitu, pelukan dan dekapan orang tua adalah cara yang efisien untuk meredakan anak yang tantrum, apalagi jika anak Anda tantrum karena merasa cemas atau takut.

Baca juga:  Baby Talk, Metode Tingkatkan Kemampuan Berbahasa pada Bayi

Dengan dipeluk oleh orang tua, anak Anda akan merasa lebih aman dan merasa bahwa orang tua mereka adalah orang yang paling menyayangi mereka. Sehingga, emosi pada anak akan berangsur-angsur menghilang. Sehingga, tantrum juga akan hilang dalam waktu yang cepat.

Jika Anak Anda masih saja menangis atau berontak, Anda bisa membawanya ke tempat luas. Kebanyakan orang tua akan membawa anak-anak ke lapangan yang luas atau taman bunga yang indah. Mereka biasanya akan teralihkan dengan pernak-pernik atau ornamen yang ada di tempat itu. Rasa penasaran yang tinggi pada anak akan membantu mereka berhenti melakukan gejala tantrum tanpa mereka sadari.

[1] Rahayuningsih, Sri Intan. 2014. Strategi Ibu Mengatasi Perilaku Temper Tantrum pada Anak Usia Toddler di Rumah Susun Keudah Kota Banda Aceh. Idea Nursing Journal, Vol. 5(1): 32-40.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: