Jangan Panik, Begini Cara Mengatasi Hidung Tersumbat pada Bayi Baru Lahir

Ilustrasi: bayi hidung tersumbat (sumber: bellybelly.com)Ilustrasi: bayi hidung tersumbat (sumber: bellybelly.com)

Bayi yang baru lahir memang masih belum memiliki metabolisme tubuh yang sempurna. Oleh sebab itu mereka disarankan untuk mengonsumsi ASI eksklusif dari sang ibu. Bayi juga rentang terkena flu atau pilek seperti orang dewasa. Jika sudah demikian, mereka biasanya akan kesulitan bernapas atau mengalami hidung tersumbat.

Di bulan-bulan awal, bayi memerlukan saluran hidung yang bersih untuk bernapas. Nantinya, mereka akan mampu bernapas secara bergantian lewat mulut bila hidung mereka tersumbat. Bayi-bayi yang baru lahir sangat terganggu bila hidung mereka tersumbat.

Seorang bayi yang memiliki hidung tersumbat tidak bisa dengan mudah bernapas melalui mulut, mereka berusaha keras untuk menghirup udara dari hidung mereka. Salah satu penyebab banyak bersih adalah bahwa dia mencoba membersihkan saluran pernapasannya. Itu mungkin bukan pilek pertamanya. Dia berusaha membersihkan hidungnya.

Berikut ini adalah beberapa cara untuk membantu bayi yang baru lahir agar lebih mudah bernapas.

Tips Mengatasi Hidung Tersumbat pada Bayi Baru Lahir

  • Pada saat bayi Anda bangun, baringkan dia pada posisi di atas perutnya dengan kepala mengarah ke satu sisi. Posisi ini membuat lidah dan air liur dalam kerongkongannya dapat keluar sehingga udara mudah lewat.
  • Jagalah agar lingkungan tempat bayi tidur bebas debu dan bulu halus. Bersihkan tempat berkumpulnya debu seperti bantal bulu, binatang berbulu, dan lusinan hadiah berbulu lembut yang ada di sekitar bayi (tidak perlu membersihkan lingkungan tempat bayi tidur bila pernapasan bayi tidak tersumbat).
  • Jauhkan bayi dari pengganggu pernapasan: asap rokok, uap cat dan bensin, penyegar udara, minyak wangi, dan penyemprot rambut. Jangan izinkan orang merokok di rumah yang ada bayinya. Ini adalah salah satu pengganggu paling umum untuk saluran napas bayi yang sensitif.
  • Semprot hidung bayi yang kecil itu. Gunakan larutan garam untuk hidung, baik yang berupa semprotan atau alat penetes, untuk mengurangi pengeluaran cairan hidung dan merangsang bayi untuk bersin serta mengeluarkan cairan dari belakang ke depan punggung; setelah keluar, Anda membersihkannya secara perlahan dengan alat pengisap cairan hidung khusus untuk bayi, disebut nasal aspirator, yang tersedia di toko obat.[1]
Ilustrasi: mengatasi hidung tersumbat pada bayi (sumber: care.com)

Ilustrasi: mengatasi hidung tersumbat pada bayi (sumber: care.com)

  • Buang lendir dari hidung. Untuk bayi yang berusia di bawah 6 bulan, Anda bisa menggunakan alat penyedot ingus bayi untuk membuang lendir dari hidung buah hati Anda secara perlahan.
  • Menghirup uap hangat. Selain memanfaatkan humidifier, Anda juga dapat memanfaatkan cara tradisional seperti menyiapkan air mendidih dalam baskom atau wadah lain supaya bayi dapat menghirup uang hangat tersebut. Biarkan bayi Anda menghirup uap hangat selama beberapa menit supaya pernapasannya lebih lega. Pastikan Anda melakukannya secara berhati-hati supaya bayi tak terkena air panas.
  • Memastikan bayi tetap terhidrasi dengan memberinya ASI atau susu formula. Jika bayi Anda sudah mulai mengonsumsi MPASI, Anda bisa memberinya air putih.
  • Mandi air hangat. Hal lain yang juga bisa Anda lakukan adalah memandikan bayi Anda dengan air hangat. Selain dapat menjaga suhu tubuhnya supaya tetap hangat, cara ini juga bisa sekaligus membantu bayi menghirup uap dari air hangat yang bisa melegakan pernapasannya.
  • Pijat area sekitar hidung bayi secara lembut, seperti bagian alis, tulang pipi, garis rambut, sampai bagian bawah kepala bayi untuk menenangkannya supaya tidak rewel.
Baca juga:  Manfaat dan Efek Samping Filler Hidung

Dilansir dari Sehatq, masalah hidung tersumbat pada bayi yang sedang pilek umumnya tak butuh penanganan khusus. Selama kondisi tersebut tak mengganggu anak, Anda tak perlu berobat ke dokter. Jika bayi tetap mengonsumsi ASI atau susu seperti biasanya, Anda hanya perlu melakukan langkah-langkah pengobatan sederhana di rumah.

Tetapi, jika pileknya tak kunjung sembuh dalam waktu 3 minggu dan disertai dengan demam di atas suhu 38 derajat celsius, kesulitan bernapas, batuk berdarah, sakit tenggorokan, atau kondisinya makin memburuk, sebaiknya segera periksakan bayi Anda ke dokter.

[1]Sears, W dkk. 2006. The Baby Book. Terjemahan oleh: Dwi K, dkk. Ati C, editor. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d blogger menyukai ini: